INTIMNEWS.COM, PALANGA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmen untuk memperkuat gerakan makan ikan sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat, terutama dalam menekan angka stunting.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng, Sri Widanarni, saat mengikuti Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) Ke-12 secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula Dislutkan Kalteng, Jumat, 21 November 2025.
Sri Widanarni menekankan bahwa partisipasi Kalteng dalam Harkannas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan nasional untuk membentuk budaya konsumsi ikan di tengah masyarakat.
“Momentum Harkannas ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat menjadikan konsumsi ikan sebagai budaya sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau, bergizi tinggi, dan berperan penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.
“Kandungan gizi dalam ikan sangat mendukung pembangunan kualitas SDM, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan stunting,” tambah Sri Widanarni.
Menurutnya, konsumsi ikan yang rutin dapat membantu menurunkan angka stunting pada anak-anak, sehingga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan manusia di Kalteng.
Sri Widanarni juga menekankan perlunya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga hingga komunitas kecil, dalam gerakan makan ikan.
“Gerakan ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu dukungan aktif dari masyarakat agar budaya makan ikan benar-benar terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk pelatihan konsumsi ikan bergizi bagi keluarga dan promosi produk perikanan lokal.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat ikan, tetapi juga terbiasa mengonsumsinya setiap hari,” kata Sri Widanarni.
Ia berharap momentum Harkannas dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus mendorong gerakan makan ikan di setiap kesempatan.
Selain itu, Sri Widanarni mengajak dunia usaha dan pelaku perikanan lokal untuk turut serta dalam kampanye ini dengan menyediakan produk ikan yang terjangkau dan berkualitas.
“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan memperkuat gerakan makan ikan sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan makan ikan juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, dan gizi masyarakat.
“Kita berharap angka stunting dapat terus menurun, dan konsumsi ikan menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Kalteng,” tutup Sri Widanarni.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit