INTIMNEWS.COM, ATAMBUA – Di jaman serba modern, banyak teknologi canggih yang membuat manusia semakin serakah dan terjadi aksi kriminal melalui penipuan online, telepon dan lain sebagainya. Dan tentunya punya timbal balik dari perubahan zaman.
“Jangan mudah percaya dengan orang lain, banyak orang pintar yang salah menggunakan teknologi canggih untuk menipu dan membodohi orang lain,” kata Koodinator Pencak silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari -Tunggal Hati Maria Belu Utara (Kabupaten Belu) selaku anggota kepolisian polres Belu, Kanit Buser, sat reskrim polres Belu Bripka Elias Martins Diaz, Jumat 17 September 2021.
Ditambahkannya, sering orang menggunakan nomor telepon genggam baru untuk menghubungi kita seolah-olah sudah kenal dekat dan bahkan mengaku secara keluarga untuk menjalankan aksi penipuannya lewat via telepon.
“Mereka akan membuat janji dan mengimingi dengan sesuatu hadiah yang sangat besar, seperti yang ratusan juta rupiah bahkan memberikan lapangan kerja demi lancarkan aksinya. Itu pelakunya hackers atau pelaku ITE dan sampai saat ini banyak yang jadi target atau korban,” jelasnya.
Dengan tujuan mengarahkan target atau korban menuju bank untuk melakukan transaksi menyetor sejumlah uang tunai, dan transfer ke rekening yang bersangkutan kemudian dalam waktu 10 menit no tersebut sudah dialihkan atau non aktif.
“Nah, disitu baru kita sadar kalau sudah ditipu. Dan dengan cara seperti itu secara tidak sadar awalnya korban tidak merasa ditipu,” ungkap Koodinator Pencak silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari -Tunggal Hati Maria itu.
Selain itu, Eli Diaz menghimbau kepada masyarakat, Romo, suster, Pater dan lainnya agar kedepannya jangan mudah percaya dengan orang yang tidak kita kenal.
“Jika ada kejadian tersebut segeralah melapor ke kepolisian terdekat, sebelum kita dijadikan target atau orang yang mengakibatkan kita menjadi korban perlu saya ingatkan kejahatan itu selalu ada dimana-mana dan orang baik juga tidak kemana-mana selalu ada dimana-mana,” pungkasnya.