website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Agustiar Sabran Dorong Perempuan Kalteng Tak Sekadar Jadi Penerima Kebijakan

PALANGKA RAYA – Perempuan di Kalimantan Tengah didorong mengambil posisi lebih besar dalam pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Kalteng menilai peningkatan kualitas perempuan tidak cukup dilakukan melalui bantuan, tetapi harus membuka akses agar mereka mampu menentukan pilihan dan menyampaikan kepentingannya sendiri.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Selasa, 2 Desember 2025.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan itu menjadi ruang untuk kembali membicarakan posisi perempuan dalam pembangunan, bukan sekadar sebagai kelompok yang harus dilindungi, tetapi sebagai pelaku yang ikut menentukan arah perubahan.

Agustiar mengatakan pemerintah perlu terus memperluas akses bagi perempuan. Peningkatan kapasitas, pengembangan potensi sumber daya manusia, perlindungan sosial, serta kesempatan untuk berkembang harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.

Pasang Iklan

Menurut dia, perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai sektor. Karena itu, program pemberdayaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau pelatihan sesaat.

“Melalui berbagai pelatihan dan program pemberdayaan, kita ingin memastikan perempuan Kalimantan Tengah dapat terus meningkatkan kompetensi dan berperan aktif dalam pembangunan,” ujar Agustiar.

Ada satu hal lain yang ditekankan gubernur: perempuan perlu ikut berbicara ketika pemerintah menyusun kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka.

“Agar kebijakan dan program yang disusun benar-benar tepat sasaran, perempuan harus ikut menyampaikan pandangan dan aspirasinya,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan partisipasi perempuan sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Kebijakan yang dibuat tanpa mendengar pengalaman kelompok yang menjadi sasaran berisiko tidak menjawab persoalan sebenarnya di lapangan.

Bagi Pemerintah Provinsi Kalteng, perempuan bukan hanya bagian dari keluarga yang perlu diperkuat, tetapi juga mitra strategis dalam membangun daerah. Perannya dapat tumbuh dalam ruang pendidikan, ekonomi, pemerintahan, kewirausahaan, organisasi sosial, hingga berbagai sektor profesional.

Pasang Iklan

Dorongan itu menjadi semakin relevan ketika pembangunan daerah berbicara tentang target jangka panjang. Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengambil peran secara setara.

Kalteng pun menghadapi tantangan untuk memastikan kesempatan tersebut tidak hanya dinikmati perempuan di pusat kota. Akses terhadap pendidikan, pelatihan, perlindungan sosial, dan kesempatan ekonomi perlu menjangkau perempuan hingga wilayah yang lebih jauh dari pusat pemerintahan.

Agustiar berharap momentum Hari Ibu menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan harus terus berlanjut setelah acara selesai. Keberdayaan, menurutnya, harus terlihat dari kemampuan perempuan meningkatkan kapasitas sekaligus memberi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Semoga melalui momentum Hari Ibu ini, perempuan Kalimantan Tengah semakin percaya diri, semakin berdaya, dan terus menghadirkan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah,” tuturnya.

Pada akhirnya, ukuran keberdayaan perempuan bukan semata jumlah program yang disiapkan pemerintah, melainkan seberapa luas ruang yang tersedia bagi perempuan untuk belajar, bekerja, mengambil keputusan, dan menyampaikan suara.

Dari ruang keluarga hingga ruang kebijakan publik, perempuan Kalteng didorong untuk bergerak dari objek pembangunan menjadi bagian yang ikut menentukan arah pembangunan itu sendiri.

Editor : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!