INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di kawasan objek wisata pantai Kubu Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat mengeluh. Pasalnya penutupan kawasan objek wisata dibilang mendadak, sementara para UMKM telah mempersiapkan barang dagangan.
Camat Kumai, Yudi Hudaya mengatakan, dengan adanya pengumuman penutupan kawasan wisata secara mendadak, diakui semua pelaku UMKM banyak yang melayangkan protes.
Pasalnya menurut Yudi Hudaya, para pelaku UMKM ini jauh hari telah mengeluarkan modal besar untuk belanja barang dagangan, Senin (17/5/2021).
“Pelaku UMKM ini protes karena pemerintah daerah tidak jauh hari memberitahukan perihal penutupan kawasan objek wisata, karena tiga hari sebelum perayaan hari Idul Fitri,” ucapnya.
Surat Edaran (SE) baru di keluarkan larangan kegiatan wisata menjelang lebaran kurang satu hari.
Sementara pelaku UMKM wisata ini sudah belanja barang dagangan, hal ini yang membuat masyarakat pelaku wisata kecewa, ” Kata Camat Kumai Yudi Hudaya, saat di Konfirmasi.
Nenurut Yudi Hudaya, masyarakat pesisir sudah menjadi tradisi, setiap hari raya Idul Fitri terbiasa berjualan di kawasan objek wisata pantai.
Moment itulah untuk mencari rejeki bagi masyarakat sekitar pesisir. Atas adanya penutupan objek wisata secara mendadak ini tentunya membuat para pedagang merugi.
Berdasarkan laporan, kata Yudi Hudaya untuk menambah modal, ada yang pinjam uang. “Untuk itu kami pun telah menyampaikan apa yang menjadi Keluhan UMKM di pesisir. Kami berharap agar pelaku UMKM ini mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Camat Kumai tersebut.
Sebab Lanjut Yudi, ditahun kedua masa Pandemi Covid-19, perekonoman masyarakat makin terpuruk, tentunya hal ini menajdi pertimbangan pemerintah daerah mengatasi kerugian pada UMKM pelaku wisata. (Yus)