website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Agustiar Minta Koperasi Jadi Jalan Pemerataan Ekonomi Kalteng

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat melantik pengurus PUSKUD periode 2025-2030. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendorong koperasi mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa serta wilayah terpencil.

Dorongan tersebut disampaikan Agustiar saat melantik Pengurus dan Pengawas Pusat Koperasi Unit Desa atau PUSKUD Kalimantan Tengah periode 2025-2030 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Minggu, 14 Desember 2025.

Menurut Agustiar, koperasi memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai koperasi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai badan usaha. Lebih dari itu, koperasi merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang memiliki kemampuan menjangkau kelompok ekonomi di tingkat bawah.

Pasang Iklan

Peran tersebut menjadi semakin penting di Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan kondisi geografis yang beragam. Di sejumlah daerah, masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh akses permodalan maupun memperluas pasar.

“Koperasi harus hadir sebagai solusi ekonomi masyarakat, terutama bagi warga desa dan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap permodalan dan pasar,” ujar Agustiar.

Karena itu, ia meminta koperasi mampu menangkap potensi ekonomi yang tumbuh di tengah masyarakat. Koperasi diharapkan tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi lembaga yang benar-benar menjalankan kegiatan ekonomi dan memberikan manfaat kepada anggotanya.

Agustiar juga mengingatkan jajaran Pengurus dan Pengawas PUSKUD Kalimantan Tengah yang baru dilantik mengenai tanggung jawab yang melekat pada jabatan mereka.

Kepercayaan anggota, menurut dia, harus dijaga melalui tata kelola yang terbuka, profesional, dan berintegritas. Tanpa pengelolaan yang baik, koperasi akan sulit berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat.

Ia menilai kesehatan sebuah koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau jumlah anggota. Kemampuan pengurus mengelola organisasi dan usaha secara profesional juga menjadi faktor penting.

Pasang Iklan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kata Agustiar, juga mendorong gerakan koperasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Program tersebut dinilai sejalan dengan gagasan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi diharapkan mampu menjadi bagian dari penggerak aktivitas ekonomi.

“Melalui semangat gotong royong, koperasi mampu mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.

Namun, upaya memperkuat koperasi tidak cukup hanya dengan membentuk organisasi. Agustiar berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian serius.

Pengurus koperasi membutuhkan kemampuan manajerial dan pemahaman tata kelola agar mampu mengembangkan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Akses terhadap permodalan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperkuat. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai dan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha anggotanya.

Dalam kesempatan itu, Agustiar turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia atas dukungan terhadap pengembangan gerakan koperasi di Kalimantan Tengah.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan gerakan koperasi terus diperkuat.

Bagi Agustiar, keberhasilan koperasi pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya lembaga yang terbentuk atau seremoni pelantikan pengurus. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana koperasi mampu membuka akses ekonomi, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Dengan kepengurusan PUSKUD Kalimantan Tengah periode 2025-2030, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan ekonomi kerakyatan tersebut ke dalam kerja nyata hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!