Kategori: Kotawaringin Barat

  • WARA Lanud Iskandar Siap Hadapi Tantangan Perang Modern di Usia ke-63

    WARA Lanud Iskandar Siap Hadapi Tantangan Perang Modern di Usia ke-63

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Wanita TNI Angkatan Udara (WARA) memasuki usia ke-63 tahun. Peringatan hari jadi tersebut menjadi momentum bagi WARA Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan menghadapi tantangan tugas di era perang modern.

    Peringatan HUT ke-63 WARA digelar sederhana di Aula Mako Lanud Iskandar, Rabu (12/8/2026). Kegiatan dihadiri Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 21/D.I Lanud Iskandar Ny. Erma Nugroho Tri Widyanto, para Kepala Dinas, perwira, pengurus PIA Ardhya Garini, serta seluruh personel WARA.

    Acara diawali doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang WARA selama lebih dari enam dekade. Kehadiran prajurit perempuan di lingkungan TNI AU dinilai telah menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada negara.

    Danlanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan loyalitas para prajurit WARA. Menurut dia, WARA telah berkontribusi dalam berbagai bidang penugasan, mulai dari staf, operasional hingga pelayanan kesehatan.

    “Selama 63 tahun, WARA telah menunjukkan peran pentingnya sebagai bagian tak terpisahkan dari TNI AU,” ujar Nugroho dalam peringatan HUT ke-63 WARA.

    Ia mengatakan, perkembangan lingkungan strategis menuntut setiap prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Karena itu, semangat pengabdian WARA diharapkan terus berkembang seiring perubahan karakter ancaman dan kebutuhan tugas TNI AU.

    Dengan semangat “Kanya Bhakti Sakti Sejati”, WARA didorong untuk terus bertransformasi menjadi prajurit yang tangguh dan siap menghadapi era perang modern. Kesiapan tersebut dinilai perlu dibarengi soliditas, disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan operasi.

    Peringatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Danlanud Iskandar bersama Ketua PIA Ardhya Garini. Potongan tumpeng diserahkan kepada perwakilan personel WARA yang baru bergabung di Mako Lanud Iskandar sebagai simbol kebersamaan dan regenerasi.

    Melalui momentum tersebut, WARA Lanud Iskandar diharapkan semakin solid, profesional, dan siap menjalankan tugas demi TNI AU, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Baru Keluar Pekarangan Rumah, Pemotor Tewas Kecelakaan di Jalan Pelita Kumai

    Baru Keluar Pekarangan Rumah, Pemotor Tewas Kecelakaan di Jalan Pelita Kumai

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pelita, Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Xeon dan kendaraan roda enam Mitsubishi Canter.

    Korban dalam kecelakaan itu adalah Hadriansyah, pengendara Yamaha Xeon warna putih. Saat kejadian, korban berkendara seorang diri dari arah pekarangan rumah menuju jalan utama.

    Kasatlantas Polres Kobar melalui Kanit Gakkum Aiptu Hengky Setyawan mengatakan, sesampainya di lokasi kejadian, Hadriansyah berbelok ke kanan untuk masuk ke jalan utama.

    Pada saat bersamaan, dari arah Kumai menuju Pangkalan Bun melaju Mitsubishi Canter warna kuning yang dikemudikan Sutrisno.

    Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Benturan terjadi pada bagian depan dan samping kedua kendaraan.

    Akibat kecelakaan tersebut, Hadriansyah mengalami luka pada bagian kepala dan wajah. Korban kemudian dievakuasi dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

    Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi korban tidak tertolong. Hadriansyah dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

    Aiptu Hengky Setyawan mengatakan, perkara kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

    “Petugas melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian serta penyebab pasti kecelakaan,” terangnya.

    Polisi mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat keluar dari pekarangan dan hendak masuk ke jalan utama. Pengendara diminta memastikan kondisi lalu lintas di sekitarnya sebelum berbelok demi mencegah kecelakaan serupa.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • El Nino Hantam Kobar! Jagung Gagal Panen, Petani Rugi Ratusan Juta

    El Nino Hantam Kobar! Jagung Gagal Panen, Petani Rugi Ratusan Juta

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kekeringan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai memukul sektor pertanian. Sejumlah petani tanaman pangan dan hortikultura mengeluhkan minimnya air, dengan petani jagung menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya.

    Ketua KTNA Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus ketua KTNA Kalteng, Syahrian, mengapa kamu kekurangan air membuat tanaman jagung gagal berkembang hingga berujung pada gagal panen. Padahal, jagung termasuk tanaman yang cukup sensitif terhadap kondisi kekeringan.

    “Petani hortikultura dan tanaman pangan sudah banyak yang mengeluh akibat kekeringan. Yang sudah banyak mengalami kerugian adalah petani jagung karena banyak yang gagal panen,” ujar Syahrian, Kamis (13/8/2026).

    Syahrian menyebut dampak yang ditemukan sementara mencapai 10 hektar di wilayah kasir. Namun, luas lahan terdampak diperkirakan jauh lebih besar Karena masih banyak lahan yang belum terdata. Jika seluruhnya dihitung, kerugian petani di Kobar berpotensi mencapai ratusan juta rupiah.

    “Yang saya temukan sekitar 10 hektar, baru dua tempat. Masih banyak lagi. Bisa diperkirakan ratusan juta rupiah, bisa 20 kali itu kalau se-Kobar. Kalau se-Kalteng tidak bisa dibayangkan,” katanya.

    Kerugian semakin berat karena petani telah memuliakan modal sebelum tanaman mengalami gagal panen. Seharian memperkirakan biaya untuk menggarap lahan, menanam dan merawat jagung rata-rata mencapai Rp10 juta per hektar.

    Di tengah ancaman kekeringan, Syahrian juga mengingatkan mengingatkan potensi kesadaran hutan serta krisis air bersih. Kepani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, sementara masyarakat di imbau menghemat air dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    Menurut Syahrian, kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem perlu dilakukan bersama untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Selain menjaga lahan pertanian dan sumber air, masyarakat timika segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus ketahanan pangan Kalimantan Tengah di tengah tekanan iklim.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Dugaan Pelangsiran Malah Muncul di Batu Belaman

    Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Dugaan Pelangsiran Malah Muncul di Batu Belaman

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah antrean BBM di sejumlah SPBU Kotawaringin Barat (Kobar), dugaan praktek pelangsiran muncul di wilayah Batu Belaman, Kecamatan Kumai. Seorang warga mengaku melihat mobil putih yang diduga memintakan BBM setelah mengantri di SPBU.

    Bachtiar, warga Kotawaringin Barat, mengatakan ia melihat kendaraan tersebut ketika melintas di Batu Belaman. Aktivitas yang dilakukan mobil itu menarik perhatiannya, karena tampak seperti sedang memindahkan BBM.

    “Saat itu saya sedang melintas melihat mobil warna putih seperti habis melakukan aktivitas menggunakan BBM berhasil mengangkut di salah satu SPBU Kobar,” kata Bachtiar.

    Meski demikian, Bachtiar mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang dilakukan pengemudi mobil tersebut. Ia hanya melihat aktivitas yang dinilainya mencurigakan di lokasi.

    Dugaan pelangsiran menjadi sorotan karena muncul ketika masyarakat masih menghadapi persoalan antrean BBM. Kondisi itu membuat pengawasan distribusi BBM dinilai perlu diperketat agar pasukan tidak hanya berputar pada pihak tertentu.

    Anggota DPRD Kobar, Musawer, meminta penerbitan distribusi BBM diperkuat termasuk melalui pengaturan jumlah pembelian di SPBU.

    Menurut Musawer, pembatasan pembelian yang mulai diterapkan di SPBU Kumai dapat membantu masyarakat, “Saya di SPBU Kumai mulai menerapkan jumlah, jangan lebih dari sekian liter BBM. Ini lebih membantu masyarakat,” ujarnya.

    Misalnya alat pengawasan tidak berhenti di area SPBU. Yang terdapat kendaraan atau aktivitas yang memungkinkan setelah pengisian, masyarakat dan petugas perlu memberikan perhatian agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai aturan.

    Kapolsek Kumai Ipda Kamalul Fahmi mengatakan belum menerima laporan mengenai dugaan pelangsiran tersebut. “Belum ada laporan,” kata Kamalul, saat dikonfirmasi.

    Kepolisian mengharapkan masyarakat segera melapor kita menemukan aktivitas mencurigakan terkait BBM. Laporan mengenai layanan 110 dapat menjadi pintu awal bagi polisi untuk menerima informasi dan melakukan pengecekan di lapangan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Asap Karhutla Kepung Kobar, ISPA Melonjak! Empat Puskesmas Zona Merah

    Asap Karhutla Kepung Kobar, ISPA Melonjak! Empat Puskesmas Zona Merah

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengepung sejumlah wilayah di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat tinggi. Empat Puskesmas masuk zona merah dengan total 914 kasus.

    Data Dinas Kesehatan Kobar mencatat angka tersebut terjadi pada periode Minggu ke-26 hingga Minggu ke-30 tahun 2026. Puskesmas Sungai Rangit menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni mencapai 395 kasus.

    Jumlah tersebut menjadi yang paling tinggi dibandingkan wilayah kerja puskesmas lainnya. Berdasarkan klasifikasi kuartil, wilayah dengan kasus lebih dari 128,75 kasus masuk kategori tinggi atau zona merah.

    Selain Sungai Rangit, tiga Puskesmas lainnya juga masuk zona merah. Puskesmas Kumai mencatat 193 kasus, Madurejo 189 kasus, dan Karang Mulya 137 kasus. Jika digabungkan, kasus di 4 wilayah tersebut mencapai 914 kasus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, Rabu (12/8/2026), mengatakan empat wilayah tersebut menjadi perhatian karena tubuhnya jumlah kasus ISPA. Kondisi itu semakin perlu diwaspadai ketika asap kartu plan menyebabkan kualitas udara memburuk.

    “Wilayah yang masuk zona merah harus menjadi prioritas dalam pengendalian ISPA, baik dari sisi pelayanan kesehatan, penyediaan logistik dan obat-obatan, maupun edukasi kepada masyarakat,” ujar Hardino.

    Hardino menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan ketika terpapar asap. Upaya pencegahan juga harus diperkuat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan ketika muncul gejala ISPA.

    Di luar zona merah, terdapat 10 Puskesmas yang masuk zona kuning dengan kasus sedang. Puskesmas Mendawai terdapat 126 kasus, Natai Plingkau 104, Arut Selatan 93 kasus, kunpai batu atas 84 kasus, Riam Durian 56 kasus, Pandu Sanjaya 48 kasus, Pangkalan Lada 38 kasus, Semanggang 33 kasus, dan Kotawaringin Lama 26 kasus.

    Sementara zona hijau meliputi Puskesmas Teluk Bogam dengan 24 kasus, Ipuh Bangun Jaya 19 kasus, Arut Utara 17 kasus, dan Sambi nihil kasus. Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan agar kasus tidak meningkat.

    Di tengah kepungan asap karbula yang tingginya kasus ISPA, Hardono mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan pernapasan. Warga, khususnya di wilayah zona merah, diminta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak atau gangguan pernapasan lainnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • El Nino Berpotensi Perparah Karhutla di Kobar

    El Nino Berpotensi Perparah Karhutla di Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai ancaman El Nino yang berpotensi memperburuk kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kewaspadaan ini menjadi penting karena Kobar ini berada dalam masa tanggap darurat karhutla.

    Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Iskandar Kelas lll Kobar, Ayu Istiqomah, Rabu (12/8/2026), mengatakan BMKG telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sejak Maret 2026. Koordinasi dilakukan untuk terus memperbarui informasi mengenai perkembangan El Nino dan kondisi cuaca yang berkaitan dengan potensi karhutla.

    BMKG memperkirakan El Nino pada 2026 dapat memiliki intensitas moderat hingga kuat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan pola cuaca dapat mempengaruhi tingkat kekeringan dan kerawanan wilayah terhadap kebakaran.

    “Untuk mendukung penanganan karhutla, BMKG setiap hari memberikan layanan informasi cuaca khusus karhutla. Data yang disampaikan meliputi pantauan hotspot dari satelit Terra/Aqua selama 24 jam terakhir serta citra sebaran asap di wilayah Indonesia,” jelas Ayu.

    BMKG juga menyediakan peta tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah untuk dua hari ke depan. Informasi ini dilengkapi dengan prediksi curah hujan harian hingga esok hari untuk membantu pemerintah melihat perkembangan kondisi cuaca di wilayah rawan kebakaran.

    Ancaman karhutla juga dipantau dari sisi kualitas udara. BMKG menggunakan peralatan PM2.5 untuk mendeteksi partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer, terutama ketika asap kebakaran mulai menyebar.

    Selain pemantauan, BMKG memberikan dukungan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan Meteorologi publik berperan menyediakan data pendukung dan analis meteorologi, sementara rekomendasi operasional OMC dilakukan oleh DMC

    Untuk provinsi Kalimantan Tengah, OMC dilaksanakan pada 11-15 Agustus 2026. Pelaksanaannya mempertimbangkan waktu dengan kondisi cuaca paling optimal, sasaran lokasi, koordinasi dengan pemangku kepentingan serta analisis risiko, sesuai peraturan BMKG Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Modifikasi Cuaca.

    Di tengah tanggap darurat karhutla Kobar, kewaspadaan terhadap El Nino menjadi semakin penting. Pemantauan hotspot, sebaran asap, tingkat kemudahan terbakar, curah hujan dan kualitas udara terus dilakukan sebagai dasar informasi agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum meluas.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • El Nino Mengancam hingga 2027, Kobar Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla hingga 20 Agustus

    El Nino Mengancam hingga 2027, Kobar Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla hingga 20 Agustus

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla selama 14 hari. Keputusan itu berlaku sejak 7 hingga 20 Agustus 2026 sebagai langkah menghadapi ancaman karput lagi di tengah potensi kekeringan akibat fenomena El Nino, Selasa (11/8/2026).

    Penetapan tersebut dituangkan dalam keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 300.2.3/121/BPBD.lV.2 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2026.

    Nurhidayah menyatakan penanganan kartu telah harus dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu.

    “Status tanggap darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan sumber daya serta mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

    Keputusan itu juga mempertimbangkan analis kondisi cuaca dari Stasiun Meteorologi Iskandar Kelas lll Kotawaringin Barat. Dalam analis tersebut disebutkan fenomena El Nino diprediksi bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027, dengan puncak intensitas yang berpotensi melebihi kategori kuat.

    Ancaman kekeringan tersebut berpotensi memperbesar resiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi dapat semakin berat apabila fenomena Indian Ocean Dipoles (IOD) positif aktif pada September hingga Desember 2026.

    Dalam masa tanggap darurat, pemerintah daerah akan mengoordinasikan penyerahan sumber daya untuk menangani karhutla.

    “Sarana dan prasarana untuk tindakan penyelamatan warga yang terdampak juga dipersiapkan,” kata Bupati.

    Nurhidayah juga menetapkan pengumpulan dan pengolahan data serta informasi sebagai bagian dari penanganan. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah dan kebutuhan di lapangan.

    Sosialisasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat turut diperkuat. Pemerintah daerah mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal dan pemangku kepentingan untuk terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla.

    Pembiayaan penanganan tanggap darurat dapat menggunakan APBD kabupaten Kotawaringin Barat tahun anggaran 2026 dan Belanja Tidak Terduga. Dukungan juga dapat berasal dari APBN n maupun bantuan pihak ketiga yang sah dan tidak mengikat sesuai aturan.

    Status tanggap darurat berlaku sampai 20 Agustus 2026. Jika penanganan belum selesai, pemerintah daerah dapat memperpanjang status tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan Bupati Nurhidayah ditetapkan di pangkalan Bun pada 7 Agustus 2026.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian

  • El Nino Mengancam, Kobar Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Danlanud Turun Padamkan Api

    El Nino Mengancam, Kobar Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Danlanud Turun Padamkan Api

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari, terhitung mulai 7 hingga 20 Agustus 2026.

    Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ancaman karhutla akibat kondisi cuaca yang panas dan kering. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan potensi pengaruh fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

    Status tanggap darurat ditetapkan Bupati Kobar Hj Nurhidayah melalui Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 300.2.3/121/BPBD.IV.2. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu dan terkoordinasi.

    Ancaman karhutla saat ini telah terlihat di Kecamatan Kumai. Salah satunya di kawasan Sungai Tendang, tempat kobaran api membakar vegetasi dan lahan, sementara asap tebal membumbung dari lokasi kebakaran.

    Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur. Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Nugroho Tri Widianto, bahkan turun langsung ke lokasi dan ikut berjibaku bersama petugas untuk memadamkan api.

    Nugroho mengatakan, kebakaran harus segera dilokalisasi agar tidak merembet ke kawasan lain. Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering dinilai dapat membuat api lebih cepat menjalar.

    “Kita bersama-sama turun melakukan pemadaman. Tapi harus segera dikendalikan agar tidak meluas. Pencegahan juga sangat penting, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering,” ujar Nugroho, Selasa (11/8/2026).

    Kapolres Kobar AKBP Joko Handono juga terlibat langsung dalam penanganan bersama personel Polres Kobar. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat dan terkoordinasi.

    Nugroho juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menegaskan, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait akan terus bersinergi menghadapi ancaman karhutla.

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan karena kondisi panas dan kering dapat membuat api cepat menjalar,” pungkas Nugroho.

    Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama status tanggap darurat berlangsung.

    Kondisi cuaca panas, lahan yang mudah terbakar, serta potensi pengaruh El Nino membuat upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian 

  • Asap Karhutla Kepung Kobar, Liburan Turis Asing ke Tanjung Puting Mulai Terganggu

    Asap Karhutla Kepung Kobar, Liburan Turis Asing ke Tanjung Puting Mulai Terganggu

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat mulai mengusik aktivitas pariwisata di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) mulai menghadapi kendala perjalanan.

    Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar Muhammad Alwan, mengatakan gangguan terutama terjadi pada perjalanan udara. Sejumlah wisatawan yang seharusnya tiba sesuai jadwal mengalami keterlambatan penerbangan akibat kondisi asap.

    “Untuk wisatawan mancanegara ada kendala delay. Tamu-tamu yang seharusnya sesuai jadwal terkendala karena asap yang semakin pekat,” kata Alwan, Selasa (11/8/2026).

    Penerbangan mulai terdampak, Alwan mematikan sejauh ini belum ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting. Para wisatawan masih dikembangkan datang, tetapi perjalanan mereka tidak semuanya berlangsung sesuai rencana.

    Kondisi ini menjadi perhatian lantaran Tanjung puting sedang memasuki periode yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Musim kunjungan tersebut berlangsung sekitar Juni hingga awal Oktober.

    “Dari bulan Juni sampai awal Oktober biasanya banyak sekali wisatawan mancanegara datang ke Tanjung puting,” ujarnya.

    Wisatawan datang berasal dari berbagai penjuru dunia mulai dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, India, Cina, Jepang, dan negara lainnya. Mereka datang untuk menikmati wisata alam sekaligus melihat orangutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

    Hewan mengatakan perkembangan kondisi asap dalam dua pekan ke depan akan menjadi perhatian. Pemerintah daerah perlu melihat apakah garpuslah dapat dikembalikan atau justru asap semakin meluas dan berdampak lebih besar terhadap perjalanan wisatawan.

    Informasi mengenai kendala perjalanan tersebut, kata Alwan, juga diperoleh dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) kabupaten Kotawaringin Barat. Aku perjalanan wisata ikut memakai kondisi penerbangan dan jadwal kedatangan wisatawan mancanegara.

    Jika kondisi asap terus memburuk, dampaknya berpotensi merambat ke sektor pariwisata. Khususnya perjalanan wisatawan yang mengandalkan penerbangan untuk mencapai kota sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Puting.

    Karena itu, pemerintah daerah berharap karbohidrat segerakan kembali dan kondisi udara membaik. Sejauh ini belum ada pembatalan kunjungan, tetapi keterlambatan penerbangan menjadi sinyal bahwa asap kartu telah mulai menyusut arus sesama wanita negara salah satu destinasi unggulan Kobar tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Karhutla Kobar Makin Mencekam, 279 Hektar Terbakar dan Penerbangan Mulai Terganggu

    Karhutla Kobar Makin Mencekam, 279 Hektar Terbakar dan Penerbangan Mulai Terganggu

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda mereka. Sejak awal Juni hingga awal Agustus 2026, tercatat 153 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 279,25 hektare.

    Angka tersebut merupakan gabungan data BPBD Kobar, yakni 118 kejadian dengan luas 215,30 hektare dan tambahan 35 kejadian dengan luas 63,95 hektare. Kartu plat tersebar di sejumlah Kecamatan dan desa/kelurahan, dengan sebagian titik berada di kawasan gambut.

    Kepala BPBD kobar Samuel mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi. Berdasarkan data terbaru, dari 63,95 hektare lahan yang terbakar, sekitar 37,885 hektare telah dipadamkan.

    “Pemadaman masih terus dilakukan. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan karena api bisa menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul meskipun api di permukaan sudah padam,” ujar Samuel, Minggu (9/8/2026).

    Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai. Di kawasan tersebut, karhutlah telah membakar sekitar 20 hektare lahan, dengan sekitar 11 hektare diantaranya berhasil dipadamkan. Api membakar semak belukar serta lahan gambut.

    Asap tebal dari kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang di sejumlah kawasan menurun, terutama pada sore hari. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan karena pandangan ke depan menjadi terbatas.

    Gangguan juga mulai dirasakan di sektor penerbangan. Titik karhutla di Kawasan Candi disebut berjarak sekitar 1 km dari Landasan pacu Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Api yang menebal dapat menurunkan jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

    Pemadaman melibatkan TNI-Polri, BPBD kobar, Manggala Agni PMI, Masyarakat Peduli Api relawan dan warga. Selain luasnya area yang terbakar, lokasi gambut dan keterbatasan sumber air membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.

    Kapolres Kobar AKBP Joko Handono menegaskan pihaknya juga menyelidiki penyebab karhutla. Jika ditemukan pembakaran dilakukan dengan sengaja, polisi memastikan akan mengambil tindakan hukum.

    “Kami akan terus melakukan penyelidikan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, akan kami tindak tegas agar ada efek jera,” tegas Kapolres Joko.

    Sementara itu Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, menyampaikan pemerintah daerah Tengah mempertimbangkan peningkatan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan tersebut akan melihat perkembangan titik api serta dampak yang ditimbulkan.

    Dengan 153 kejadian dan 279,25 hektar lahan terbakar, Pemkab kobar meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Pemerintah juga terus mengawasi perkembangan asap, terutama di sekitar bandara Iskandar, agar dampak karhutlah terhadap penerbangan dan aktivitas masyarakat tidak semakin meluas.

error: Content is protected !!