website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Di Tengah APBD Menurun, Agustiar Tetap Prioritaskan Sekolah dan Kuliah Gratis

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap mempertahankan program Sekolah dan Kuliah Gratis meski kondisi fiskal daerah tengah menghadapi tekanan akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyebut program pendidikan gratis bukan sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan generasi muda daerah memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar saat membuka Musyawarah Daerah III Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Minggu, 28 Desember 2025.

Menurut Agustiar, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan pemerintah mengurangi perhatian terhadap sektor pendidikan. Sebab, pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pasang Iklan

“Kalau tidak ada program sekolah dan kuliah gratis, saya yakin anak-anak kita tidak sekolah dan tidak kuliah. Itu berdasarkan data yang kami miliki,” ujar Agustiar.

Ia mengatakan, kondisi tersebut terutama terlihat pada masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Tanpa dukungan pemerintah, sebagian anak-anak daerah berpotensi kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Untuk jenjang SMA dan sederajat, Agustiar menjelaskan bahwa program pendidikan gratis menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi sesuai kewenangan yang dimiliki.

“SMA itu kewajiban provinsi. Untuk SD dan SMP kita coba kolaborasi dengan kabupaten dan kota,” katanya.

Sementara untuk pendidikan tinggi, Agustiar mengakui bahwa kewenangannya berada di pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah tetap mengambil langkah agar anak-anak Kalimantan Tengah memiliki peluang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Sebenarnya kuliah itu urusan kementerian. Tapi kalau kita tidak ambil langkah, saya yakin tidak ada anak-anak kita yang kuliah,” tegasnya.

Pasang Iklan

Agustiar menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan suatu daerah.

“Daerah yang SDM-nya kurang pasti tidak berkembang. Tapi kalau SDM-nya bagus, daerah itu pasti maju,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui program Sekolah dan Kuliah Gratis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin memastikan tidak ada anak daerah yang tertinggal hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan akses.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!