website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Animo Tinggi, Namun Banyak Mundur: Disperpusarsip Kalteng Evaluasi Teknis Lomba Cerita Daerah 2025

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, saat menyerahkan secara simbolis 4 buku terjemahan kepada Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, menjelaskan bahwa Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita Daerah tingkat SMA/SMK/MA tahun 2025 mengalami dinamika cukup besar pada proses pendaftarannya. Walaupun minat pelajar cukup tinggi, hanya 52 peserta yang akhirnya dapat mengikuti lomba tersebut.

Menurut Adiah, sejak pendaftaran dibuka, calon peserta datang dari berbagai kabupaten di Kalteng, baik dari wilayah barat maupun timur. Antusiasme ini menunjukkan bahwa minat terhadap literasi dan cerita daerah cukup besar di kalangan pelajar.

Namun, tidak semua calon peserta melanjutkan proses pendaftaran. Sejumlah pelajar memilih mundur setelah mengetahui mekanisme lomba yang mewajibkan peserta tidak hanya menulis cerita, tetapi juga menampilkannya secara langsung di atas panggung.

“Banyak yang sebenarnya ingin ikut, tetapi ketika mengetahui bahwa mereka harus membawakan cerita yang ditulis secara langsung, sebagian akhirnya mengundurkan diri,” ujar Adiah, Senin 17 November 2025.

Pasang Iklan

Ia menyebutkan bahwa persyaratan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar, terutama bagi mereka yang belum terbiasa tampil di depan umum. Meskipun demikian, 52 peserta yang memenuhi persyaratan dinilai sebagai pelajar yang siap menerima tantangan tersebut.

Para peserta yang terakomodasi berasal dari beberapa daerah, dengan jumlah terbanyak dari Kota Palangka Raya. Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, dan Katingan menyusul di posisi berikutnya. Adiah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap berpartisipasi meski mekanisme lomba cukup menuntut keberanian dan persiapan lebih.

Selain memberikan apresiasi, ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap teknis penyelenggaraan lomba pada tahun mendatang. Evaluasi tersebut dilakukan agar lomba dapat menjangkau lebih banyak peserta dan memberi ruang bagi pelajar dengan minat yang beragam.

Salah satu opsi evaluasi yang dipertimbangkan adalah memisahkan kategori lomba menulis dan lomba bercerita. Dengan pemisahan kategori, peserta dapat memilih bidang yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka.

“Ke depan, teknis lomba akan kami perbaiki. Bisa saja kategori menulis dan bercerita dipisahkan, atau persiapan dilakukan lebih awal supaya peserta lebih siap. Kami ingin menampung sebanyak mungkin minat pelajar di bidang literasi,” jelas Adiah.

Selain pemisahan kategori, penyelenggara juga mempertimbangkan untuk mengatur waktu persiapan yang lebih panjang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah peserta yang mundur dan memberi kesempatan bagi lebih banyak pelajar untuk berpartisipasi secara optimal.

Pasang Iklan

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah pendaftaran resmi ditutup, masih ada beberapa pelajar yang ingin mengikuti lomba. Namun, panitia tidak dapat menerima tambahan peserta karena batas waktu pendaftaran telah ditetapkan sejak awal.

“Ternyata masih ada yang ingin ikut setelah pendaftaran ditutup, tetapi kami harus konsisten dengan jadwal. Mudah-mudahan di lomba berikutnya mereka memiliki waktu persiapan yang lebih matang,” ujarnya.

Terkait penilaian, Adiah menegaskan bahwa lomba ini memiliki standar penilaian yang jelas. Penilaian mencakup kesesuaian cerita dengan budaya daerah, orisinalitas karya, serta kemampuan peserta dalam membawakan cerita di panggung.

Ia menambahkan bahwa Dewan Juri berasal dari kalangan yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang literasi, budaya, dan seni bercerita. Dengan demikian, penilaian dilakukan secara profesional dan objektif.

“Yang dinilai tentu saja kesesuaian cerita dengan daerah asal peserta serta kemampuan mereka menyampaikan cerita tersebut. Juri memiliki pengalaman dan pemahaman yang baik untuk menilai aspek-aspek tersebut,” tegasnya.

Dengan berbagai evaluasi dan perbaikan teknis yang direncanakan, Disperpusarsip Kalteng berharap pelaksanaan lomba di tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak pelajar dan menjadi ruang kreatif yang lebih inklusif.

Pasang Iklan

Penulis : Suhairi

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan