INTIMNEWS.COM, ATAMBUA – Motif tenunan kain adat yang dipakai Presiden Jokowi saat kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Belu yang motifnya sudah terkenal hingga mancanegara merupakan hasil karya tenun ikat dari Anastasia Bete (46) asal Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Saat ditemui di kediamannya, Anastasia Bete aktifitas sehari-hari adalah menenun kain ikat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya dari umur 17 tahun mulai menenun hingga sekarang secara mandiri, dan saya sangat bangga karena karya tangan saya bisa dipakai orang nomor satu di Indonesia Presiden Jokowi,” kata Anastasia Bete.
Anastasia Bete merupakan anak ke 5 dari 11 bersaudara. Dan mempunyai 3 orang anak yang salah satunya kuliah di UNKRIS Kupang.
Selain itu Anastasia Bete menjelaskan, karena kebutuhan biaya untuk pendidikan anak, kain tersebut dijual dengan harga satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah.
Kain tersebut diproses kurang lebih 1,5 bulan sehingga menghasilkan tenunan yang memuaskan.
“Motif tersebut memang berasal dari nenek moyang kami di Raimanuk dan ini sudah turun temurun untuk kami anak cucu, sehingga kami di Halilulik khususnya di Dusun Webubur (halitoko b) tetap melanjutkannya,” ujarnya.
Hingga saat ini pesanan demi pesanan diterima semenjak viral, namun untuk perhatian dari pemerintah setempat belum mendapatkan sentuhan.
“Beberapa motif yang kami gunakan adalah, motif tokek, tempat sirih pinang (kabasa fafuhun),motif bintang dan motif binatang air (we nain) dan ini merupakan motif warisan nenek moyang kami,” pungkasnya.
Penulis: Adrianus
Editor: Andrian