website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kalteng Turunkan Angka Stunting Jadi 23,5 Persen

Suasana kegiatan Sosialisasi Konsumen Cerdas dalam Mencegah Stunting dan pembukaan pelatihan peningkatan keterampilan yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng. IST

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Herson B. Aden, menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Herson saat membuka kegiatan Sosialisasi Konsumen Cerdas dalam Memilih Makanan untuk Mencegah Stunting, yang dilaksanakan di Aula Bapperida Provinsi Kalteng pada Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para peserta pelatihan yang terdiri dari berbagai kalangan, dengan tiga pelatihan utama yang diselenggarakan yaitu Bimbingan Teknis bagi Pengrajin Batik, Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tukang Las, dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Rotan Tingkat Dasar bagi Wirausaha Baru.

Dalam sambutannya, Herson menyampaikan bahwa stunting merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis ini, menurutnya, membutuhkan penanganan yang holistik dan melibatkan banyak pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.

“Stunting adalah masalah bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, desa, hingga masyarakat. Penanganannya tidak hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja, namun juga perlu dukungan dari kita semua,” ujar Herson.

Pasang Iklan

Herson juga mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi stunting di Kalimantan Tengah telah menunjukkan penurunan signifikan, dari 26,9 persen pada tahun 2022 menjadi 23,5 persen pada 2023. Meskipun penurunan ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara berbagai pihak, Herson menegaskan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk menurunkan angka stunting lebih lanjut.

“Meski ada penurunan, kita tetap harus bekerja lebih keras lagi. Upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan berbagai pihak, agar kita bisa mencapai generasi yang lebih sehat dan cerdas,” lanjut Herson.

Salah satu langkah penting dalam mencegah stunting adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemilihan makanan yang sehat dan bergizi. Herson menekankan pentingnya menjadi konsumen cerdas yang tidak hanya membeli produk berdasarkan harga, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan pangan.

“Konsumen cerdas adalah konsumen yang teliti dalam memilih makanan. Mereka tidak hanya melihat harga, tetapi juga memperhatikan label yang jelas, tanda SNI (Standar Nasional Indonesia), dan masa kedaluwarsa produk,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan yang kaya akan gizi, terutama bagi ibu hamil, pasangan usia subur, dan keluarga dengan balita. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting yang masih menjadi masalah utama di Kalteng.

Lebih lanjut, Herson mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Salah satu prinsip yang perlu diterapkan adalah green economy, di mana usaha dan lingkungan hidup berjalan seiring sejalan.

Pasang Iklan

“Menjalankan usaha dan menjaga lingkungan harus sejalan. Kita perlu efisiensi energi, menggunakan bahan ramah lingkungan, dan mengelola limbah dengan baik. Dengan begitu, pembangunan ekonomi bisa berjalan tanpa merusak alam,” jelasnya.

Sementara itu, melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan dalam kegiatan tersebut, Herson berharap dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama dalam bidang kerajinan dan usaha kecil. Pelatihan-pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi wirausaha baru dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pelatihan-pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti kerajinan batik, las, dan anyaman rotan. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja,” tutur Herson.

Herson juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen dalam mengatasi masalah stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi dan hidup dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi Kalteng yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui kebiasaan konsumsi yang bijak dan dukungan terhadap produk lokal,” tegasnya.

Herson mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menekan angka stunting dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting dalam menciptakan solusi yang efektif bagi masalah stunting dan pengembangan ekonomi daerah.

Pasang Iklan

Lebih lanjut, Herson menjelaskan bahwa penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik untuk pertumbuhan anak menjadi salah satu langkah krusial dalam mengatasi stunting. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini, diharapkan dapat mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Meskipun sudah ada penurunan angka stunting yang signifikan, Herson mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk tidak lengah dan terus berusaha agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Kita sudah menunjukkan kemajuan, tetapi tantangan kita masih besar. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya agar penurunan angka stunting bisa lebih signifikan,” pungkas Herson.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan