INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Al Hadi, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) saat membuka lahan pertanian di musim kemarau. Praktik tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu kabut asap yang berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
“Masih banyak cara membuka lahan yang tidak merusak lingkungan. Membakar bukanlah pilihan bijak, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang,” kata Al Hadi di Muara Teweh, Sabtu (7/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi memperburuk kondisi udara jika masyarakat masih menggunakan metode pembakaran saat berladang. Menurutnya, fenomena “kemarau basah” juga bisa mempercepat penyebaran asap bila kebakaran terjadi.
“Risiko karhutla selalu mengintai saat kemarau. Kita harus belajar dari kejadian tahun 2015, di mana kabut asap menyelimuti wilayah Kalimantan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Karhutla yang terjadi saat itu, lanjut dia, bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tapi juga berdampak pada sektor transportasi, pendidikan, serta meningkatnya penyakit pernapasan di berbagai kalangan usia.
Legislator dari Fraksi PKB tersebut juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan aturan hukum tegas bagi pelaku pembakaran lahan. Masyarakat diminta memahami bahwa pembakaran lahan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan sesama.
“Pemerintah sudah memberikan alternatif dan pendampingan kepada petani terkait metode membuka lahan yang ramah lingkungan. Tinggal bagaimana kesadaran kita meningkat,” katanya.
Ia juga meminta dukungan semua pihak, termasuk aparat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok tani untuk aktif menyosialisasikan bahaya karhutla dan pentingnya mencegahnya sejak dini.
“Kita harus bergerak bersama menjaga alam Barito Utara agar tetap hijau dan sehat. Jangan biarkan kelalaian segelintir orang merusak lingkungan yang kita warisi untuk anak cucu,” tegasnya.
Al Hadi berharap masyarakat lebih bijak dan berpikir jangka panjang dalam bertani. Ia menyatakan komitmen DPRD untuk terus mendukung upaya pencegahan karhutla melalui kebijakan dan edukasi masyarakat. (Shp/Maulana Kawit)