website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

MoU Pelindungan PMI Diteken, Kobar Gandeng Menteri dan Kampus

Jajaran Pemkab Kobar bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala KP2MI, Mukhtarudin. (Ist)

INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat meneken nota kesepahaman dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala KP2MI, Mukhtarudin, di Jakarta, Selasa, (7/4/2026).

Kesepakatan ini menitikberatkan pada penguatan tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah bersama Menteri Mukhtarudin. Dua perguruan tinggi, Universitas Antakusuma dan STIKes Borneo Cendikia Medika, turut dilibatkan sebagai mitra strategis.

Kerja sama tersebut mencakup pelindungan PMI sejak tahap pra-penempatan, masa penempatan, hingga purna penempatan. Pemerintah pusat juga menyerahkan hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mendukung penguatan layanan pelindungan PMI di daerah.

Pasang Iklan

Nurhidayah mengatakan kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelindungan bagi warga Kobar yang bekerja di luar negeri.

“Pelindungan harus berjalan terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan proses migrasi tenaga kerja berlangsung aman dan sesuai prosedur.

Sinergi dengan pemerintah pusat dan lembaga pendidikan dinilai penting dalam membangun sistem pelindungan yang menyeluruh.

Menteri Mukhtarudin menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pelindungan PMI berbasis daerah.

Ia menilai peran pemerintah daerah sangat penting karena menjadi garda terdepan dalam proses awal migrasi tenaga kerja.

Pasang Iklan

“Kolaborasi ini penting agar pelindungan PMI tidak hanya berhenti di pusat, tetapi benar-benar dimulai dari daerah. Dengan keterlibatan perguruan tinggi, kami berharap ada penguatan dari sisi edukasi, pendampingan, hingga pemberdayaan purna PMI,” papar Mukhtarudin.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong terbentuknya sistem pelindungan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga pekerja migran Indonesia dapat bekerja dengan aman serta memberikan dampak positif bagi keluarga dan daerah asal.

Adapun keterlibatan perguruan tinggi difokuskan pada pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan literasi masyarakat sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pelindungan PMI.

Kerja sama lintas sektor ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan dan pelindungan bagi PMI asal Kotawaringin Barat.

Penulis: Yusro

Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran