website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kalteng Turun Tiga Tahun Terakhir, Gambut Tetap Jadi Ancaman

Kadishut Kalteng, Agustan Saining. (Ist)

PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah berhasil menekan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam tiga tahun terakhir. Provinsi yang selama ini dikenal memiliki bentang gambut luas itu bahkan tidak lagi masuk lima besar maupun sepuluh besar daerah dengan kejadian karhutla tertinggi secara nasional.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam memperkuat strategi pencegahan dan penanganan karhutla, meskipun Kalteng masih memiliki risiko tinggi karena didominasi oleh kawasan gambut,” ujar Agustan, Selasa, 2 Desember 2025.

Menurut dia, turunnya kasus bukan berarti ancaman telah hilang. Karakter lahan gambut membuat kebakaran tetap menjadi persoalan serius karena api dapat menyebar dan sulit dikendalikan ketika penanganan terlambat.

Pasang Iklan

Agustan juga menyoroti faktor manusia. Hampir seluruh kejadian karhutla di Kalteng, kata dia, berkaitan dengan aktivitas manusia, termasuk praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Cuaca panas, menurut Agustan, bukan faktor utama munculnya api. Kondisi tersebut lebih berperan dalam mempercepat penyebaran kebakaran setelah api sudah terjadi.

Karena itu, strategi penanganan tidak cukup hanya mengandalkan patroli ketika musim kemarau tiba. Kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam menentukan seberapa cepat api dapat dilokalisasi.

Salah satu persoalan yang kerap muncul di lapangan justru berasal dari peralatan pemadam. Mesin yang tidak terawat atau sulit dioperasikan dapat mengurangi kecepatan petugas ketika menghadapi kebakaran.

“Mesin adalah kunci. Saat kebakaran terjadi, petugas membutuhkan kecepatan. Jika alat sulit dihidupkan atau tidak terawat, itu bisa menghambat penanganan,” katanya.

Atas dasar itu, Dinas Kehutanan Kalteng memperkuat kapasitas petugas melalui pelatihan perawatan mobil pemadam dan mesin pemadam Waterax serta Ministriker. Peserta berasal dari Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan hingga petugas lapangan.

Pasang Iklan

Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengoperasikan alat. Petugas juga dibekali pengetahuan mengenai perawatan dan penanganan gangguan teknis yang mungkin terjadi ketika mesin digunakan di medan gambut.

Menurut Agustan, kesiapan alat harus dibangun sebelum kebakaran terjadi. Pemeriksaan, pemeliharaan, dan pemahaman terhadap karakter mesin menjadi bagian dari pencegahan yang sering luput ketika perhatian publik lebih banyak tertuju pada api.

“Kegiatan ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga wadah saling berbagi pengalaman. Kami mengapresiasi partisipasi seluruh peserta,” tuturnya.

Pertukaran pengalaman antarpetugas juga menjadi bagian penting. Kondisi setiap wilayah tidak selalu sama, sehingga pengalaman menghadapi medan gambut, keterbatasan sumber air, maupun akses menuju lokasi kebakaran dapat menjadi bahan untuk memperbaiki strategi.

Agustan mengatakan tantangan penanganan karhutla bukan hanya soal menemukan sumber air atau mencapai lokasi. Kesiapan mesin dan kemampuan petugas menggunakan peralatan dalam kondisi medan yang sulit ikut menentukan hasil penanganan.

Capaian penurunan karhutla dalam tiga tahun terakhir, karena itu, dinilai harus dipertahankan melalui kesiapsiagaan yang konsisten. Jangan sampai menurunnya angka kebakaran justru membuat kewaspadaan berkurang.

“Tujuan kita bukan sekadar menurunkan angka karhutla, tetapi juga mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan,” ujar Agustan.

Kalteng kini menghadapi pekerjaan lanjutan: mempertahankan tren penurunan tersebut sekaligus mengubah pola penanganan menjadi lebih cepat dan preventif. Sebab di kawasan gambut, keterlambatan beberapa saat saja dapat membuat kebakaran kecil berkembang menjadi persoalan besar.

Editor  : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!