website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dinas PMD Kalteng Dorong Ketahanan Pangan Lewat Dukungan Kebijakan Harga Gabah

Kadis PMD Kalteng H. Aryawan (kiri) turut hadir dalam Acara Panen Raya Padi di Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau. (MMC Kalteng)

INTIMNEWS.COM, PULANG PISAU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Aryawan, menghadiri acara Panen Raya Padi di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya serentak nasional yang digelar oleh Kementerian Pertanian, dengan pusat acara di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, dan diikuti secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya, H. Aryawan menyatakan bahwa keterlibatan Dinas PMD dalam panen raya ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa kebijakan penetapan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram yang diumumkan Presiden sangat membantu meningkatkan kesejahteraan petani desa.

“Kebijakan ini diharapkan dapat melindungi petani desa, mempercepat swasembada pangan, serta menjamin harga yang layak bagi hasil panen mereka. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat desa,” ujar Aryawan.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Dinas PMD, menurutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas desa dalam sektor pertanian, termasuk dukungan terhadap akses pupuk, pelatihan petani, dan pendampingan kelompok tani.

Pasang Iklan

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang turut mengikuti acara secara virtual, menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai berdampak langsung pada petani di daerah. “Kebijakan harga gabah dan kemudahan akses pupuk sangat meringankan beban petani kita,” kata Gubernur.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada para petani yang ia sebut sebagai “tulang punggung bangsa dan negara”. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi pangan dan perlindungan petani dari praktik merugikan, serta menyampaikan instruksi tegas kepada aparat dan dinas terkait untuk memastikan kebijakan dijalankan dengan benar.

Data dari Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS menunjukkan bahwa pada April 2025, luas lahan pertanian padi di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 11.341 hektar. Produksi gabah kering giling mencapai 37.745 ton, setara dengan 22.420 ton beras. Produksi ini tersebar di delapan kabupaten, termasuk Kapuas, Pulang Pisau, dan Barito Selatan.

Dengan adanya kebijakan baru ini, Dinas PMD Kalteng optimistis bahwa ketahanan pangan berbasis desa akan semakin kuat dan berkelanjutan, serta berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Sumber: MMC Kalteng
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan