website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Huma Betang Menginspirasi Gerakan Persatuan Mahasiswa

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak generasi muda di wilayah tersebut untuk memperkuat persaudaraan dan nilai toleransi di tengah derasnya arus digitalisasi. Ajakan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, dalam kegiatan Dialog Kebersamaan dalam Keberagaman bertajuk “Huma Betang Goes to Campus” yang digelar di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, 6/11/2025.

Kegiatan ini menghadirkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Tengah. Mereka datang untuk mengikuti sesi dialog yang menyoroti tantangan generasi muda dalam menjaga persatuan, di tengah meningkatnya potensi gesekan sosial, polarisasi identitas, dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital. Pemerintah menilai bahwa kampus harus menjadi ruang paling strategis untuk membangun generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu mempertahankan nilai budaya lokal di tengah perubahan global yang cepat.

Leonard menegaskan bahwa falsafah Huma Betang harus menjadi fondasi kehidupan sosial bagi mahasiswa. Ia menilai nilai-nilai Huma Betang sebagai identitas masyarakat Dayak bukan hanya narasi budaya, melainkan kerangka moral yang dibutuhkan generasi modern untuk menghadapi kompleksitas sosial-politik dan teknologi. “Huma Betang bukan cuma rumah panjang yang terlihat secara fisik, tetapi filosofi hidup yang menegaskan persaudaraan, gotong royong, toleransi, dan kesetaraan,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam analoginya, Leonard menggambarkan falsafah Huma Betang sebagai sebuah platform digital kehidupan sosial, di mana setiap individu dapat login dengan identitas yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: membangun harmoni dan masa depan yang lebih baik. “Generasi Betang digital harus menjadi motor perubahan. Toleransi bukan hanya slogan, namun praktik nyata di ruang publik termasuk di media sosial,” katanya, merujuk pada meningkatnya fenomena konflik verbal daring dan bias informasi yang kerap memecah kelompok masyarakat.

Pasang Iklan

Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengkaderan intelektual masa depan bangsa. Mahasiswa harus mampu menjadi contoh dalam perilaku bermedia sosial yang bijak, menjaga ruang akademik dari kebencian, serta mampu bermain aktif dalam agenda pembangunan daerah. “Tanggung jawab moral kita hari ini adalah memastikan Kalimantan Tengah dibangun dengan jiwa yang bersih, pikiran yang jernih, dan hati yang terdidik. Keberagaman adalah modal maju, bukan sumber konflik,” ujarnya.

Di sisi lain, tantangan keterbukaan digital dan disrupsi teknologi menuntut generasi muda untuk tidak hanya menguasai kompetensi akademik, melainkan juga karakter dan integritas. Leonard menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak akan berhasil bila hanya bertumpu pada pencapaian akademik tanpa kepribadian yang kuat. Ia menekankan perlunya terus memperkuat gerakan mahasiswa yang bernilai sosial dan berorientasi pada kontribusi nyata untuk masyarakat.

Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Mars Khendra Kusfriyadi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah memilih kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan dialog. Ia memaparkan bahwa Poltekkes saat ini memiliki 2.455 mahasiswa aktif dengan 98 persen di antaranya merupakan putra daerah Kalteng. “Kami yakin mahasiswa adalah energi masa depan. Mereka harus dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang memiliki karakter kuat, memahami akar budaya, dan mampu berkolaborasi menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Mars Khendra juga menyampaikan harapan agar ke depan tersedia fasilitas pendukung seperti pembangunan Rusunawa untuk menampung mahasiswa dari beragam latar belakang daerah. Ia menilai pentingnya ruang interaksi sosial lintas wilayah sebagai cara memperkuat persaudaraan budaya yang telah lama menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah. “Kampus yang kuat adalah kampus yang mampu berkembang bersama pemerintah daerah, dunia riset, dan masyarakat,” katanya.

Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan dialog, Huma Betang Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun budaya toleransi, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan kampus di seluruh Kalteng. Kegiatan ini telah dirancang sebagai wadah bertukar gagasan antar generasi, memperkuat identitas budaya lokal, serta memperluas ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan komunitas masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengonsolidasikan peran mahasiswa sebagai agen persatuan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah terkait, serta jajaran akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Tengah. Generasi muda disebut memiliki tanggung jawab besar menjaga keutuhan sosial di tengah situasi nasional yang dinamis. Pemerintah berharap semangat Huma Betang tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi terwujud nyata dalam perilaku, sikap, dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Pasang Iklan

Penulis : Redha
Editor : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan