Kategori: Kotawaringin Barat

  • HUT Ke-81 RI di Kobar: Merah Putih Berkibar, Bupati Ajak Warga Lanjutkan Perjuangan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Kobar, Senin (17/8).

    Upacara tersebut dipimpin Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, S.H., M.H. dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran TNI dan Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur masyarakat lainnya.

    Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan. Momentum tersebut menjadi refleksi bersama untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Puncak upacara ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kobar. Dengan langkah tegap dan disiplin, para anggota Paskibraka menjalankan tugas hingga bendera Merah Putih berkibar sempurna di hadapan peserta upacara.

    Keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas menjadi salah satu momen sakral dalam peringatan kemerdekaan. Pengibaran bendera tersebut sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan semangat generasi penerus dalam menjaga keutuhan bangsa.

    Bupati Hj. Nurhidayah mengatakan, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi pengingat mengenai tanggung jawab bersama untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

    “Mari kita jadikan momentum peringatan kemerdekaan ini sebagai pengingat bahwa kemajuan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Nurhidayah.

    Ia menegaskan, kemajuan bangsa dan daerah tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan persatuan, kerja keras, kepedulian serta semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

    “Dengan persatuan, kerja keras, dan semangat gotong royong, mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” tegasnya.

    Nurhidayah berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, ia mengajak seluruh masyarakat Kobar menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan dan bersama-sama melanjutkan pembangunan demi mewujudkan Kotawaringin Barat yang semakin jaya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Warga Kumai Lupakan Sejenak Antrean BBM, Tumpah Ruah Nikmati Final KIM Cup

    Warga Kumai Lupakan Sejenak Antrean BBM, Tumpah Ruah Nikmati Final KIM Cup

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Ribuan warga Kumai Hilir, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, sejenak melupakan hiruk-pikuk antrean BBM. Mereka tumpah ruah menyaksikan partai final turnamen bola voli KIM Cup yang berlangsung meriah di lapangan Pesona Bahari.

    Gelaran tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat Kumai. Bukan hanya pertandingan olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menikmati malam dengan penuh kegembiraan.

    Sebelum partai final digelar pada malam hari, KIM Property lebih dulu menggelar jalan sehat yang diikuti hampir seluruh warga Kumai Hilir. Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai hingga rangkaian acara berlanjut menuju pertandingan final.

    Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Warga dapat menikmati beragam kuliner dan produk lokal sembari menyaksikan pertandingan, sehingga kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi UMKM untuk bergerak.

    Ketua Panitia KIM Cup sekaligus Wakil Manajer KIM Property, Wardiman, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut memang ditujukan untuk masyarakat Kumai.

    “Turnamen ini maupun jalan sehat kami gelar untuk masyarakat Kumai. Harapannya masyarakat semakin kompak dan bersama-sama menjaga ketenteraman wilayah,” ujar Wardiman.

    Menurut Wardiman, turnamen bola voli juga menjadi wadah positif bagi anak-anak muda. Mereka dapat menyalurkan energi melalui olahraga sekaligus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

    “Untuk turnamen bola voli, kami ingin memberikan kegiatan positif bagi anak-anak muda agar bisa mengembangkan bakat dan potensinya,” katanya, Senin (17/8/2026).

    Ia mengatakan antusiasme ribuan warga dalam menyaksikan final menunjukkan olahraga mampu menjadi sarana yang mempererat hubungan masyarakat. Lapangan voli pun berubah menjadi tempat berkumpulnya warga dari berbagai kalangan.

    Wardiman menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian KIM Property terhadap masyarakat Kotawaringin Barat. Hal itu juga menjadi harapan owner KIM Property, Rangga Lesmana, agar keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Harapan dari owner Bapak Rangga Lesmana, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian KIM Property terhadap masyarakat Kotawaringin Barat. KIM hadir untuk semuanya,” tutur Wardiman.

    Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, KIM Property berencana membuat kegiatan yang lebih menarik dan meriah pada tahun depan. “Insyaallah tahun depan KIM Property akan membuat kegiatan yang lebih menarik dan lebih meriah lagi untuk masyarakat,” ujar Wardiman.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kerhutla 792 Hektar, Bupati Kobar Perintahkan Satgas Lindungi Hutan dan Warga dari Asap

    Kerhutla 792 Hektar, Bupati Kobar Perintahkan Satgas Lindungi Hutan dan Warga dari Asap

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius. Di tengah status tanggap darurat, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah memerintahkan Satgas Karhutla mempercepat penanganan untuk melindungi hutan dan masyarakat dari dampak kebakaran serta asap.

    Instruksi itu disampaikan Hj. Nurhidayah saat memimpin Apel Tanggap Darurat Karhutla 2026 di halaman Kantor Bupati Kobar, Minggu (16/8/2026) pagi. Apel menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla.

    Berdasarkan data Posko Induk Tanggap Darurat Karhutla hingga 16 Agustus 2026, tercatat 417 titik panas atau hotspot di Kobar. Dari jumlah tersebut, terdapat 173 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 792,44 hektare.

    Besarnya luasan lahan yang terbakar membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Hj. Nurhidayah meminta setiap unsur yang tergabung dalam satgas bergerak berdasarkan informasi yang akurat dan segera mengambil tindakan ketika ditemukan potensi kebakaran.

    “Karena itu, kita harus bekerja lebih cepat, lebih terkoordinasi dan lebih terukur,” ujar Hj. Nurhidayah.

    Apel tersebut diikuti TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Manggala Agni, KPHP, BKSDA, Taman Nasional Tanjung Puting, unsur SAR, perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan hingga dunia usaha.

    Menurut Hj. Nurhidayah, seluruh kekuatan tersebut harus bekerja dalam satu koordinasi. Prinsip satu komando, satu data dan satu tujuan harus menjadi pegangan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Seluruh unsur harus bergerak dalam satu koordinasi dan satu tujuan, yaitu mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat, dan menjaga lingkungan Kabupaten Kotawaringin Barat,” tegasnya.

    Ia juga meminta perlindungan terhadap hutan, lahan gambut, kawasan konservasi serta ekosistem penting lainnya diperkuat. Pencegahan dinilai sama pentingnya dengan pemadaman agar sumber kebakaran tidak terus bermunculan.

    Bupati mengingatkan api yang sudah dipadamkan harus dipastikan benar-benar tuntas. Jangan sampai bara kembali menyala dan menghasilkan asap yang mengancam kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

    “Kita tidak boleh hanya memadamkan api yang sudah terjadi, kita harus mencegah munculnya api baru,” katanya. Hj. Nurhidayah juga meminta seluruh personel tetap waspada, memperkuat koordinasi dan menjadikan keselamatan petugas sebagai prioritas dalam setiap operasi karhutla.

    Editor: Andrian

  • Porprov Makin Dekat, KONI-Dispora Kobar Cek Venue: Progres 6 Arena Tembus 81,7 Persen

    Porprov Makin Dekat, KONI-Dispora Kobar Cek Venue: Progres 6 Arena Tembus 81,7 Persen

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Persiapan Kotawaringin Barat (Kobar) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terus dikebut. KONI bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kobar turun memantau langsung kesiapan sejumlah venue yang akan digunakan dalam pertandingan.

    Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati, Ketua Harian KONI Kobar Arif Asrofi, serta Kadispora Kobar Alfan Kusnaini melihat langsung perkembangan enam venue pada sore kemarin. Pemantauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target.

    Hj Fatmawati mengatakan kesiapan venue menjadi perhatian utama KONI menjelang pelaksanaan Porprov. Menurutnya, venue yang representatif sangat penting untuk mendukung kelancaran pertandingan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para atlet.

    “Kami terus memantau progres di lapangan. Harapannya seluruh venue bisa selesai tepat waktu dan siap digunakan saat Porprov,” kata Fatmawati.

    Ketua Harian KONI Kobar Arif Asrofi menjelaskan, dari enam venue yang dipantau, progresnya cukup beragam. Venue atletik saat ini mencapai 85 persen, sedangkan stadion sepak bola juga berada di angka 85 persen.

    Selanjutnya, venue grasstrack telah mencapai 90 persen dan menjadi salah satu arena dengan progres tertinggi. Sementara venue panahan juga telah mencapai 90 persen dan memasuki tahap penyelesaian.

    Untuk gedung basket, progresnya mencapai 75 persen dan saat ini tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing. Sedangkan gedung sepak takraw berada di angka 65 persen dan masih membutuhkan percepatan pekerjaan.

    “Kalau dirata-ratakan, progres enam venue yang kami lihat sekitar 81,7 persen. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pada venue dengan progres 65 dan 75 persen,” ujar Arif.

    Kadispora Kobar Alfan Kusnaini menegaskan pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap persiapan Porprov, termasuk dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana pertandingan.

    Menurut Alfan, sinergi antara pemerintah daerah, KONI dan seluruh pihak terkait sangat diperlukan agar seluruh kebutuhan Porprov dapat dipersiapkan secara maksimal.

    “Pemda tentu mendukung penuh persiapan Porprov. Kami bersama KONI akan terus berkoordinasi agar seluruh venue dan fasilitas pendukung bisa siap sesuai target,” katanya.

    Dengan progres rata-rata enam venue mencapai 81,7 persen, persiapan Kobar sebagai tuan rumah terus menunjukkan perkembangan. KONI dan Dispora memastikan pemantauan akan dilakukan secara berkala hingga seluruh venue benar-benar siap menyambut para atlet Porprov.

    Editor: Andrian

  • Turnamen Bulutangkis Cell Com Cup Ditutup, Ketua Harian KONI Kobar Raih Juara 3

    Turnamen Bulutangkis Cell Com Cup Ditutup, Ketua Harian KONI Kobar Raih Juara 3

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Turnamen Bulutangkis Cell Com Cup 2026 resmi berakhir. Penutupan turnamen yang digelar sejak 9 hingga 13 Agustus 2026 itu turut dihadiri Ketua Umum KONI Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Fatmawati.

    Ada cerita menarik dalam turnamen tersebut. Ketua Harian KONI Kobar, Haji Arif Asyrofi, tidak hanya hadir menyaksikan pertandingan. Ia ikut turun ke lapangan sebagai peserta dan berhasil meraih juara III.

    Keikutsertaan Haji Arif menjadi perhatian karena sosok yang sehari-hari berkecimpung dalam pembinaan olahraga Kobar itu ikut merasakan langsung atmosfer persaingan di lapangan.

    Turnamen Cell Com Cup sendiri menjadi wadah bagi para pecinta bulutangkis untuk menguji kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi. Pertandingan berlangsung selama lima hari dengan persaingan antarpeserta.

    Ketua Umum KONI Kobar Hj Fatmawati memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. “Kompetisi seperti ini penting untuk menjaga geliat olahraga sekaligus memberikan ruang bagi atlet dan pegiat olahraga untuk terus berlatih dan bertanding,” ujarnya.

    Momentum Cell Com Cup juga dinilai cukup penting karena Porprov Kalimantan Tengah semakin dekat. Para atlet Kobar membutuhkan jam terbang dan pengalaman bertanding agar lebih siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

    Hj Fatmawati berharap kegiatan olahraga serupa dapat terus digelar di Kobar. “Kompetisi yang rutin dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus memunculkan bibit-bibit potensial dari daerah,” katanya.

    Sementara itu, raihan juara III oleh Haji Arif Asyrofi menjadi bukti bahwa semangat berolahraga dapat datang dari siapa saja, termasuk jajaran pengurus organisasi olahraga. Ia ikut bertanding bukan sekadar sebagai pengurus, tetapi juga sebagai peserta yang bersaing secara sportif.

    Penutupan Cell Com Cup pun menjadi momentum untuk menjaga semangat kompetisi menjelang Porprov. Pengalaman dari berbagai turnamen diharapkan dapat menjadi bekal bagi atlet Kobar untuk tampil lebih percaya diri.

    Dengan berakhirnya Cell Com Cup, perhatian kini kembali tertuju pada persiapan menghadapi Porprov. KONI Kobar bersama cabang olahraga diharapkan terus mematangkan pembinaan dan kesiapan atlet agar mampu membawa prestasi terbaik bagi daerah.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Apresiasi Polisi, Pemkab Kobar Ajukan Helikopter Water Bombing untuk Tangani Karhutla

    Apresiasi Polisi, Pemkab Kobar Ajukan Helikopter Water Bombing untuk Tangani Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengapresiasi gerak cepat kepolisian mengungkap kasus pembakaran lahan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga meluas sekitar 71 hektare di Kecamatan Kumai.

    Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Rodi Iskandar saat press release di Polres Kobar, Jumat (14/8/2026). Ia menilai penanganan cepat terhadap pelaku menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan, terutama di tengah kondisi kekeringan.

    “Ini adalah peringatan bahwa membakar lahan di situasi kekeringan sangat berisiko. Pemkab sudah melakukan tanggap darurat dan kita akan berkomunikasi dengan stakeholder serta pemerintah pusat,” kata Rodi.

    Rodi menegaskan, kondisi karhutla saat ini membutuhkan kewaspadaan dan penanganan bersama. Pemkab Kobar akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan sarana dan prasarana pemadaman.

    Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut dinilai penting karena sejumlah titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam dari darat.

    Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan surat permohonan bantuan helikopter telah ditandatangani Bupati Kobar dan diajukan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk diteruskan ke pemerintah pusat.

    “Surat telah kami layangkan dan saat ini tengah diproses perihal bantuan helikopter water bombing. Karena saat ini titik api meluas dan mobil sulit menjangkau titik api,” ujar Samuel.

    Menurut Samuel, personel dan armada gabungan telah disiapkan untuk menangani karhutla. Pemadaman melibatkan TNI-Polri, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan. Tim di lapangan bahkan harus berjalan kaki menuju titik api sambil membawa peralatan pemadam portabel.

    Kapolres Kobar AKBP Joko Handono mengatakan kasus karhutla tersebut bermula dari tindakan seorang petani sayur berinisial S yang membakar lahan untuk membersihkan area yang akan digunakan bercocok tanam. Pembakaran dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa ada pihak yang memerintah.

    “Yang bersangkutan melakukan pembakaran lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Ini atas inisiatif sendiri dan tidak ada yang memerintahkannya,” kata Joko.

    Joko menjelaskan, api yang semula digunakan untuk membersihkan lahan kemudian merembet ke area lainnya hingga luas kebakaran mencapai sekitar 71 hektare. Peristiwa terjadi di Jalan Padat Karya 1 RT 10, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai. Saat pelaku diamankan, api masih menyala dan tim Satgas Siaga Karhutla masih berjibaku melakukan pemadaman.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Bakar Lahan, Petani Sayur di Kumai Terancam 10 Tahun Penjara

    Bakar Lahan, Petani Sayur di Kumai Terancam 10 Tahun Penjara

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Niat membuka lahan untuk bercocok tanam berujung pidana. Seorang petani sayur berinisial S diamankan polisi setelah membakar lahan di Jalan Padat Karya 1 RT 10, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kebakaran tersebut kemudian merembet hingga sekitar 71 hektare.

    Kapolres Kobar AKBP Joko Handono mengatakan, S membakar lahan atas inisiatif sendiri. Lahan tersebut hendak dibersihkan untuk kemudian ditanami sayuran.

    “Yang bersangkutan melakukan pembakaran lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Ini atas inisiatif sendiri dan tidak ada yang memerintahkannya,” kata Joko dalam press release, Jumat (14/8/2026).

    Menurut Joko, S awalnya membersihkan lahan dengan cara membakar. Setelah lahan dianggap bersih, dia berencana mencangkul tanah untuk membuat jalur tanam. Namun api justru merembet ke area lain dan sulit dikendalikan.

    “Akibat pembakaran lahan yang terjadi di lokasi tersebut, kebakaran merembet ke lahan yang lain hingga mencapai luas sekitar 71 hektare,” ujarnya.

    Saat diamankan, api di lokasi masih menyala. Tim Satgas Siaga Karhutla juga masih melakukan pemadaman untuk mencegah api kembali meluas. S kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Kobar untuk menjalani proses penyidikan.

    Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain ranting kayu bekas terbakar, tanah gambut dan abu bekas terbakar, jaring paranet yang terbakar, tiga potong ban dalam sepeda motor, mesin semprot Ultra CBA Electric Sprayer, botol bekas herbisida, sarung parang, serta saku korek api merek FOX.

    Atas perbuatannya, S disangkakan Pasal 108 juncto Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 1 Tahun 2026, atau Pasal 311 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    “Ancaman hukuman paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” tegas Joko.

    Press release tersebut turut dihadiri Sekda Kobar Rody Iskandar, Danlanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto, Kepala BPBD Kobar Samuel, Kadis Damkar Kobar Dwi Agus S, Danlanal Kumai, serta perwakilan Kejaksaan. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan penanganan karhutla menjadi perhatian bersama.

    Polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk rangkaian pembakaran hingga api merambat dan menyebabkan kebakaran meluas. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar dapat berujung pada kerugian lingkungan dan proses hukum apabila api tidak terkendali.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Danlanud Iskandar: Empat Penerbangan Tertunda, Asap Karhutla Ancam Ekonomi Kobar

    Danlanud Iskandar: Empat Penerbangan Tertunda, Asap Karhutla Ancam Ekonomi Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Empat penerbangan tercatat tertunda akibat jarak pandang yang menurun drastis.

    Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena asap karhutla berada cukup dekat dengan bandara. Jarak lokasi kebakaran diperkirakan hanya sekitar tiga kilometer dari Bandara Lanud Iskandar.

    “Sudah ada empat penerbangan yang tertunda akibat asap karhutla. Bahkan ada penerbangan yang tidak jadi mendarat karena jarak pandang di bandara terganggu,” kata Nugroho saat press release di Polres Kobar, Jumat, (14/8/2026).

    Menurut Nugroho, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama. Ketika jarak pandang turun drastis, pilot akan kesulitan melihat landasan sehingga penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau pesawat diminta kembali ke bandara asal.

    “Karhutla yang lokasinya sangat dekat dengan bandara ini sangat berpengaruh. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

    Nugroho menjelaskan, jarak pandang mendatar atau visibility menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah pesawat aman untuk lepas landas maupun mendarat. Jika jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan tidak dapat dipaksakan.

    Asap pekat dari karhutla membuat partikel debu, jelaga, dan hasil pembakaran memenuhi udara. Kondisi tersebut menghalangi pandangan pilot terhadap landasan pacu, terlebih ketika asap berkumpul di sekitar kawasan bandara akibat angin yang relatif tenang.

    Danlanud menegaskan gangguan penerbangan tidak boleh dipandang sebagai persoalan kecil. Jika karhutla terus terjadi dan asap semakin pekat, dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor, termasuk aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

    “Ini akan berdampak pada ekonomi dan nama baik daerah kita. Karena itu, jangan sampai karhutla terus terjadi, apalagi lokasinya dekat dengan bandara,” tegasnya.

    Dalam kegiatan press release tersebut, Danlanud hadir bersama Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, Sekda Kobar Rody Iskandar, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Kadis Damkar Dwi Agus Suhartono, Danlanal serta perwakilan Kejaksaan. Seluruh pihak menyoroti pentingnya penanganan karhutla secara bersama-sama.

    Nugroho mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Selain mengancam keselamatan penerbangan, asap karhutla yang meluas dapat mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga citra Kotawaringin Barat.

    “Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena karhutla, penerbangan terganggu dan ekonomi Kobar ikut terdampak,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 622 Hektar Lahan Terbakar

    Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 622 Hektar Lahan Terbakar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus meningkat. Hingga 13 Agustus 2026, tercatat 168 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 622,1 hektare.

    Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya jumlah titik panas. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 379 titik panas sepanjang 2026 hingga 13 Agustus, dengan 252 titik di antaranya terdeteksi pada Agustus.

    Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Jumat (14/8/2026), mengatakan peningkatan aktivitas karhutla menjadi perhatian serius. Pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi titik panas dan potensi kebakaran sedini mungkin.

    “Deteksi dini sangat penting. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi bagaimana potensi kebakaran bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” kata Samuel.

    Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, Arut Selatan menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 85 kejadian, disusul Kecamatan Kumai sebanyak 59 kejadian. Dari sisi luasan, Arut Selatan juga paling terdampak dengan sekitar 413,56 hektare lahan terbakar, sementara Kumai mencapai 110,23 hektare.

    Samuel mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kemarau dan lahan yang semakin kering. Aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk pembakaran lahan, harus dihindari.

    Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu kunci dalam mengendalikan karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat bergerak sebelum api meluas.

    Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Adnan Santana mengatakan kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Karena itu, pemantauan dan respons cepat terus dilakukan bersama tim gabungan.

    Adnan juga mengingatkan warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Angin dan kondisi kering dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang cepat dan sulit dikendalikan.

    Dengan 379 titik panas, 168 kejadian karhutla dan 622,1 hektare lahan terbakar, ancaman karhutla di Kobar masih tinggi. BPBD mengajak seluruh masyarakat ikut mencegah kebakaran dan segera melaporkan setiap kemunculan api agar dapat ditangani sedini mungkin.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Panas El Nino Bawa Berkah, Petani Semangka Sei Bakau Raup Cuan Miliaran

    Panas El Nino Bawa Berkah, Petani Semangka Sei Bakau Raup Cuan Miliaran

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Cuaca panas di tengah fenomena El Nino ternyata membawa berkah bagi petani semangka di Desa Sei Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Saat sejumlah tanaman menghadapi tekanan akibat kondisi panas dan minimnya air, semangka justru mampu tumbuh dan menghasilkan keuntungan bagi petani.

    Ketua KTNA Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus Ketua KTNA Kalimantan Tengah, Syahrian, mengatakan pasokan air untuk tanaman semangka di Sei Bakau hingga kini masih terpenuhi. Sistem pengairan semangka dinilai berbeda dengan tanaman lain, terutama jagung yang justru terdampak kondisi cuaca saat ini.

    “Khusus semangka berbeda cerita, justru menuai berkah dengan kondisi saat ini. Sejauh ini suplai air masih terpenuhi karena sistem pengairan semangka berbeda dengan tanaman lain, terutama jagung yang nasibnya berbalik 180 derajat,” kata Syahrian, Jumat (14/8/2026).

    Menurut Syahrian, luas tanaman semangka di Sei Bakau kini mencapai sekitar 50 hektare. Rata-rata petani menggarap lahan lebih dari satu hektare, dengan potensi produksi sekitar 25-30 ton semangka per hektare.

    Dengan harga jual berkisar Rp8.000-Rp11.000 per kilogram, omzet kotor dari satu hektare berpotensi mencapai Rp200 juta-Rp330 juta. Jika dikalkulasikan pada luasan 50 hektare, nilai produksi semangka dapat menembus Rp10 miliar hingga Rp16,5 miliar dalam satu musim panen.

    Modal budidaya diperkirakan sekitar Rp50 juta per hektare. Dengan hitungan sederhana, keuntungan setelah dikurangi modal berpotensi mencapai Rp150 juta-Rp280 juta per hektare. Jika seluruh lahan menghasilkan sesuai potensi, keuntungan keseluruhan bisa berada di kisaran Rp7,5 miliar hingga Rp14 miliar.

    Namun, hasil tersebut tidak datang begitu saja. Budidaya semangka membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai pengolahan lahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan. Pada semangka nonbiji, proses polenasi atau penyerbukan bunga jantan ke bunga betina menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan keberhasilan panen.

    Syahrian mengaku bangga karena mayoritas proses budidaya dilakukan masyarakat lokal Sei Bakau. Warga yang sebelumnya dikenal sebagai nelayan kini mampu beradaptasi dengan sektor pertanian dan menjadikan semangka sebagai sumber pendapatan baru.

    “Pembelinya juga datang dari berbagai daerah. Selain lokal, ada yang dari Pontianak sampai Surabaya. Ini menunjukkan semangka Sei Bakau memiliki pasar dan potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat,” ujar Syahrian.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!