INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di sebuah gang sederhana di Jalan Pasanah, Gang Alpukat, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, berdiri bengkel kecil yang namanya telah akrab di telinga para pemilik mobil lawas.
Bengkel Dinamo Cak Mul, demikian warga menyebutnya, telah bertahan selama 25 tahun dan tetap eksis di tengah menjamurnya bengkel modern dengan peralatan serba digital.
Pemiliknya, Mulyono (lebih dikenal sebagai Cak Mul) memulai perjalanan usahanya dari nol. Berbekal pengalaman ikut bekerja di bengkel orang lain, ketekunan dan jam terbang yang panjang akhirnya mengantarkannya membuka bengkel sendiri.
Dari situlah nama Bengkel Dinamo Cak Mul tumbuh dan perlahan menjadi rujukan, khususnya untuk urusan kelistrikan kendaraan.
Pada masa awal berdiri, bengkel ini melayani beragam perbaikan kendaraan. Namun, seiring waktu dan perubahan kebutuhan pelanggan, fokus layanan pun bergeser.
Kini, servis dinamo menjadi pekerjaan utama yang mendominasi aktivitas bengkel setiap harinya, terutama dinamo starter dan dinamo pengisian yang kerap bermasalah.
Mayoritas kendaraan yang datang adalah mobil-mobil tua dengan usia pakai di atas 10 tahun. Dalam satu hari, Cak Mul mengaku bisa menangani lima hingga tujuh unit servis dinamo, bahkan tak jarang mencapai sepuluh unit.
Sebagian kendaraan dengan kerusakan berat harus menginap berhari-hari di bengkel kecil tersebut.
“Kalau sekarang kebanyakan mobil tua. Dinamonya sudah aus, kumparan lemah, atau sikat habis,” ujarnya saat ditemui, Selasa (20/1/2026).
Menurut Cak Mul, faktor usia kendaraan menjadi penyebab utama kerusakan dinamo. Intensitas pemakaian harian, kondisi cuaca, hingga lingkungan yang lembap turut mempercepat penurunan performa komponen kelistrikan. Kerusakan kerap datang perlahan, namun dampaknya bisa langsung membuat kendaraan mogok.
Meski persaingan usaha semakin ketat, pengalaman seperempat abad menjadi modal utama bengkel ini untuk tetap dipercaya pelanggan. Rudi, salah satu pelanggan setia, mengaku bengkel Dinamo Cak Mul selalu menjadi andalannya.
“Sudah langganan saya, orangnya baik dan supel. Pintar menyiasati kerusakan, jadi tidak terlalu banyak biaya,” katanya.
Ke depan, Cak Mul berkomitmen menjaga kualitas layanan dan tetap setia pada spesialisasi kelistrikan, merawat denyut mesin mobil-mobil tua agar terus bertahan di jalan.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian