INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit rakyat di pasar internasional. Hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, saat membuka Pelatihan Sertifikasi ISPO 2025, Selasa (3/11/2025) di Aula BPSDM Provinsi Kalteng.
Pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas pekebun kelapa sawit agar dapat memenuhi standar global dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan.
Herson menjelaskan bahwa ISPO bukan lagi pilihan, tetapi menjadi strategi wajib. Sertifikasi ini dianggap mampu meningkatkan akses pasar, memastikan pengelolaan perkebunan legal, transparan, ramah lingkungan, dan berkeadilan.
“Dengan ISPO, kita memperkuat daya saing, legalitas usaha, dan akses pasar bagi sawit rakyat Kalimantan Tengah. Ini juga bagian dari upaya membangun tata kelola perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Herson.
Pelatihan menghadirkan materi tentang prinsip dan kriteria ISPO, penguatan kelembagaan pekebun, legalitas lahan, administrasi usaha tani, serta praktik pengelolaan perkebunan yang berwawasan lingkungan. Pemerintah provinsi berkomitmen mendampingi peserta hingga sertifikat ISPO diterbitkan.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rizky R. Badjuri, menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun serta mempercepat kepatuhan terhadap regulasi ISPO. Hal ini juga mendukung keberlanjutan usaha dan memperluas akses pasar bagi sawit rakyat.
Kegiatan dihadiri secara langsung oleh Direktur PT Titian Karsa Mandiri, Warsito, para narasumber, fasilitator, pendamping teknis, serta peserta pelatihan dari Kabupaten Seruyan dan Lamandau. Beberapa peserta juga mengikuti secara virtual melalui platform daring.
Rizky menambahkan, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi agar pekebun mampu mengelola perkebunan secara profesional dan berstandar global, sekaligus menjaga lingkungan hidup.
Herson menegaskan, keberhasilan pelatihan tidak diukur hanya dari teori di kelas, melainkan implementasi nyata di lapangan. Pemerintah Provinsi akan terus mengawal proses pendampingan agar manfaat sertifikasi ISPO benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, Kalteng berharap sawit rakyat tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, menjaga keberlanjutan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekebun.
Penulis Redha
Editor Andrian