intim news
intim news
intim news
intim news
website murah

Beberapa Desa di Kabupaten Belu Dapat Status ODF Dan STBM

intim news

INTIMNEWS.COM, ATAMBUA – Beberapa desa dari Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Nanaet Dubesi di Kabupaten Belu dideklarasikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Dra. Theresia MB.Saik, S.K.M.,Kes.

Acara tersebut meresmikan Desa Naekasa, Desa Tukuneno, Desa Bakustulama, Desa Nanaet, Desa Dubesi, dan Desa Nanaenoe sebagai Desa ODF ( Open Defecation Free ). Sementara Desa Naitimu dan Desa Rinbesihat sebagai Desa STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ), Senin 28 Juni 2021.

“Kita berharap pengaktifan desa – desa STBM ini akan mengurangi penyakit – penyakit seperti diare dan lain sebagainya serta menyadarkan masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dengan tidak membuang air besar sembarangan,” kata Theresia MB.Saik.

intim news

Kegiatan deklarasi ini menambah jumlah Desa/Kelurahan “Stop Buang Air Besar Sembarangan” di wilayah Kabupaten Belu menjadi 21, sedangkan Desa/Kelurahan STBM bertambah menjadi 30.

Selain itu dengan dideklarasikannya Desa Nanaet, Desa Nanaenoe dan Desa Dubesi maka semua Desa di Kecamatan Nanaet Dubesi sudah tidak buang air besar di sembarang tempat lagi.

Sedangkan untuk Kecamatan Tasifeto Barat jumlah desa stop buang air besar sembarangan menjadi 2 desa dan desa STBM menjadi 3 desa, yang sebelumnya masih belum ada.

intim news

“Terselenggaranya deklarasi ini merupakan hasil kerjasama semua stekeholder yang saling bersinergi dalam mengupayakan agar masyarakat dapat berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Theresia.

Sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kabupaten Belu sesuai RPJMD tahun 2016-2021, adalah meningkatkannya jumlah desa yang melaksanakan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Diketahui suatu desa disebut stop buang air besar sembarangan apabila semua masyarakatnya sudah menerapkan pilar pertama STBM. Masyarakat di desa yang sudah menerapkan STBM dalam kesehariannya akan berkontribusi dalam menurunkan kasus diare dan angka stunting di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, di Kabupaten Belu sampai dengan bulan Mei 2021 kasus diare sebanyak 261 kasus, sedangkan angka stunting sebesar 21,27%. Presentase akses sanitasi masyarakat Belu sebesar 82% sedangkan masyarakat yang masih buang air besar sembarang sebesar 18%. Jumlah jamban jenis leher angsa menempati urutan terbanyak, jenis jamban yang di gunakan di Kabupaten Belu yakni sebesar 45,2%.

Lanjutnya, selain deklarasi di kedua kecamatan ini di harapkan kita akan memperoleh sertifikat ODF dan STBM, serta diharapkan sebagai pemicu untuk desa dan kecamatan lainnya.

Proses selanjutnya dari puskesmas akan terus melakukan pengukuhan di desa – desa lain. Dinas Kesehatan dan Mitra Pemerintah Yayasan Plan Internasional dan Yayasan Pijar Timur Indonesia selalu siap membantu untuk desa – desa yang mau melakukan sosialisasi dan peningkatan status.

Pada deklarasi STBM ini juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan sertifikat STBM kepada Kepala Desa Naitimu dan Kepala Desa Rinbesihat. Kemudian dilanjutkan penyerahan sertifikat ODF kepada Kepala Desa Naekasa, Kepala Desa Tukuneno, Kepala Desa Bakustulama, Kepala Desa Nanaet, Kepala Desa Dubesi dan Kepala Desa Nanaenoe.

Diserahkan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan disaksikan oleh Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia.

intim news
Berita Rekomendasi
intim news
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran