website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dari Kampus ke Masyarakat, Wagub Kalteng Dorong Lulusan IAHN Ambil Peran

Wagub Kalteng Edy Pratowo foto bersama saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXIV dan Pascasarjana VIII IAHN Tampung Penyang. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 167 lulusan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXIV dan Pascasarjana VIII, Kamis, 4 Desember 2025.

Prosesi yang berlangsung di Aula IAHN Tampung Penyang, Palangka Raya, itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa. Namun, bagi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, wisuda justru menjadi titik awal untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang.

Edy mengatakan gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Di balik gelar tersebut terdapat tanggung jawab untuk menerapkan ilmu dan mengambil peran di tengah masyarakat.

“Hari ini adalah puncak dari perjuangan panjang dalam meraih gelar akademis. Ini bukan sekadar simbol, tetapi amanah dan bukti kerja keras, ketekunan, dan dedikasi,” kata Edy.

Pasang Iklan

Ia menghadiri sidang senat terbuka tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui lembaga pendidikan tinggi di daerah.

Menurut Edy, pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya meninggalkan kampus dengan membawa ijazah, tetapi juga memiliki ruang untuk berkarya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kata dia, berkomitmen membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk membangun karier dan berkontribusi di tanah kelahirannya.

“Yang pasti Bapak Gubernur ingin menjadikan lulusan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah bisa membangun daerah sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.

Edy juga mengingatkan para lulusan bahwa perubahan dunia kerja dan perkembangan masyarakat menuntut setiap orang untuk terus belajar. Pendidikan formal, menurut dia, tidak seharusnya menjadi akhir dari proses pencarian ilmu.

Di tengah persaingan yang semakin terbuka, kemampuan akademik saja dinilai tidak cukup. Integritas dan etika harus tetap menjadi bagian dari bekal yang dibawa para lulusan ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Pasang Iklan

“Keahlian akademik harus berjalan beriringan dengan etika,” kata Edy.

Pesan tersebut menjadi penekanan tersendiri dalam prosesi wisuda. Para lulusan diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kompetensi di bidang masing-masing, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama masa pendidikan.

Sementara itu, Rektor IAHN Tampung Penyang Mujiyono menyebut wisuda sebagai momentum penting, baik bagi para lulusan maupun institusi pendidikan.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan IAHN Tampung Penyang dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan.

“Kegiatan ini sebagai rasa syukur atas eksistensi IAHN TP dalam rangka proses pendidikan,” ujar Mujiyono.

Bagi 167 lulusan yang dikukuhkan hari itu, prosesi wisuda menutup satu tahap perjalanan. Namun, seperti pesan yang disampaikan Wakil Gubernur, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah meninggalkan ruang kampus.

Gelar telah diperoleh. Pertanyaan berikutnya adalah sejauh mana ilmu, kemampuan, dan nilai yang dibawa dari perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!