INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka Festival Olahraga dan Seni (FOS) tingkat SMA dan SMK se-Kalimantan Tengah di SMAN 3 Palangka Raya, Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Festival ini tidak hanya menjadi arena pertandingan olahraga dan seni. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menjadikannya sebagai ruang pertemuan antara pemerintah dan generasi muda untuk mendengar aspirasi serta melihat perkembangan dunia pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan pertemuan para pelajar dari berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari semangat silaturahmi dan kebersamaan.
“Hari ini kita berkumpul dalam rangka silaturahmi, Hasupa Hasundau, sekaligus Festival Olahraga dan Seni SMA dan SMK se-Kalteng. Ini menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan pelajar,” kata Agustiar.
Di hadapan para siswa, Agustiar kembali menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah pedalaman.
Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan digitalisasi pembelajaran. Pemerintah berencana memperkuat penggunaan teknologi pendidikan agar siswa di wilayah perkotaan maupun pelosok memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata.
Menurut Agustiar, keterbatasan sarana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di daerah terpencil untuk tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
“Melalui digitalisasi, seperti penggunaan smart board, kita ingin memastikan semua anak, baik di kota maupun di pelosok, memiliki kesempatan belajar yang sama,” ujarnya.
Pemerataan akses pendidikan tersebut, menurut Agustiar, berkaitan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Tengah dalam jangka panjang.
Ia juga menyinggung visi “satu rumah satu sarjana” yang diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
Program tersebut dipandang sebagai salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian.
“Negara yang tidak memiliki sumber daya manusia yang unggul tidak akan maju. Pendidikan adalah modal utama untuk masa depan,” katanya.
Selain berbicara mengenai pendidikan, Agustiar memberikan pesan kepada para pelajar untuk menjaga diri dari berbagai perilaku yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Ia mengingatkan siswa agar menjauhi narkoba, minuman keras, balapan liar, dan pergaulan yang berisiko. Para pelajar juga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kita harus punya niat, tekad, dan kemauan. Jangan pernah berhenti mendidik generasi muda, karena merekalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan Festival Olahraga dan Seni menjadi wadah bagi siswa SMA dan SMK untuk menunjukkan kemampuan di luar kegiatan akademik.
Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, antara lain bola voli putra, bola basket 3×3 putra dan putri, serta bulu tangkis beregu.
Adapun cabang seni meliputi fashion show putra dan putri, band pelajar, vokal solo, hingga ethnic modern dance.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 siswa dari SMA dan SMK di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Selain cabang yang dipertandingkan dalam Festival Olahraga dan Seni, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Gubernur Cup cabang catur. Sekitar 300 atlet pelajar turut diikutsertakan dalam kejuaraan tersebut.
Bagi pemerintah provinsi, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kompetisi. Pertemuan ratusan pelajar dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang interaksi, sportivitas, kreativitas, dan kepercayaan diri generasi muda Kalimantan Tengah.
Di tengah dorongan digitalisasi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, panggung olahraga dan seni menjadi ruang lain bagi siswa untuk menunjukkan potensi yang tidak selalu dapat diukur melalui hasil belajar di dalam kelas.
Editor: Andrian