Kategori: Kotawaringin Barat

  • Bupati Kobar Tagih Komitmen Pertamina dan Perusahaan Dukung Satgas Karhutla

    Bupati Kobar Tagih Komitmen Pertamina dan Perusahaan Dukung Satgas Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Hj Nurhidayah meminta komitmen Pertamina dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk mendukung kerja Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Permintaan itu disampaikan karena kebutuhan operasional Satgas di lapangan terus meningkat. Salah satu yang menjadi kendala adalah ketersediaan dan akses bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan yang digunakan petugas menangani karhutla.

    Nurhidayah mengatakan, kendaraan operasional Satgas harus bisa bergerak cepat ketika menerima laporan kebakaran. Karena itu, akses terhadap BBM menjadi bagian penting yang tidak boleh menghambat mobilitas petugas.

    Ia berharap Pertamina dapat memberikan kemudahan bagi kendaraan yang digunakan untuk penanganan karhutla saat melakukan pengisian BBM. Petugas di lapangan, kata dia, seharusnya tidak terkendala antrean ketika membutuhkan bahan bakar untuk menuju lokasi kebakaran.

    “Pertamina ini untuk lebih mempermudah akses kalau teman-teman ini membutuhkan untuk mengisi. Jangan sampai dipersulit, apalagi sampai ngantri,” kata Nurhidayah, Selasa (8/9/2026).

    Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus dukungan logistik yang memadai. Ketika api muncul di lokasi yang sulit dijangkau, kendaraan dan personel harus segera dikerahkan agar kebakaran tidak semakin meluas.

    Selain Pertamina, Nurhidayah juga meminta perusahaan yang berinvestasi di Kobar menunjukkan komitmen nyata dalam membantu penanganan karhutla. Peran perusahaan dinilai penting karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi kondisi tersebut.

    Nurhidayah menyebut, sejauh ini baru CBI yang memberikan dukungan. Ia berharap perusahaan lainnya juga ikut mengambil bagian, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional Satgas yang masih menjadi kendala di lapangan.

    “Kalau tadi apa sih sudah kontribusi dari beberapa perusahaan yang berinvestasi di Kotawaringin Barat sampai saat ini hanya baru CBI, yang lain belum ada,” ujarnya.

    “Kami saat ini butuh supporting-nya, itu tadi masalah BBM. Kondisi kendala kami saat ini,” tegas Nurhidayah. Ia berharap komitmen Pertamina dan perusahaan dapat diwujudkan melalui dukungan yang benar-benar dibutuhkan Satgas, sehingga petugas dapat bergerak cepat dan penanganan karhutla di Kobar berjalan lebih maksimal.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Bupati Jalan 3 KM ke Titik Karhutla, Medan Berat jadi Tantangan Satgas Kobar

    Bupati Jalan 3 KM ke Titik Karhutla, Medan Berat jadi Tantangan Satgas Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Beratnya medan menjadi tantangan tersendiri bagi Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Bahkan, untuk mencapai titik kebakaran di Kilometer 19 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Bupati Kobar Nurhidayah harus masuk sekitar tiga kilometer dari jalan utama.

    Kondisi tersebut terlihat saat Nurhidayah meninjau langsung lokasi karhutla, Selasa (8/9/2026). Ia bersama tim harus melewati akses yang cukup sulit untuk melihat dari dekat kondisi medan sekaligus memastikan penanganan kebakaran berjalan di lapangan.

    Titik api berada cukup jauh dari jalan utama dan akses menuju lokasi hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi ini membuat kendaraan pemadam maupun sarana pendukung lainnya tidak bisa dengan mudah mendekati titik api.

    Nurhidayah mengatakan, kondisi medan yang sulit menjadi salah satu kendala utama yang harus dihadapi petugas. Tantangan tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga, waktu, serta strategi tersendiri.

    “Kita cek secara langsung sekaligus memberikan arahan dan solusi terkait bagaimana susahnya medan dalam pemadaman karhutla di lokasi ini,” kata Nurhidayah.

    Selain akses, keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan. Petugas harus memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di sekitar lokasi, sementara kebutuhan tambahan didukung dari posko terdekat untuk proses pemadaman hingga pendinginan.

    Menurut Nurhidayah, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa tugas Satgas Karhutla di lapangan tidak mudah. Personel harus bekerja dalam medan berat dan terkadang harus menempuh jarak cukup jauh untuk menjangkau titik api.

    Ia pun meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama bertugas. Kondisi medan yang berat ditambah waktu penanganan yang panjang membuat kebugaran petugas harus menjadi perhatian.

    Penanganan karhutla di lokasi tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, relawan, serta tim kesehatan. Koordinasi terus dilakukan agar pemadaman dan pendinginan dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

    Sebelum meninjau titik karhutla, Nurhidayah juga mengecek Posko Karhutla di Kilometer 15. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan logistik, ketersediaan air, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan petugas dalam operasi penanganan karhutla.

    Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kejadian karhutla, Nurhidayah kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. Ia meminta warga menunda aktivitas membakar sampah maupun lahan karena kondisi kering membuat api mudah menyebar.

    “Kami sekali lagi mengimbau seluruh masyarakat agar untuk saat ini jangan bakar-bakar dulu, baik itu sampah apalagi lahan pekarangan,” pintanya.

    Pemerintah daerah berharap masyarakat ikut berperan mencegah munculnya titik api baru. Dengan begitu, Satgas Karhutla dapat lebih fokus menangani kebakaran yang masih berlangsung, terutama titik-titik yang memiliki akses sulit seperti di Kilometer 19 tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • 10 Jam Berjibaku, Tim Karhutla Lanud Iskandar Padamkan Karhutla di Sungai Tendang

    10 Jam Berjibaku, Tim Karhutla Lanud Iskandar Padamkan Karhutla di Sungai Tendang

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tim SOC Karhutla Lanud Iskandar berjibaku hampir 10 jam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Senin (7/9/2026).

    Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya kebakaran dari warga melalui Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat.

    “Tim mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 10.58 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 20.55 WIB,” kata Nugroho dalam laporan pelaksanaan pemadaman.

    Menurut dia, kebakaran terjadi pada lahan kosong yang merupakan kawasan rawa gambut. Area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Api diketahui berasal dari karhutla di wilayah Sungai Kapitan dan kemudian merambat hingga ke kawasan Sungai Tendang.

    Dalam penanganan tersebut, Lanud Iskandar mengerahkan 15 personel bersama dua unit mobil pemadam kebakaran TNI AU. Kendaraan pemadam IKR-01 digunakan sebanyak tujuh kali, sedangkan IKR-02 sebanyak enam kali untuk mendukung upaya pemadaman.

    Nugroho menjelaskan, proses pemadaman dilakukan dengan menyasar titik-titik api, dilanjutkan pendinginan serta penyekatan area. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas, khususnya ke arah permukiman warga.

    “Sebagian api berhasil dipadamkan dan area yang mengarah ke permukiman sudah tersekat,” ujarnya.

    Namun, upaya pemadaman belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh area yang terbakar. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan bara karena lokasinya sulit dijangkau selang pemadam.

    Kondisi lahan gambut serta perubahan arah angin menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Karena itu, pemadaman dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan mencegah penjalaran api.

    Hingga kegiatan berakhir pada pukul 20.55 WIB, sebagian besar titik yang dapat dijangkau telah ditangani dan pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan.

    Nugroho memastikan seluruh personel dalam kondisi aman dan peralatan pemadam tetap lengkap. Tim juga terus melakukan pemantauan terhadap titik yang masih berasap untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas ke kawasan permukiman.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Sempat Viral Warga Tolak Petugas Karhutla di Kumai, Ternyata Diduga ODGJ

    Sempat Viral Warga Tolak Petugas Karhutla di Kumai, Ternyata Diduga ODGJ

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Video seorang warga yang menolak petugas Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat hendak melakukan pemadaman di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, sempat viral di media sosial.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026), ketika personel Satgas Karhutla hendak masuk ke lokasi untuk menangani kebakaran lahan. Dalam video yang beredar, seorang warga terlihat melarang petugas melakukan pemadaman.

    Aksi penolakan itu sempat membuat proses pemadaman terhenti. Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan mendapat perhatian warganet karena terjadi saat petugas tengah berjibaku menangani karhutla.

    Kapolsek Kumai IPDA Kamalul Fahmi kemudian memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Ia mengatakan, warga yang terekam dalam video itu diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ.

    “Yang melarang itu diduga ODGJ, adik dari yang punya rumah,” ujar Kamalul Fahmi saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

    Kamalul mengatakan, penolakan tersebut hanya dilakukan secara verbal. Tidak terjadi kontak fisik maupun kekerasan antara warga tersebut dengan personel Satgas Karhutla yang berada di lokasi.

    “Kemarin, penolakan hanya dengan kata-kata. Harap maklum karena kondisinya memang begitu,” katanya.

    Setelah mengetahui kondisi warga tersebut, pemilik rumah kemudian memberikan izin kepada petugas untuk melanjutkan proses pemadaman. Kendaraan tangki pemadam juga diperbolehkan masuk ke halaman rumah untuk membantu proses penanganan api.

    Petugas kemudian melanjutkan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih menemukan asap yang keluar dari lahan bekas terbakar karena lokasi kebakaran berada di kawasan gambut.

    “Saat ini api sudah padam, tinggal ada asapnya karena lahan gambut,” jelas Kamalul.

    Polisi menegaskan, peristiwa dalam video tersebut tidak menunjukkan adanya penolakan masyarakat secara umum terhadap upaya pemadaman karhutla. Penolakan terjadi karena warga yang bersangkutan diduga mengalami gangguan jiwa, sementara proses pemadaman akhirnya dapat dilanjutkan hingga api berhasil dikendalikan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Tim PT SINP-PBNA Bantu Pemadaman Kebakaran di SDN 1 Pangkut

    Tim PT SINP-PBNA Bantu Pemadaman Kebakaran di SDN 1 Pangkut

    INTIMNEWS.COM PANGKALAN BUN – Kebakaran terjadi di salah satu bangunan fasilitas SDN 1 Pangkut, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara. Saat api mulai membakar bangunan sekolah, tim tanggap darurat PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP) dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA) bergerak membantu proses pemadaman.

    Tim TKTD PT SINP–PBNA langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran. Sejumlah personel bersama peralatan pemadaman dikerahkan untuk membantu mengendalikan api.

    Gerak cepat tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api semakin meluas dan merembet ke bangunan sekolah lainnya.

    Kepala SDN 1 Pangkut, Sehat, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PT SINP–PBNA. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam situasi darurat seperti kebakaran.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SINP–PBNA yang telah bergerak cepat membantu proses pemadaman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena dapat membantu mencegah api meluas ke fasilitas sekolah lainnya,” ujar Sehat.

    Kehadiran tim perusahaan di lokasi menjadi bagian dari kepedulian terhadap kondisi darurat yang terjadi di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Perwakilan Manajemen PT SINP–PBNA, Satria Jaya, mengatakan pihaknya berupaya untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk saat terjadi kebakaran.

    “Ketika kami mendapatkan informasi adanya kebakaran di SDN 1 Pangkut, tim langsung bergerak membantu pemadaman. Bagi kami, keberadaan perusahaan harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam membantu menangani kondisi darurat seperti ini,” kata Satria.

    Menurut Satria, kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman terus dijaga, terlebih saat musim kemarau ketika potensi kebakaran meningkat.

    “Kami terus menjaga kesiapan personel dan peralatan penanggulangan kebakaran. Selain untuk menjaga wilayah operasional, kemampuan tersebut juga kami upayakan dapat membantu masyarakat apabila terjadi kondisi darurat di sekitar perusahaan,” ujarnya.

    Ia berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat melalui kerja sama berbagai pihak, sehingga api tidak meluas dan kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan.

    Sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait dinilai penting dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk kebakaran di fasilitas umum.

    PT SINP–PBNA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya penanggulangan kebakaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian 

  • Karhutla Kobar Meluas hingga KM 19, Pemkab Desak Bantuan Helikopter Water Bombing

    Karhutla Kobar Meluas hingga KM 19, Pemkab Desak Bantuan Helikopter Water Bombing

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Titik kebakaran di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama kini meluas hingga KM 19 dan sebagian berada di kawasan gambut yang sulit dijangkau armada pemadam.

    Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Kobar kembali mengupayakan bantuan helikopter water bombing. Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pemadaman dari udara diperlukan karena sejumlah lokasi kebakaran berada jauh di dalam kawasan dan tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.

    Nurhidayah menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada Tim Satgas Karhutla di Posko Induk, Selasa (9/9/2026). Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalteng Riska Agustin, Staf Ahli Achmad Rois, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Agus Dwi Suhartono.

    Menurut Nurhidayah, pemerintah daerah telah tiga kali menyampaikan surat permohonan bantuan helikopter water bombing. Upaya tersebut dilakukan karena pemadaman melalui jalur darat semakin menghadapi keterbatasan, terutama untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses.

    “Lokasinya berada di dalam dan sulit terjangkau armada pemadam. Jalan satu-satunya adalah pemadaman melalui udara. Fokus penanganan masih di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dan kini meluas hingga KM 19,” kata Nurhidayah.

    Ia mengatakan, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena wilayah yang terbakar merupakan kawasan gambut. Pemerintah daerah juga mengantisipasi agar api tidak merembet ke kawasan Danau Masoraian yang memiliki fungsi konservasi dan menjadi habitat orangutan.

    Nurhidayah menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Ia menyebut penanganan sejauh ini telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP), namun kondisi di lapangan membutuhkan dukungan dan gotong royong dari berbagai pihak agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

    Selain persoalan pemadaman, Nurhidayah meminta seluruh personel Satgas Karhutla memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Ia meminta sistem kerja menggunakan pola sif agar personel tidak bekerja selama 24 jam tanpa jeda.

    “Keselamatan dan kesehatan tim menjadi skala prioritas. Jangan sampai karena ingin memadamkan api, kesehatan dan keselamatan anggota justru terabaikan,” ujarnya.

    Di tengah upaya penanganan karhutla, Nurhidayah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kobar yang secara sukarela membantu kebutuhan logistik dapur umum bagi personel Satgas. Menurut dia, dukungan tersebut sangat membantu keberlangsungan operasi di lapangan.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan, hingga saat ini tercatat 2.711 hotspot di enam kecamatan. Tiga wilayah dengan titik api terbanyak yakni Kecamatan Kumai, Arut Selatan, dan Kotawaringin Lama. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 1.958 hektare, sementara Tim Satgas Karhutla Kobar telah melakukan penanganan pada 325 titik.

  • Pemadaman Karhutla di Kumai Sempat Ditolak Warga, BPBD Beri Peringatan Keras

    Pemadaman Karhutla di Kumai Sempat Ditolak Warga, BPBD Beri Peringatan Keras

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kobaran api dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Bahari, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi perhatian. Upaya pemadaman oleh Satgas Darat sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga.

    Kebakaran terjadi di area yang ditumbuhi semak belukar. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api bergerak cepat sehingga petugas berupaya segera mengendalikan kobaran agar tidak merembet ke kawasan lain.

    Melihat kondisi tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Personel BPBD Kobar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta dukungan satu unit armada water supply milik TNI AU dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

    Situasi di lapangan kemudian sempat berbeda dari yang diharapkan. Saat petugas bersiap menyemprotkan air, sejumlah warga yang berada di sekitar bangunan besar berkonstruksi beton meminta petugas tidak melakukan pemadaman di area tersebut.

    Penolakan itu sempat memicu ketegangan antara petugas dan warga. Petugas berusaha menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan mengancam area di sekitar lokasi kebakaran.

    Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andhan Santana, membenarkan adanya penolakan tersebut. Menurut dia, petugas datang ke lokasi untuk mengamankan kawasan dari potensi kebakaran yang lebih besar.

    “Mereka menolak akses petugas yang hendak mengamankan area dari bahaya kebakaran yang lebih masif,” kata Andhan, Senin (7/9/2026).

    Meski sempat mendapat penolakan, petugas akhirnya tetap melakukan pemadaman. Kobaran api berupaya dikendalikan agar tidak terus menjalar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

    Petugas juga merekam situasi selama kejadian berlangsung. Dokumentasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari catatan penanganan karhutla, termasuk adanya penolakan terhadap upaya pemadaman di lokasi.

    Andhan menyebut, berdasarkan dugaan sementara, area yang terbakar berkaitan dengan kepentingan pembukaan lahan pertanian. Ia mengingatkan masyarakat agar mendukung upaya pemadaman dan tidak menghalangi petugas yang sedang menjalankan tugas.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila menolak akan diproses secara hukum,” pungkas Andhan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Jalan Samari Kobar Kini Terang, Warga: Alhamdulillah, Bertahun-tahun Kami Menunggu

    Jalan Samari Kobar Kini Terang, Warga: Alhamdulillah, Bertahun-tahun Kami Menunggu

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga menyambut lega perubahan Jalan Samari, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Ruas jalan yang selama bertahun-tahun minim penerangan kini mulai terang setelah Pemerintah Kabupaten Kobar memasang puluhan lampu penerangan jalan umum (PJU).

    Penerangan tersebut langsung mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka mengaku bersyukur karena kondisi Jalan Samari yang sebelumnya gelap pada malam hari kini jauh lebih terang.

    “Alhamdulillah, bertahun-tahun kami warga menunggu jalan di Samari terang. Terima kasih pemerintah daerah. Yang pasti sekarang terang dan aman,” kata Ahmadinejad, warga Pasir Panjang, Senin (7/9/2026) malam.

    Menurut Ahmadinejad, keberadaan lampu PJU sangat membantu masyarakat yang melintasi Jalan Samari pada malam hari. Selain membuat perjalanan lebih nyaman, penerangan juga dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman pengguna jalan.

    “Selama ini kalau malam memang gelap. Sekarang sudah terang, kami sebagai warga tentu merasa senang,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Rohima, warga lainnya. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kobar terhadap kondisi Jalan Samari yang selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat.

    “Terima kasih Pemkab Kobar. Sekarang jalan sudah terang dan lebih nyaman untuk dilewati,” kata Rohima.

    Untuk menerangi ruas Jalan Samari, pemerintah daerah memasang sebanyak 62 tiang PJU. Lampu-lampu tersebut kini mulai berfungsi dan membuat sejumlah titik di sepanjang jalan terlihat terang pada malam hari.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat Rawandi membenarkan pemasangan puluhan PJU tersebut. Ia mengatakan sebanyak 62 tiang penerangan telah dipasang di Jalan Samari dan saat ini sudah mulai berfungsi.

    “Ada 62 tiang penerangan yang dipasang di Jalan Samari. Alhamdulillah sudah mulai berfungsi dan terang,” ujar Rawandi.

    Menurut Rawandi, pembangunan penerangan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kobar meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026. Pembangunan itu juga merupakan arahan Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

    Jalan Samari menjadi salah satu akses penting menuju kawasan Sport Center yang digunakan untuk sejumlah kegiatan dan pertandingan Porprov. Karena itu, penerangan di ruas tersebut diharapkan memberikan kemudahan dan rasa aman bagi warga, atlet, ofisial, serta masyarakat yang melintas pada malam hari.

    Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan pemasangan PJU tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4,98 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan selama 150 hari kalender, mulai 15 April hingga 11 September 2026.

    Kini, warga berharap penerangan Jalan Samari tidak hanya menjadi fasilitas pendukung Porprov, tetapi juga dapat terus dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang. Bagi warga yang telah bertahun-tahun menunggu, berubahnya jalan yang dulu gelap menjadi terang menjadi kabar yang patut disyukuri.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Abu Vulkanik Krakatau Bikin Penerbangan Kacau, Wisatawan Asing Gagal ke TNTP

    Abu Vulkanik Krakatau Bikin Penerbangan Kacau, Wisatawan Asing Gagal ke TNTP

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Abu vulkanik Gunung Krakatau membuat penerbangan menuju Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terganggu. Dampaknya, sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang hendak berlibur ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) gagal melanjutkan perjalanan, Senin (7/9/2026).

    Gangguan penerbangan terjadi setelah kondisi abu vulkanik berdampak pada operasional penerbangan dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Kondisi tersebut turut memengaruhi penerbangan yang memiliki rute dari dan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

    Berdasarkan laporan pembaruan penerbangan Bandara Iskandar periode pukul 06.00-09.00 WIB, terdapat enam rangkaian penerbangan Batik Air dan Nam Air yang mengalami pembatalan.

    Dari Batik Air, penerbangan ID6202/ID6203 rute Jakarta (CGK)-Pangkalan Bun (PKN)-Jakarta dibatalkan. Kemudian ID6302/ID6303 rute Semarang (SRG)-Pangkalan Bun-Semarang serta ID6204/ID6205 rute Jakarta-Pangkalan Bun-Jakarta juga batal.

    Sementara itu, tiga penerbangan Nam Air turut terdampak. Yakni IN190/IN195 rute Jakarta-Pangkalan Bun-Semarang, IN196/IN193 rute Semarang-Pangkalan Bun-Surabaya, dan IN192/IN191 rute Surabaya-Pangkalan Bun-Jakarta.

    Pembatalan tersebut membuat perjalanan sejumlah penumpang ikut terhenti, termasuk wisatawan mancanegara yang hendak menuju Pangkalan Bun untuk melanjutkan perjalanan wisata ke TNTP. Mereka harus menunda atau membatalkan perjalanan akibat tidak tersedianya penerbangan sesuai jadwal.

    Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, menyebut kondisi fasilitas Bandara Iskandar secara umum masih normal.

    Jarak pandang di Bandara Iskandar tercatat sekitar 4.000 meter dengan kondisi terdapat asap. Sementara kecepatan angin berada di kisaran 8 knots. Aktivitas operasional bandara masih berjalan dengan pengawasan terhadap perkembangan kondisi udara.

    Meski enam rangkaian penerbangan batal, masih terdapat penerbangan yang beroperasi sesuai jadwal. Salah satunya Batik Air ID6135/ID6134 dengan rute Surabaya-Pangkalan Bun-Surabaya.

    Pihak bandara bersama maskapai dan stakeholder terkait terus melakukan koordinasi untuk menangani dampak pembatalan penerbangan. Penumpang diarahkan memperoleh informasi resmi dari maskapai terkait perubahan jadwal, refund maupun reschedule.

    Hingga pukul 09.00 WIB, situasi keamanan dan ketertiban di Bandara Iskandar tetap aman, kondusif dan terkendali. Petugas AVSEC meningkatkan pemantauan di area terminal dan mengantisipasi potensi ketidakpuasan penumpang dengan pendekatan persuasif dan humanis.

    Pihak bandara juga terus memantau perkembangan abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan berikutnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelancaran akses udara merupakan salah satu penunjang utama perjalanan wisatawan, termasuk wisman yang hendak berkunjung ke TNTP.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Pasis Sesko TNI Turun ke Karang Mulya, Edukasi Warga Cegah Karhutla

    Pasis Sesko TNI Turun ke Karang Mulya, Edukasi Warga Cegah Karhutla

    INTIMNEWS,COM, PANGKALAN BUN – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tim Penyuluh Karhutla Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Senin (7/9/2026).

    Penyuluhan tersebut dipimpin Ketua Tim Pasis Sesko TNI Kolonel Pnb Iwan Setiawan bersama sejumlah perwira siswa. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, Linmas, RT/RW, serta Babinsa Koramil 1014-05/Pangkalan Banteng.

    Dalam penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah Karhutla sejak dini. Warga juga diingatkan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi lingkungan yang rentan terhadap kebakaran.

    Kolonel Pnb Iwan Setiawan mengatakan, kedatangan tim Pasis Sesko TNI tidak hanya untuk memberikan penyuluhan, tetapi juga menggali informasi langsung mengenai kondisi dan persoalan Karhutla di lapangan.

    “Kami ingin mendapatkan masukan dari petugas dan masyarakat. Semua informasi ini akan kami catat dan menjadi bahan kajian serta masukan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan ke depan,” ujar Iwan.

    Menurut dia, informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami persoalan Karhutla secara lebih menyeluruh. Kondisi di lapangan dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.

    Dalam kesempatan yang sama, Kolonel Laut (P) Agus Yunianto turut memberikan materi mengenai pencegahan Karhutla. Masyarakat diingatkan bahwa api yang terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan menjalar, terlebih ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

    Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lahan yang dikelola. Pemilik lahan juga diimbau memilih cara yang lebih aman dalam melakukan pembukaan atau pembersihan lahan.

    Pencegahan, kata Agus, tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi lingkungan dan dapat segera mengetahui apabila muncul titik api.

    Melalui kegiatan tersebut, Tim Pasis Sesko TNI berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan unsur terkait diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat.

    Tim Pasis Sesko TNI memberikan edukasi pencegahan karhutla kepada masyarakat Desa Karang Mulya, Pangkalan Banteng, untuk meningkatkan kewaspadaan warga.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!