INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengklaim telah menuntaskan digitalisasi seluruh ruang kelas pada satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya. Penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan digitalisasi tidak hanya diarahkan bagi sekolah di wilayah perkotaan. Pemerintah juga menyiapkan sumber energi dan akses internet untuk mendukung sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.
Komitmen itu disampaikan Reza saat menghadiri pembukaan Festival Olahraga dan Seni tingkat SMA dan SMK se-Kalimantan Tengah di SMAN 3 Palangka Raya, Senin, 15 Desember 2025.
Menurut Reza, penyediaan perangkat pembelajaran digital dilakukan melalui dukungan pemerintah pusat dan dilanjutkan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Pemerintah pusat melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan smart board ke sekolah-sekolah. Pak Gubernur H. Agustiar Sabran kemudian melengkapi lagi sehingga seluruh kelas di bawah naungan Pemprov Kalteng bisa terdigitalisasi,” kata Reza.
Digitalisasi pendidikan, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat seperti smart board. Ketersediaan listrik dan jaringan internet menjadi bagian penting agar teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Di wilayah perkotaan, persoalan listrik dan akses internet relatif lebih mudah diatasi. Tantangan berbeda dihadapi sekolah yang berada di kawasan terpencil dan belum sepenuhnya terjangkau jaringan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah menyiapkan panel surya sebagai sumber energi alternatif bagi sekolah di wilayah tertentu.
Selain itu, layanan internet berbasis satelit Starlink juga disiapkan untuk membantu sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan internet konvensional.
“Layanan Starlink juga disiapkan bagi wilayah yang belum terjangkau internet,” ujar Reza.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya diarahkan pada sekolah yang telah memiliki infrastruktur lengkap. Pemerintah daerah juga berupaya mempersempit kesenjangan akses antara sekolah di perkotaan dan wilayah pedalaman.
Selain program digitalisasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga melanjutkan sejumlah program bantuan pendidikan.
Salah satunya adalah dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan melalui program kuliah gratis. Reza mengatakan cakupan program tersebut direncanakan terus diperluas.
“Pak Gubernur juga memberikan bantuan pendidikan kuliah gratis bagi yang membutuhkan. Tahun depan ditargetkan menjangkau hingga 15 ribu mahasiswa,” katanya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pelaksanaan program sekolah gratis, termasuk pembagian seragam kepada peserta didik.
Menurut Reza, persiapan program tersebut telah dilakukan di masing-masing sekolah dan ditargetkan mulai berjalan efektif pada Januari 2026.
Digitalisasi ruang kelas, penyediaan energi alternatif, perluasan akses internet, hingga bantuan pendidikan menjadi bagian dari agenda Pemprov Kalimantan Tengah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan seluruh infrastruktur yang telah disiapkan benar-benar dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar. Sebab, digitalisasi tidak berhenti pada tersedianya perangkat, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut mampu memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat kota.
Editor: Andrian