website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Gubernur Minta Pasar Murah Menjangkau Warga yang Tertekan Kenaikan Harga

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta pemerintah memastikan intervensi pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Menurut dia, kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar tidak boleh semakin membebani warga berpenghasilan rendah.

Pesan itu disampaikan Agustiar saat meninjau Pasar Murah dan pelayanan cek kesehatan gratis di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Minggu, 7 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan 2.000 paket sembako. Paket itu berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula dengan nilai Rp147.500.

Semula, masyarakat dapat memperoleh paket tersebut dengan harga Rp15.000 setelah pemerintah provinsi memberikan subsidi sebesar Rp132.500. Namun, Agustiar memutuskan seluruh paket sembako dibagikan secara cuma-cuma kepada penerima yang telah ditetapkan.

Pasang Iklan

“Yang menerima ini adalah orang yang berhak menerimanya,” kata Agustiar.

Ia mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan pergantian tahun menjadi persoalan yang berulang. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Untuk meringankan beban kita semua, harga melambung dekat hari-hari besar dan tahun baru. Harapan saya adil untuk semua,” ujarnya.

Agustiar mengatakan program Pasar Murah tidak hanya dilaksanakan di Sukamara. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan di kabupaten dan kota lain.

Ia meminta distribusi paket sembako diselesaikan sebelum 20 Desember 2025 agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat menjelang perayaan Natal.

Selain Pasar Murah, pemerintah juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah di Kabupaten Sukamara. Sebanyak 1.809 paket bantuan disalurkan kepada penerima manfaat di lima kecamatan.

Pasang Iklan

Setiap paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu pengeluaran rumah tangga.

Agustiar menilai kebijakan intervensi pangan harus dilihat sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan.

Menurut dia, bantuan yang disalurkan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus memberikan dampak langsung bagi warga.

“Kita ingin semua masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Kita pastikan bantuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar membantu,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Sukamara, pemerintah provinsi juga menyerahkan 28 unit alat tangkap jaring gillnet millenium berukuran 3,5 inci kepada Kelompok Usaha Bersama Nelayan Bersama di Desa Sungai Pasir.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan dan memperkuat sumber penghidupan masyarakat di wilayah pesisir.

Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!