INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin mengubah cara pandang terhadap pendidikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK tidak lagi cukup dinilai dari proses belajar yang berjalan, melainkan dari kemampuan sekolah menyiapkan lulusan yang mandiri, terampil, dan terserap dunia kerja.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat membuka Skaga Expo Job Fair, Career Expo Berkah, dan Silaturahmi Industri Mitra yang digelar SMK Negeri 3 Palangka Raya di Lantai Dasar Palma, Sabtu, 13 Desember 2025.
Reza mengatakan pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, pendidikan harus memiliki hubungan yang kuat dengan kebutuhan nyata di masa depan, termasuk perkembangan dunia usaha dan industri.
Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat diukur dari kelancaran kegiatan belajar-mengajar atau tingginya angka kelulusan.
Pertanyaan yang lebih penting, kata Reza, adalah apakah lulusan memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan bersaing setelah meninggalkan bangku sekolah.
“Mindset pendidikan harus kita ubah. Tidak cukup hanya sekolah berjalan baik, tapi bagaimana lulusan benar-benar siap kerja, memiliki keterampilan, karakter, dan daya saing,” ujarnya.
Bagi Kalimantan Tengah, penguatan pendidikan kejuruan juga dipandang sebagai bagian dari upaya memutus persoalan sosial yang berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Reza menilai pendidikan dapat menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian. Namun, peran tersebut hanya dapat berjalan apabila kualitas pembelajaran terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Pendidikan adalah kunci utama. SDM ke depan ditentukan dari apa yang kita lakukan hari ini,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menurut Reza, tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK. Penguatan tidak hanya diarahkan pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kompetensi guru serta pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Salah satu arah pengembangan yang disiapkan adalah penguatan pembelajaran STEM, yang mencakup sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Pendekatan tersebut akan dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar. Pada 2026, sekolah kejuruan di Kalimantan Tengah diarahkan mulai menggunakan perangkat pembelajaran yang lebih modern.
Teknologi seperti papan tulis digital dan augmented reality direncanakan menjadi bagian dari pengembangan metode pembelajaran, terutama untuk membantu siswa memahami materi kejuruan secara lebih konkret.
“Teknologi ini akan membantu siswa memahami materi secara lebih konkret dan aplikatif, terutama pada mata pelajaran kejuruan,” ujar Reza.
Perubahan tersebut, menurut dia, harus berjalan bersamaan dengan penguatan hubungan antara sekolah dan dunia usaha.
Kegiatan job fair yang digelar SMK Negeri 3 Palangka Raya menjadi salah satu contoh bagaimana sekolah mencoba mempertemukan siswa dengan perusahaan dan mitra industri.
Bagi Reza, kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai agenda seremonial. Job fair merupakan bagian dari upaya membuka jalur antara proses pendidikan dengan dunia kerja yang akan dihadapi para lulusan.
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen sekolah menyiapkan masa depan siswanya,” katanya.
Ia berharap langkah yang dilakukan SMK Negeri 3 Palangka Raya dapat menjadi praktik yang ditiru dan dikembangkan oleh sekolah kejuruan lainnya di Kalimantan Tengah.
Menurut dia, perubahan dalam dunia pendidikan membutuhkan keberanian untuk meninggalkan pola lama yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan.
Sekolah, kata Reza, harus terbuka terhadap inovasi, perkembangan teknologi, serta peluang kerja baru yang terus berubah.
“Sekolah-sekolah jangan ragu untuk berubah dan maju. Yang baik kita tiru, yang kurang kita perbaiki, demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Bagi pemerintah daerah, tantangan pendidikan kejuruan kini bukan sekadar menyediakan ruang belajar. Yang dipertaruhkan adalah kemampuan sekolah menghasilkan generasi yang memiliki keterampilan, karakter, dan daya saing.
Melalui penguatan teknologi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri, Pemprov Kalteng berharap SMK dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja.
Editor: Andrian