PALANGKA RAYA – Hari Ibu bagi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, bukan sekadar peringatan tahunan. Ia melihat momentum itu sebagai pengingat bahwa perempuan memegang peran penting dalam membentuk keluarga sekaligus menentukan kualitas generasi yang akan datang.
Aisyah mengajak perempuan, terutama para ibu di Kalimantan Tengah, terus meningkatkan kapasitas diri, berkarya, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk kembali mengingat besarnya peran ibu dalam keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa,” ujar Aisyah, Selasa, 2 Desember 2025.
Menurut dia, beban yang dipikul seorang ibu dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Mengandung, melahirkan, merawat, hingga mendidik anak merupakan rangkaian panjang yang membutuhkan tenaga, waktu, dan ketahanan mental.
Aisyah menyebut anak sebagai salah satu pilar keluarga. Karena itu, kualitas pengasuhan menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan keluarga.
“Seorang ibu memikul tanggung jawab besar karena dari tangan merekalah karakter dan masa depan seorang anak dibentuk. Anak adalah pilar keluarga. Bila pilar itu kuat, maka kokohlah rumah tangganya,” katanya.
Namun, ia juga menekankan bahwa tanggung jawab keluarga tidak semestinya dibebankan kepada ibu seorang diri. Dukungan suami, menurutnya, memiliki arti besar dalam perjalanan seorang perempuan menjalankan perannya sebagai ibu.
“Tantangan yang dihadapi para ibu, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga mendidik anak. Dukungan suami sangat penting dalam proses tersebut. Sekecil apa pun perhatian dari suami sangat berarti bagi seorang ibu. Kebersamaan dan dukungan itu menjadi kekuatan tersendiri,” ujarnya.
Aisyah juga berbicara dari pengalaman sebagai seorang ibu muda yang berupaya tetap hadir dalam proses tumbuh kembang anak-anaknya. Bagi dia, melihat anak tampil dan tumbuh dengan percaya diri merupakan kebahagiaan yang sulit digantikan.
Di sisi lain, ia tidak ingin peran domestik membuat perempuan berhenti mengembangkan dirinya. Menurut Aisyah, ruang bagi perempuan untuk berkiprah kini semakin terbuka.
Ia menunjuk keterlibatan perempuan dalam berbagai posisi publik sebagai bukti bahwa kemampuan perempuan tidak terbatas pada satu bidang. Perempuan telah hadir sebagai pemimpin di tingkat nasional maupun daerah, termasuk sebagai presiden, gubernur, menteri, bupati, hingga pimpinan organisasi perangkat daerah.
“Perempuan Indonesia telah mendapatkan ruang yang luas untuk berkiprah. Salah satu contoh perempuan juga mampu berkiprah baik sebagai presiden, gubernur, menteri, bupati, hingga kepala organisasi perangkat daerah,” tuturnya.
Menurut Aisyah, banyak perempuan bekerja yang tetap berusaha membagi waktu untuk keluarga. Kemampuan menjalankan berbagai peran tersebut, kata dia, layak mendapatkan penghargaan, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan dapat berkontribusi tanpa harus meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarga.
Karena itu, ia mendorong perempuan Kalteng untuk tidak berhenti belajar. Pendidikan, literasi digital, dan penguatan ekonomi kreatif disebut sebagai sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus kemandirian.
“Usia bukanlah batasan untuk terus belajar maupun berkarya,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan teknologi dan pola kehidupan masyarakat. Perempuan tidak hanya perlu memiliki keterampilan untuk mengembangkan ekonomi keluarga, tetapi juga kemampuan memilah informasi dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
Aisyah memberikan apresiasi kepada para ibu di Kalimantan Tengah yang selama ini menjalankan peran mereka di keluarga maupun masyarakat. Dedikasi tersebut, menurut dia, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
Ia berharap peringatan Hari Ibu tahun ini tidak berhenti pada ucapan dan seremoni. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan menumbuhkan keberanian bagi perempuan untuk terus belajar, mengambil peluang, dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Selamat Hari Ibu 2025 untuk seluruh Ibu Hebat di Kalimantan Tengah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Pada akhirnya, pesan Aisyah menempatkan ibu bukan hanya sebagai penjaga rumah, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi dan bagian dari kekuatan sosial daerah. Dari keluarga yang kuat, ia berharap lahir perempuan dan anak-anak yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai kebersamaan.
Editor : Andrian