website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Agustiar Sabran Ajak Pemuda Dayak Bersatu dan Lepas dari Kemiskinan

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus KADIN Provinsi Kalteng masa bakti 2026-2031 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 10 Juli 2026 malam. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak pemuda Dayak memperkuat persatuan dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Seruan itu disampaikan saat pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Dayak (Perpedayak) Pasukan Lawung Bahandang masa bakti 2025–2030 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa, 16 Desember 2025.

Pengukuhan tersebut dirangkai dengan Musyawarah Nasional Perpedayak Tahun 2025. Forum itu menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah peran pemuda Dayak dalam menghadapi perubahan sosial dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Agustiar menempatkan falsafah Huma Betang sebagai landasan kebersamaan. Menurut dia, nilai hidup bersama dalam keberagaman harus tetap menjadi pegangan masyarakat Dayak, terutama generasi muda.

“Dengan semangat Huma Betang sebagai fondasi keberagaman, semoga orang Dayak merdeka dari kemiskinan dan kebodohan,” kata Agustiar.

Pasang Iklan

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan harapan pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan.

Agustiar mengatakan persatuan menjadi modal penting bagi masyarakat Dayak untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Ia tidak ingin masyarakat Dayak hanya menjadi penonton di tengah perubahan dan pemanfaatan sumber daya yang berlangsung di Kalimantan Tengah.

Menurut dia, organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis untuk menyiapkan generasi yang memiliki kapasitas, daya saing, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Musyawarah Nasional Perpedayak, kata Agustiar, juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan pandangan organisasi.

“Munas ini menjadi momentum untuk merajut kebersamaan membangun daerah dengan semangat Penyang Hinje Simpei dalam rangka Manggatang Utus dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan DPP Perpedayak Pasukan Lawung Bahandang periode 2025–2030 dapat menjalankan organisasi secara solid dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pasang Iklan

Menurut Agustiar, organisasi harus mampu menghadirkan kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat. Perpedayak juga diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Di tengah perubahan sosial dan modernisasi, ia meminta pemuda Dayak tetap menjaga identitas dan nilai-nilai budaya tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Bagi Agustiar, kearifan lokal dan kemampuan beradaptasi harus berjalan beriringan. Persatuan, kedamaian, serta semangat gotong royong menjadi modal untuk menjaga Kalimantan Tengah tetap kondusif.

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Falsafah Huma Betang, menurut dia, mengajarkan masyarakat untuk hidup bersama meski memiliki latar belakang yang berbeda.

Pengukuhan pengurus baru Perpedayak pun menjadi penanda dimulainya masa kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan sejauh mana organisasi tersebut mampu menerjemahkan semangat persatuan, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Penulis: Maulana Kawit
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!