INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah padatnya rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVII Tahun 2025, para aparatur sipil negara dari berbagai instansi di Kalimantan Tengah meluangkan waktu untuk mempererat kebersamaan di Hutan Kota Nyaru Menteng, Jumat, 12 Desember 2025.
Kegiatan silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi agenda pertemuan informal. Momentum itu dimanfaatkan para peserta untuk memperkuat jaringan, membangun komunikasi lintas sektor, serta menjaga soliditas setelah menjalani proses pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan selama masa pelatihan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, mengatakan kesempatan untuk kembali berkumpul dalam suasana santai memiliki arti tersendiri bagi para peserta yang sehari-hari disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab di instansi masing-masing.
“Tidak mudah untuk kembali bertemu dalam kebersamaan seperti ini. Karena itu, kami bersyukur diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk hadir bersama, sehat, dan dapat melaksanakan rangkaian kegiatan di Hutan Kota Nyaru Menteng,” ujar Nunu.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun selama pelatihan diharapkan tidak berhenti setelah program PKN selesai, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Nunu juga menyebut Hutan Kota Nyaru Menteng memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran para peserta. Kawasan tersebut sebelumnya turut menjadi bagian dari kegiatan dalam penyusunan proyek perubahan yang dilakukan secara virtual.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menjelaskan Hutan Kota Nyaru Menteng bukan hanya kawasan hijau, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai ruang konservasi dan pendidikan lingkungan.
Menurutnya, sejumlah kawasan yang sebelumnya dikelola masyarakat kini telah ditata dan dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif. Salah satu potensi ekologis yang terdapat di kawasan tersebut adalah Mata Air Tanung Batua.
“Kawasan ini bukan hanya hutan, tetapi juga ruang pendidikan lingkungan. Mata Air Tanung Batua yang berada di kawasan ini memiliki nilai ekologis penting dan kini dikelola secara berkelanjutan,” kata Agustan.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, Joni Harta, menyebut Hutan Kota Nyaru Menteng telah berkembang menjadi salah satu ikon yang kerap diperkenalkan kepada tamu dari pemerintah pusat maupun luar daerah.
Selain memiliki fungsi konservasi, kawasan tersebut juga dinilai menyimpan potensi wisata dan edukasi yang dapat terus dikembangkan.
“Kami bersyukur dapat berkumpul di tempat yang menjadi kebanggaan kita bersama. Hutan kota ini telah menjadi destinasi yang selalu diperkenalkan kepada tamu dari luar daerah,” ujar Joni.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta PKN Tingkat II diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman pembelajaran dan proyek perubahan, tetapi juga jaringan kerja yang lebih kuat.
Soliditas antarpeserta dan komunikasi lintas instansi dinilai menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya inovasi serta memperkuat kualitas pelayanan publik di Kalimantan Tengah.
Editor: Andrian