INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Kontingen Kalimantan Tengah (Kalteng) menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 dengan capaian satu medali perak dan tiga medali perunggu. Penutupan kedua ajang nasional yang berlangsung serentak dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir pada Minggu malam di Jakarta. 8 November 2025.
Wakil Ketua Kontingen Kalteng untuk POPNAS 2025, Adi Nur Fajar, menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian pertandingan. Ia menilai hasil tersebut merupakan bentuk nyata perjuangan maksimal para atlet muda yang berlaga membawa nama daerah di tingkat nasional. “Alhamdulillah, sampai hari ini kita sudah selesai sampai penutupan POPNAS dan PEPARPENAS Tahun 2025. Untuk Kalteng, kita mendapatkan satu medali perak dari taekwondo, satu perunggu dari dayung, dan dua perunggu dari pencak silat,” ujar Adi seusai menghadiri penutupan.
Meski belum mencapai target yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan kontingen, Adi menegaskan bahwa perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial patut diapresiasi. Mereka telah menampilkan performa terbaik di arena kompetisi sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui sportivitas dan kerja keras. “Ini sudah pencapaian maksimal bagi kami, walaupun belum sesuai target. Namun kami bangga karena semua telah berjuang keras disertai doa dan harapan besar agar nama Kalteng tetap dihormati di kancah nasional,” lanjutnya.
Adi juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang diikuti Kalteng pada POPNAS XVII 2025. Evaluasi tersebut menyangkut aspek pembinaan, pelatihan, manajemen tim, hingga strategi kompetitif dalam menghadapi turnamen tingkat pelajar berikutnya. Ia menegaskan pentingnya konsistensi pembinaan agar tidak hanya berfokus pada momentum lomba, melainkan pada penguatan ekosistem olahraga pelajar sepanjang tahun.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, Syahrani, mengapresiasi kemeriahan penutupan POPNAS dan PEPARPENAS yang menghadirkan pertunjukan modern dan inovatif. Menurutnya, penyelenggaraan yang sukses memberikan motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berprestasi. “Penutupan kali ini cukup meriah, menampilkan berbagai atraksi modern dan menghibur, penuh inovasi serta inspirasi bagi seluruh kontingen,” ujar Syahrani.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dispora akan terus memperkuat dukungan pembinaan atlet pelajar. Fokus pembinaan ke depan akan diarahkan pada cabang olahraga yang berpotensi menembus podium nasional seperti taekwondo, panahan, dayung, tinju, dan pencak silat. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak generasi atlet unggul dan berdaya saing tinggi.
Menurut laporan panitia pelaksana, POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI Tahun 2025 berjalan sukses berkat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, dukungan sponsor, serta kontribusi pelatih dan wasit. Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai juara umum diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai peringkat kedua dan ketiga. Keberhasilan penyelenggaraan ini menunjukkan kualitas manajemen kompetisi olahraga pelajar Indonesia kian meningkat.
Kontingen Kalteng pada POPNAS mengikuti 16 dari 23 cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain renang, angkat besi, atletik, balap sepeda, voli pantai, dayung, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, sepak takraw, taekwondo, tenis meja, dan tinju. Sementara pada PEPARPENAS XI 2025, Kalteng menurunkan atlet pada empat cabang olahraga: para tenis meja, para atletik, para bulutangkis, dan para renang.
Bagi Kalteng, penutupan POPNAS dan PEPARPENAS menjadi momentum untuk menata kembali strategi pembinaan di tingkat pelajar. Cerita perjuangan puluhan atlet muda Kalteng menunjukkan bahwa potensi besar tengah tumbuh dan membutuhkan ruang kompetisi yang terus dibuka. Dengan semangat Isen Mulang, para atlet bertekad menjadikan hasil ini sebagai pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Penulis : Redha
Editor : Andrian