website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Disdagperin Kalteng Tegur Dua Distributor Karena Jual Beras di Atas HET

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan surat teguran kepada dua distributor beras di Palangka Raya. Teguran ini dikeluarkan setelah keduanya kedapatan menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, menyampaikan bahwa temuan tersebut didapatkan dari hasil pemantauan harga yang rutin dilakukan di lapangan. Menurutnya, pengawasan ini penting untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak membebani masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa tim Disdagperin turun langsung memeriksa rantai distribusi beras untuk mencegah adanya praktik penjualan yang tidak sesuai ketentuan. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan dua distributor yang menaikkan harga di luar batas yang diperbolehkan.

“Kalau pedagang yang distributor menaikkan harga, kita berikan surat teguran. Ada dua distributor di Palangka Raya,” ujar Norhani, belum lama ini.

Pasang Iklan

Setelah menerima teguran, kedua distributor tersebut langsung memberikan respons cepat. Mereka disebut telah menurunkan harga kembali ke tingkat yang sesuai dengan HET.

“Sudah kita tindaklanjuti dan sudah kita berikan surat teguran, dan mereka sudah menurunkan harganya,” tegas Norhani.

Ia menambahkan bahwa langkah tegas ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang masa perayaan keagamaan maupun saat permintaan meningkat. Pemerintah ingin memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara sepihak.

Menurut Norhani, kondisi harga beras di Kalteng, khususnya di Palangka Raya, secara umum masih stabil. Pasokan juga disebut dalam keadaan aman dan tidak menunjukkan tanda gangguan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor stabilnya harga beras di Kalteng adalah tingginya konsumsi beras lokal oleh masyarakat. Ketergantungan yang rendah terhadap beras luar daerah membuat harga lebih terjaga.

“Kalau beras di sini masih normal saja, tidak ada gejolak. Itu karena konsumsi masyarakat banyak menggunakan beras lokal, jadi tidak terlalu banyak pengaruh,” jelasnya.

Pasang Iklan

Disdagperin menegaskan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan distributor, pedagang, hingga pasar ritel menjual beras sesuai kebijakan yang berlaku. Pengawasan ketat disebut penting agar distribusi pangan berjalan tertib.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya.

Norhani berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan. Ia memastikan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Dengan pengawasan yang konsisten, ia optimistis harga beras di Kalteng tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang meresahkan.

Penulis : Suhairi

Editor : Maulana Kawit

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan