INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H Tajeri menyoroti tingginya harga eceran Tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg.
Dia mengaku mendapatkan laporan masyarakat bahwa saat ini harga elpiji 3 Kg di kota Muara Teweh dan sekitarnya belum ada penurunan dan tetap mahal.
Bayangkan harga elpiji 3 kilogram dijual Rp 40 ribu per tabung bahkan bisa lebih bila terjadi kelangkaan.
Menurutnya kondisi ini sudah beberapa bulan masyarakat berteriak mahalnya harga elpiji belum juga ditindaklanjuti oleh dinas terkait, seperti perindustrian dan perdagangan.
“Harga tabung gas melon di Banjarmasin sampai saat ini normal, ada yang 20 ribu dan 22 ribu, ini di Jalan Manggis dan Veteran, sebelumnya hanya 18 ribu per tabung, kenapa di Barito Utara tak kunjung tuntas, membingungkan juga. Semoga cepat terjawab pertanyaan ini,” ucap Tajeri pada Senin, 31 Juli 2023.
Anggota DPRD Barito Utara dua periode itu juga mengatakan, Pemerintah Daerah telah mengeluarkan kebijakan untuk harga eceran tertinggi (HET) melalui Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/396/2021 tentang Penetapan Harga Jual Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Di Kabupaten Barito Utara, pertanggal 05 November 2021.
“Sehingga harga HET dari Pertamina ke Agen cuma Rp 20.000,-/tabung LPG 3 Kg kemudian dari Agen ke Pangkalan di tiap Kecamatan di Barito Utara dari HET dari Rp 21.000,- sampai Rp 27.000,-/tabung LPG 3 Kg yang seharusnya dari setiap pangkalan di tiap wilayah desa di tiap kecamatan hanya menjual LPG 3 Kg dengan HET dari Rp 24.000,- sampai Rp 30.000,-/tabung LPG 3 Kg,” terang Tajeri yang getol memperjuangkan harga Gas LPG 3 Kg di Barut.
Untuk mengatasi mahalnya harga tersebut, katanya tentu membutuhkan kerja keras semuanya pihak dalam membantu masyarakat. Artinya kalau sudah tim dibentuk harus turun ke lapangan. Bila ini dilakukan bisa dipastikan harga berangsur normal dan kalau perlu dinas terkait melakukan penutupan agen atau kios yang menjual di atas harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Ya kita sudah beberapa kali melakukan hearing bersama dinas terkait, tapi hasilnya harga tetap tidak terkontrol jadi salahnya dimana sebenarnya,” tandas Politisi dari Gerindra itu.
Penulis : Saleh
Editor : Maulana Kawit