INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, daerah yang tidak mampu meningkatkan kualitas SDM akan menghadapi kesulitan dalam mengejar kemajuan pembangunan. Sebaliknya, daerah dengan SDM unggul akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan persaingan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Minggu, 28 Desember 2025.
“Di mana suatu daerah maupun negara, kalau SDM-nya rendah, dapat dipastikan daerah itu tidak berkembang,” ujar Agustiar.
Ia mengatakan, pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Infrastruktur yang dibangun, menurutnya, tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak didukung oleh masyarakat yang memiliki kemampuan dan kompetensi.
“Kalau daerahnya punya SDM yang bagus, pasti daerah itu maju,” tegasnya.
Agustiar menyebut sektor pendidikan menjadi salah satu instrumen paling penting dalam menciptakan SDM berkualitas. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalteng terus mendorong berbagai program pendidikan, termasuk program Sekolah Gratis dan Kuliah Gratis.
Menurutnya, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Kalteng untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Tidak ada namanya orang tidak mampu tidak bisa bersekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk jenjang SMA dan sederajat, pemerintah provinsi memiliki kewenangan langsung sehingga menjadi tanggung jawab Pemprov Kalteng untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat.
Sementara untuk jenjang SD dan SMP, Agustiar menyebut diperlukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota agar program peningkatan akses pendidikan dapat berjalan secara menyeluruh.
“SMA itu kewajiban provinsi. Untuk SD dan SMP nanti kita coba kolaborasi dengan kabupaten dan kota,” jelasnya.
Selain pendidikan dasar dan menengah, Agustiar juga menyoroti pentingnya membuka akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun geografis.
Meski pendidikan tinggi merupakan kewenangan pemerintah pusat, ia menilai pemerintah daerah tetap perlu mengambil langkah strategis agar anak-anak Kalteng memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Sebetulnya kuliah gratis itu urusan kementerian. Tapi kalau kita tidak ambil langkah, saya yakin anak-anak kita tidak sekolah dan tidak kuliah. Data itu sudah kami lihat,” ungkapnya.
Agustiar menegaskan pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara instan. Namun, kualitas manusia yang baik akan menjadi penentu arah kemajuan Kalimantan Tengah di masa depan.
“Pembangunan SDM itu tidak instan, tetapi inilah yang menentukan masa depan Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Editor: Andrian