INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, resmi menutup kegiatan Perkemahan Sabtu–Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) tahun 2025 yang digelar di Palangka Raya. Upacara penutupan berlangsung dalam suasana tertib dengan ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota memenuhi lapangan utama.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa agenda Persami tidak sekadar latihan kedisiplinan. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter, terutama dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. “Bela negara bukan hanya latihan baris-berbaris, tetapi juga soal tanggung jawab moral,” ujarnya.
Agustiar juga menyoroti pentingnya nilai Huma Betang, filosofi hidup masyarakat Kalteng yang menjunjung persatuan dan toleransi. Ia meminta para peserta membawa pulang nilai tersebut sebagai dasar sikap dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, karakter yang kuat akan menjadi benteng generasi muda di tengah perubahan zaman.
Upacara penutupan turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai dalam kesempatan itu mengapresiasi antusias peserta. Ia menilai kegiatan seperti Persami menjadi medium penting untuk mengenalkan disiplin militer dan wawasan kebangsaan sejak dini. Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga solidaritas antarsiswa dari berbagai daerah.
Persami KKRI tahun ini diikuti sekitar 3.000 siswa SMA dan SMK dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan lapangan, pembinaan mental, hingga diskusi mengenai peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa. Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan TNI dan instruktur terlatih.
Bagi banyak peserta, pengalaman ini menjadi kesempatan merasakan atmosfer semi-militer secara langsung. Beberapa di antara mereka menilai bahwa pelatihan tersebut bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang mengatur emosi, bekerja sama, dan mematuhi instruksi. Hal itu, menurut mereka, jarang didapat dalam pembelajaran sekolah sehari-hari.
Gubernur Agustiar memberikan apresiasi khusus kepada para siswa yang ia nilai menunjukkan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap pengalaman ini membekas dan menjadi modal bagi peserta dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Yang kalian dapat di sini jangan berhenti di lapangan ini saja,” katanya.
Penutupan Persami berjalan lancar, ditutup dengan upacara pelepasan tanda peserta serta pengarahan terakhir dari jajaran instruktur. Para orang tua yang hadir juga tampak bangga melihat perubahan sikap anak-anak mereka setelah mengikuti kegiatan.
Pemprov Kalteng menyatakan akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada penguatan karakter pemuda. Melalui kolaborasi dengan TNI dan lembaga pendidikan, pemerintah berupaya menciptakan generasi yang tangguh, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai budaya lokal. Dengan begitu, semangat bela negara yang dibangun dalam Persami diharapkan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari para peserta.
Penulis Redha
Editor Andrian