website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Gubernur Ajak Generasi Muda Tidak Meremehkan Profesi Petani

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran memberikan pernyataan kepada jurnalis di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (21/11/2025). (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani. Menurutnya, bertani bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata, tetapi memiliki peluang besar di masa depan.

Ajakan tersebut ia sampaikan saat berdialog dengan jurnalis di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 21 November 2025. Dalam kesempatan itu, Gubernur menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal untuk menyambut perkembangan sektor pertanian di daerah.

Agustiar menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil semakin meningkat seiring berjalanannya program strategis nasional (PSN) yang berada di Kalteng. Program tersebut mencakup pembukaan lahan baru dan pengembangan kawasan pangan yang memerlukan dukungan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Ia menyebutkan bahwa hampir 30 ribu hektare lahan sudah dipersiapkan untuk mendukung sektor pertanian. Kondisi ini menuntut daerah untuk memiliki tenaga kerja yang mampu bekerja langsung di lapangan.

Pasang Iklan

“Kalau tidak disambut dengan tenaga kerja di bawahnya, maka pertanian akan susah ke depannya,” tegasnya. Menurut Gubernur, kesiapan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program nasional di Kalteng.

Agustiar juga menyoroti masih adanya anggapan dari sebagian anak muda bahwa bertani bukan pekerjaan yang membanggakan. Ia menyayangkan pandangan tersebut dan meminta generasi muda untuk melihat potensi ekonomi yang besar dalam sektor pertanian.

“Jangan gengsi untuk bertani, bertani juga sangat menjanjikan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa profesi bertani tidak kalah dengan pekerjaan lain yang dianggap lebih modern.

Menurut Gubernur, di banyak wilayah bahkan akademisi dengan gelar doktor dan profesor menekuni pertanian sebagai sumber penghasilan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian merupakan bidang yang memiliki masa depan cerah bagi siapa pun yang mau menekuninya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, keberadaan tenaga kerja muda yang terampil sangat dibutuhkan agar Kalteng dapat bersaing dan maju.

Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Agustiar, telah menyiapkan sejumlah dukungan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda. Salah satunya melalui balai latihan kerja yang diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil sesuai kebutuhan sektor produktif.

Pasang Iklan

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program pendidikan vokasi. Program ini akan menjadi jalur bagi lulusan program prioritas daerah seperti Satu Rumah Satu Sarjana dan Sekolah Gratis untuk masuk ke dunia kerja, termasuk sektor pertanian.

Agustiar menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada pemberian ijazah, tetapi benar-benar membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Ia menegaskan bahwa peluang di sektor pertanian sangat terbuka, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pemanfaatan teknologi modern. Kesempatan ini seharusnya dapat dimanfaatkan generasi muda di Kalteng.

Di akhir pernyataannya, Agustiar membagikan pengalaman pribadinya untuk memberikan motivasi. “Banyak di luar sana para doktor, profesor bertani juga. Bertani bisa kaya kok. Contohnya saya, anak petani bisa jadi Gubernur,” ujarnya.

Ia berharap contoh itu dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda agar tidak ragu menekuni sektor pertanian. Menurutnya, masa depan Kalteng akan kuat apabila anak-anak muda ikut memajukan sektor yang menjadi dasar kehidupan masyarakat tersebut.

Penulis : Suhairi

Pasang Iklan

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan