website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Ekonomi Kalteng Tumbuh 4,04 Persen, Masuk 10 Besar Nasional Program Tiga Juta Rumah

Sahli Ekeubang Yuas Elko saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri RI Muhammad Tito Karnavian. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual pada Senin, 7 Juli 2025. Rakor ini dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian dari Ruang Sidang Utama Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Dalam arahannya, Mendagri menyampaikan beberapa isu strategis yang menjadi fokus Rakor, yakni pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan percepatan pembangunan tiga juta rumah. Ia menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada akhir 2029, dan meminta peran aktif dari seluruh pemerintah daerah (Pemda) dalam pencapaiannya.

“Pemda berperan penting dalam mencapai target tersebut,” ujar Tito Karnavian.

Mendagri juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87% (year on year), sementara target hingga akhir tahun minimal berada di angka 5,3%. Ia menekankan pentingnya menjadikan isu pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas daerah.

Pasang Iklan

Lebih lanjut, ia mengapresiasi daerah yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Sebaliknya, perhatian khusus diberikan kepada daerah yang mengalami kontraksi ekonomi, seperti Provinsi Papua Tengah yang mencatat -25,53%.

Untuk mendorong perbaikan ekonomi di daerah, Mendagri mengimbau setiap Pemda membentuk Tim Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan melibatkan unsur Forkopimda, pelaku ekonomi, serta para ahli termasuk Badan Pusat Statistik (BPS). Tim ini diharapkan menggelar rapat rutin bulanan untuk mengevaluasi capaian dan langkah strategis.

Ia juga menguraikan sejumlah langkah konkret yang bisa dilakukan Pemda, seperti mempercepat realisasi APBD, investasi PMA dan PMDN, proyek infrastruktur, serta pengendalian harga bahan pokok. Selain itu, Pemda didorong untuk mencegah ekspor-impor ilegal, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas sektor unggulan, serta mempermudah perizinan usaha.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam kesempatan itu menegaskan bahwa keberhasilan perencanaan nasional sangat bergantung pada pelaksanaan nyata di daerah. Oleh karena itu, Bappenas terus melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap pelaksanaan rencana pembangunan, termasuk target pertumbuhan ekonomi.

“Perencanaan nasional hanya bisa terlihat nyata kalau dilaksanakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sahli Ekeubang Pemprov Kalteng Yuas Elko menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng saat ini berada di angka 4,04%. Meski belum mencapai target 5,1 hingga 5,6%, menurutnya angka tersebut masih bisa ditingkatkan.

Pasang Iklan

“Kalau target itu tidak tercapai, tentu akan berdampak pada penilaian kinerja Gubernur,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan kabar baik bahwa Kalteng masuk dalam 10 besar terbaik nasional dalam program Percepatan Pembangunan Tiga Juta Rumah.

“Bersyukur, ya, tadi Percepatan Tiga Juta Rumah di Kalteng mendapatkan predikat 10 terbaik di tingkat nasional,” pungkas Yuas Elko.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan