website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Edy Pratowo Soroti Mutu Pelayanan dan Integritas ASN

Wagub Kalteng, Edy Pratowo saat menyampaikan sambutan. (Ist)

PALANGKA RAYA — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengingatkan aparatur sipil negara agar tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin terbuka, ukuran keberhasilan ASN, menurut dia, salah satunya terletak pada kualitas pelayanan yang dirasakan publik.

Pesan itu disampaikan Edy saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin, 1 Desember 2025.

Bagi Edy, perubahan zaman telah menggeser cara masyarakat memandang birokrasi. Kehadiran teknologi dan derasnya arus informasi membuat publik semakin mudah menilai kinerja pemerintah, termasuk kecepatan dan transparansi pelayanan yang diberikan aparatur.

Karena itu, ia meminta ASN tidak hanya menempatkan diri sebagai pelaksana aturan. Lebih dari itu, aparatur menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan membawa wajah pemerintah dalam pelayanan sehari-hari.

Pasang Iklan

“Saudara-saudara bukan hanya pelaksana regulasi, tapi wajah pemerintah itu sendiri. Pelayanan yang bersih dan responsif adalah cara paling nyata menunjukkan pengabdian,” kata Edy.

Menurut dia, kepercayaan publik tidak lahir semata-mata dari kebijakan atau program yang disusun pemerintah. Kepercayaan itu juga dibentuk melalui pengalaman masyarakat ketika berurusan dengan birokrasi.

Pelayanan yang lambat, tidak transparan, atau membuka ruang bagi praktik tidak etis, kata dia, berpotensi menggerus kepercayaan tersebut. Sebaliknya, pelayanan yang cepat dan terbuka dapat menjadi bukti nyata kehadiran negara.

Dalam momentum peringatan HUT Korpri, Edy turut mengapresiasi peran ASN yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang jalannya pemerintahan dan pembangunan.

Ia menilai keberlangsungan berbagai program pemerintah, termasuk stabilitas pelayanan di daerah, tidak dapat dilepaskan dari kerja aparatur di berbagai tingkatan birokrasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan juga semakin kompleks. ASN dituntut mampu menyesuaikan diri dengan transformasi birokrasi dan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai dasar pengabdian.

Pasang Iklan

Pemanfaatan teknologi, menurut Edy, semestinya menjadi sarana untuk memperbaiki pelayanan, bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi.

“Teknologi itu alat bantu, bukan pengganti. Yang membedakan pelayanan berkualitas tetap integritas dan karakter dari setiap ASN,” ujarnya.

Selain kompetensi dan kemampuan beradaptasi, Edy juga menyinggung pentingnya menjaga netralitas ASN dalam dinamika politik. Netralitas, menurut dia, bukan hanya persoalan menaati aturan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat.

Ia juga meminta aparatur tetap memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi, mulai dari bencana, perubahan kebijakan, hingga kebutuhan masyarakat yang menuntut respons cepat dari pemerintah.

Momentum HUT ke-54 Korpri, kata Edy, semestinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan tersebut perlu menjadi ruang evaluasi bagi ASN untuk kembali mengukur kualitas pengabdian dan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat.

Pada akhirnya, ia berharap Korpri tetap berdiri di atas nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu, menurut Edy, menjadi modal utama ASN untuk menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan birokrasi yang terus bergerak.

“Korpri harus hadir dengan nilai yang jelas: jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Itu yang membuat kita dipercaya,” kata Edy.

Editor  : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!