website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kalteng Perkuat Peran Keluarga untuk Cegah Stunting

Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat memaparkan materi pada Diseminasi Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 di Aula LPMP Provinsi Kalimantan Tengah. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Lingkungan keluarga juga memegang peran penting dalam memastikan anak memperoleh pengasuhan, asupan gizi, dan pola hidup yang mendukung tumbuh kembangnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, dalam kegiatan Diseminasi Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga dan Penguatan Komitmen Stakeholder serta Mitra Kerja Terkait Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula LPMP Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 4 Desember 2025.

Menurut Linae, keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, ketahanan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari gizi hingga pola pengasuhan.

Pasang Iklan

“Jika keluarga kuat, tumbuh kembang anak juga terlindungi. Semua dimulai dari rumah, dari perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengatakan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi faktor ekonomi, pendidikan, sanitasi, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Karena itu, program penanganan stunting perlu dilakukan secara terpadu agar intervensi yang diberikan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Linae juga menyoroti peran Kampung Keluarga Berkualitas sebagai salah satu wadah untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat desa.

Melalui program tersebut, berbagai layanan keluarga diintegrasikan, mulai dari pendampingan keluarga, Posyandu, PAUD Holistik Integratif, hingga layanan PUSPAGA dan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

“Kampung KB menjadi pusat kolaborasi. Layanan untuk keluarga tersedia dalam satu pintu sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat,” katanya.

Pasang Iklan

Menurut Linae, keberhasilan program juga sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan sasaran. Karena itu, data hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan dan intervensi.

Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan melihat kondisi keluarga secara lebih jelas, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam program percepatan penurunan stunting.

“Data PK-25 bukan sekadar angka, tapi pijakan untuk mengarahkan intervensi yang efektif dalam menurunkan stunting di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!