Kategori: Kotawaringin Barat

  • Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pangkalan Bun, Dua Pesawat dari Jakarta Delay

    Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pangkalan Bun, Dua Pesawat dari Jakarta Delay

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Jumat (21/8/2026).

    Berdasarkan hasil monitoring Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, jarak pandang di Bandara Iskandar tercatat hanya sekitar 500 meter. Kondisi tersebut berada di bawah batas minimum operasional yang ditetapkan sekitar 800 meter.

    Akibat rendahnya jarak pandang, dua penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalan Bun mengalami keterlambatan. Kedua penerbangan tersebut yakni Nam Air IN190 dan Batik Air ID-6202.

    Keterlambatan keberangkatan dari Jakarta diperkirakan mencapai sekitar dua jam. Waktu keberangkatan selanjutnya masih menyesuaikan perkembangan jarak pandang di Bandara Iskandar.

    Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi penerbangan dan perkembangan kabut asap di sekitar bandara.

    Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan keterlambatan pada penerbangan berikutnya. Sebab, Nam Air menggunakan satu unit pesawat untuk melayani sejumlah rute secara beruntun sehingga keterlambatan penerbangan awal dapat berdampak pada jadwal selanjutnya.

    Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin, Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan konsentrasi asap dalam beberapa hari terakhir memang cenderung semakin pekat, terutama pada pagi hari.

    Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan jarak pandang secara signifikan. Pada pagi hari, jarak pandang rata-rata berkisar 1.000-2.000 meter dan dalam kondisi terburuk dapat turun hingga beberapa ratus meter.

    Ni Kadek menjelaskan, konsentrasi asap biasanya mulai berkurang memasuki siang hari sehingga jarak pandang kembali membaik. Namun, kondisi tersebut tetap harus dipantau karena dipengaruhi sebaran asap, arah angin, kecepatan angin, serta perkembangan hotspot dan karhutla.

    BMKG juga menyebut belum ada indikasi hujan signifikan di Kobar. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari saat konsentrasi asap cenderung lebih tinggi.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Mendadak Cek Venue Porprov, Nurhidayah: Kobar Harus Siap Total! Sukses Gelar, Sukses Prestasi

    Mendadak Cek Venue Porprov, Nurhidayah: Kobar Harus Siap Total! Sukses Gelar, Sukses Prestasi

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah mendadak meninjau sejumlah venue yang dipersiapkan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026, Jumat (21/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pertandingan sebagai tuan rumah.

    Dalam kunjungan tersebut, Nurhidayah didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Suryadi serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kobar Alfan Kusnaini.

    Nurhidayah turun langsung melihat kondisi sejumlah venue, termasuk progres pekerjaan dan berbagai fasilitas pendukung yang nantinya digunakan para atlet dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

    Menurut Nurhidayah, sebagai tuan rumah Kobar tidak boleh setengah-setengah dalam mempersiapkan pelaksanaan Porprov. Seluruh unsur yang berkaitan dengan penyelenggaraan harus benar-benar dipastikan siap sebelum pertandingan dimulai.

    “Sebagai tuan rumah kita harus benar-benar siap. Kita harus memastikan semuanya berjalan dengan baik, sehingga para kontingen yang datang ke Kobar merasa nyaman,” ujar Nurhidayah.

    Ia menegaskan, pelaksanaan Porprov 2026 di Kobar mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran. Gubernur meminta agar Kobar mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang meriah.

    “Bapak Gubernur H Agustiar Sabran meminta pelaksanaan Porprov di Kobar harus sukses dan meriah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

    Karena itu, Nurhidayah meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait terus berkoordinasi, terutama dalam memastikan kesiapan venue, sarana pendukung, pelayanan kontingen hingga aspek teknis pertandingan.

    Namun, menurutnya, keberhasilan Kobar sebagai tuan rumah tidak cukup hanya dengan sukses menyelenggarakan pertandingan. Prestasi atlet Kobar juga menjadi bagian penting yang harus diperjuangkan.

    “Ini bukan hanya masalah sukses penyelenggaraan, tapi sukses prestasi,” tegasnya.

    Nurhidayah berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan secara maksimal dan tepat waktu. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan agar Porprov 2026 menjadi momentum membanggakan bagi Kobar.

    Dengan kesiapan venue dan dukungan seluruh pihak, Kobar menargetkan mampu menjawab kepercayaan sebagai tuan rumah. Bukan hanya sukses menggelar Porprov, tetapi juga sukses mengukir prestasi di hadapan masyarakat Kalimantan Tengah.

  • Karhutla Kobar Makin Mengganas, 527 Hotspot Terdeteksi dan 867 Hektar Lahan Terbakar

    Karhutla Kobar Makin Mengganas, 527 Hotspot Terdeteksi dan 867 Hektar Lahan Terbakar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus mengkhawatirkan. Hingga 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat 527 titik panas (hotspot), 204 kejadian karhutla, dan 867,49 hektare lahan terbakar sepanjang tahun ini.

    Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel S.ST., M.T. mengatakan, karhutla masih menjadi ancaman serius karena kejadian kebakaran terus ditemukan di sejumlah wilayah. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran terjadi hampir setiap hari.

    “Karhutla masih terjadi hampir setiap hari. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim di lapangan,” kata Samuel, Kamis (20/8/2026).

    Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, dari Januari hingga 20 Agustus 2026 terdapat 204 kejadian karhutla. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran, terutama memasuki periode cuaca yang semakin kering.

    Lonjakan kejadian terlihat pada Juli dan Agustus. Pada Juli tercatat 62 kejadian, sementara hingga 20 Agustus 2026 jumlah kejadian pada Agustus sudah mencapai 94 kejadian.

    Tidak hanya kejadian kebakaran, jumlah hotspot juga melonjak tajam. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat total 527 hotspot, dengan 400 titik di antaranya terdeteksi sepanjang Agustus hingga pembaruan 20 Agustus pukul 07.00 WIB.

    Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 283 titik, disusul Kumai 131 titik, Arut Utara 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik dan Pangkalan Banteng 12 titik. Sementara Pangkalan Lada tidak tercatat memiliki hotspot dalam rekap tersebut.

    Dari sisi kejadian karhutla, Arut Selatan juga berada di posisi teratas dengan 111 kejadian, sedangkan Kumai mencapai 65 kejadian. Kecamatan lainnya yakni Kotawaringin Lama 8 kejadian, Pangkalan Banteng 10 kejadian, Pangkalan Lada 6 kejadian dan Arut Utara 4 kejadian.

    Sementara itu, total luasan lahan yang terbakar mencapai 867,49 hektare. Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 588,41 hektare, kemudian Arut Selatan 184,475 hektare dan Arut Utara 30,5 hektare.

    Samuel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun. “Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin. Pencegahan harus dilakukan bersama supaya api tidak semakin meluas,” ujarnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Porprov 2026, Kobar Siap Sambut Kontingen se-Kalteng: Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi

    Porprov 2026, Kobar Siap Sambut Kontingen se-Kalteng: Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) siap menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Sebagai tuan rumah, Kobar memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Kalimantan Tengah tersebut berjalan sukses.

    Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati mengatakan, ditunjuknya Kobar sebagai tuan rumah Porprov 2026 menjadi kebanggaan sekaligus tantangan tersendiri. Pihaknya tidak ingin kesempatan tersebut mengecewakan Gubernur Kalimantan Tengah maupun masyarakat, khususnya masyarakat Kotawaringin Barat.

    “Menjadi tuan rumah adalah amanah sekaligus tantangan bagi kami. Kami tidak ingin mengecewakan Gubernur dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Kotawaringin Barat,” kata Hj Fatmawati, Kamis (20/8/2026).

    Menurutnya, KONI Kobar bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus berkoordinasi mempersiapkan berbagai kebutuhan Porprov, mulai dari venue pertandingan, sarana pendukung hingga kesiapan pelayanan bagi seluruh kontingen yang datang.

    Fatmawati menegaskan, Kobar ingin memberikan kesan terbaik kepada seluruh peserta. Karena itu, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut pertandingan, tetapi juga kenyamanan dan keamanan para atlet, ofisial, serta tamu yang hadir.

    “Harapan kami seluruh kontingen yang datang merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Kobar,” ujarnya.

    Selain mengejar kesuksesan penyelenggaraan, KONI Kobar juga menargetkan prestasi terbaik bagi kontingen tuan rumah. Para atlet Kobar diharapkan mampu memanfaatkan momentum Porprov 2026 untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan hasil maksimal.

    Fatmawati menyebut, sukses menjadi tuan rumah harus berjalan beriringan dengan sukses prestasi. Dukungan seluruh masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan dua target tersebut.

    “Prinsip kami jelas, sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Dua-duanya harus berjalan bersama,” tegasnya.

    Dengan persiapan yang terus dikebut, KONI Kobar optimistis Porprov 2026 dapat berlangsung meriah, tertib dan profesional. Kobar pun siap menyambut para kontingen dengan semangat sebagai tuan rumah yang ingin memberikan pengalaman terbaik sekaligus mengukir prestasi di kandang sendiri.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Asap Karhutla Mengepul, Bupati Kobar Ingatkan Ancaman El Nino dan Lindungi Anak Sekolah

    Asap Karhutla Mengepul, Bupati Kobar Ingatkan Ancaman El Nino dan Lindungi Anak Sekolah

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan ancaman El Nino, pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, Kamis (20/8/2026).

    Bupati Kobar Hj Nurhidayah meminta masyarakat tidak lengah menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terlebih Kobar baru saja melewati masa tanggap darurat karhutla.

    “Pencegahan karhutla harus kita lakukan bersama. Masyarakat jangan sampai lengah, karena kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran,” kata Nurhidayah.

    Perhatian khusus diberikan terhadap kesehatan anak-anak sekolah. Asap yang semakin pekat dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan.

    Nurhidayah meminta pihak sekolah memperhatikan kondisi udara sebelum melaksanakan kegiatan di luar kelas. Jika asap semakin tebal, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi atau disesuaikan demi menjaga kesehatan para siswa.

    “Kalau kondisi asap semakin tebal, aktivitas anak-anak di luar ruangan sebaiknya dikurangi. Sekolah perlu melihat kondisi udara sebelum melaksanakan kegiatan di luar kelas,” ujarnya.

    Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Ketika kondisi udara memburuk, anak-anak sebaiknya tidak terlalu lama berada di luar rumah sebagai langkah pencegahan terhadap dampak paparan asap.

    Ancaman karhutla semakin besar ketika curah hujan menurun dan lahan mengering. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah menyebar, sementara asap yang dihasilkan dapat terbawa angin hingga ke kawasan permukiman dan lingkungan sekolah.

    Karena itu, pemantauan titik panas dan lokasi yang berpotensi terbakar harus terus diperkuat. Setiap kemunculan api maupun kepulan asap diharapkan segera dilaporkan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.

    Nurhidayah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Di tengah kondisi kering, api yang semula kecil dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.

    “Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Dalam kondisi seperti sekarang, api yang kecil sekalipun bisa dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

    Di sisi lain, pemantauan kualitas udara menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla. Informasi mengenai kondisi udara diperlukan agar pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat menentukan langkah yang tepat, terutama dalam mengatur aktivitas anak-anak.

    Bupati menegaskan karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran lahan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh warga Kobar diminta memperkuat kewaspadaan, mencegah munculnya titik api, serta bersama-sama melindungi anak-anak dari dampak buruk asap karhutla.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kepergok Curi Uang Rp3,4 Juta, Maling di Pangkalan Banteng Nekat Todongkan Pistol

    Kepergok Curi Uang Rp3,4 Juta, Maling di Pangkalan Banteng Nekat Todongkan Pistol

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Aksi nekat seorang pria berinisial S R mencuri uang tunai Rp3,4 juta di sebuah rumah warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berujung petaka. Kepergok pemilik rumah, pelaku sempat mengacungkan pistol sebelum akhirnya ditangkap warga dan babak belur dihajar massa.

    Kapolsek Pangkalan Banteng Polres Kobar Iptu Agung Sugiarto mengatakan, pencurian tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ini tersangka sudah dapat dimintai keterangan setelah sebelumnya sempat tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan.

    “Untuk tersangka sempat kita rawat karena kondisinya tidak sadarkan diri. Kemarin kejadiannya, dan hari Rabu ini sudah bisa kita mintai keterangan,” kata Agung, Rabu (19/8/2026).

    Peristiwa bermula ketika korban, Saifuddin pulang dari Pasar Desa Karang Mulya. Saat membuka pintu garasi rumah, korban mendengar suara dari dalam yang terdengar seperti suara teralis sedang dibongkar.

    Merasa curiga, korban kemudian mendekati bagian samping rumah. Dari sana, korban melihat jendela kamar dalam keadaan terbuka. Saat mengintip melalui jendela, korban mendapati seorang pria berada di dalam kamar.

    Pria tersebut diketahui S R. Ia tengah membuka lemari dan mengambil uang tunai milik korban. Mengetahui aksinya dipergoki, korban langsung menahan jendela dari luar agar pelaku tidak dapat melarikan diri.

    Korban kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan “maling” membuat pelaku panik dan berusaha mendorong jendela yang ditahan korban.

    Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku mengacungkan pistol ke arah atas. Korban yang ketakutan akhirnya melepaskan tahanannya dan berlari ke bagian belakang rumah.

    Pelaku kemudian berhasil keluar dan mencoba melarikan diri. Namun, teriakan korban membuat warga berdatangan. Pelaku dikejar hingga akhirnya berhasil diamankan warga.

    Warga yang emosi sempat menghakimi S R hingga mengalami luka-luka dan tidak sadarkan diri. Petugas Polsek Pangkalan Banteng yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa dan membawanya ke kantor polisi.

    Agung mengatakan, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap tersangka setelah kondisinya memungkinkan. “Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari perkara tersebut,” tuturnya.

    Barang bukti yang diamankan berupa satu pistol senapan angin warna hitam, satu pisau besi bergagang kayu sepanjang 33 sentimeter, satu obeng pipih dari besi sepanjang 19 sentimeter, serta uang tunai Rp3.435.000.

    Atas perbuatannya, S R kini diproses Unit Reskrim Polsek Pangkalan Banteng dalam perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Dua Hari Hilang di Sungai Arut, Warga Kelurahan Candi Ditemukan Tak Bernyawa

    Dua Hari Hilang di Sungai Arut, Warga Kelurahan Candi Ditemukan Tak Bernyawa

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pencarian Punasah (35), warga Jalan Nangka, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), yang dilaporkan tenggelam di Sungai Arut, berakhir tragis. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua hari dicari Tim SAR Gabungan.

    Punasah ditemukan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10.40 WIB. Jasad korban ditemukan di arah hilir sungai, sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

    Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi, mengatakan korban ditemukan setelah petugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Arut. Saat ditemukan, korban langsung dievakuasi dari perairan.

    “Tim SAR Gabungan menemukan korban pada Rabu pukul 10.40 WIB. Posisi korban berada di arah hilir sungai, sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal,” kata Mahdi.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, Punasah sedang beraktivitas di pinggir Sungai Arut, Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan.

    Korban diduga terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam. Laporan kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

    Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Arut dan memperluas area operasi ke arah hilir. Setelah pencarian berlangsung selama dua hari, petugas akhirnya menemukan keberadaan korban.

    Namun, harapan keluarga untuk menemukan Punasah dalam keadaan selamat berakhir duka. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

    Jasad Punasah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sultan Imaduddin Pangkalan Bun untuk proses penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

    Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian. Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, Marnit Polairud Polda Kalteng, Polres Kotawaringin Barat, Polsek Arut Selatan, Koramil 1014-01/Arut Selatan, masyarakat sekitar serta pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban dan diserahkannya ke pihak rumah sakit, operasi SAR resmi ditutup.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • DPRD dan Pemkab Kobar Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp30,4 M

    DPRD dan Pemkab Kobar Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp30,4 M

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Selasa (18/8/2026).

    Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kobar Mulyadin, didampingi Wakil Ketua I H. Rudi Imam Gunawan dan Wakil Ketua II Sri Lestari. Hadir pula Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, Wakil Bupati Suyanto, unsur Forkopimda, Sekda Kobar Rody Iskandar, serta jajaran kepala perangkat daerah.

    Sebelum penandatanganan, DPRD menyampaikan hasil pembahasan Tim Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terhadap rancangan perubahan KUA-PPAS APBD 2026. Hasil pembahasan tersebut disampaikan juru bicara Tim Banggar DPRD Kobar, H. Erry Eryansyah.

    Dalam pembahasan itu, pendapatan daerah pada perubahan APBD 2026 ditargetkan sebesar Rp1,368 triliun. Angka tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp440,25 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp928 miliar.

    Target pendapatan tersebut mengalami penurunan Rp30,4 miliar dibandingkan APBD murni 2026 yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1,398 triliun. Penurunan pendapatan ini kemudian berdampak pada penyesuaian belanja daerah.

    Pada perubahan APBD 2026, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp1,405 triliun. Nilai tersebut turun sekitar Rp3,26 miliar dibandingkan APBD murni yang mencapai Rp1,408 triliun.

    Dengan komposisi pendapatan dan belanja tersebut, Kobar menghadapi defisit anggaran sebesar Rp37,13 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya.

    “Akumulasi dari penjumlahan pendapatan daerah setelah dikurangi dengan belanja daerah terdapat defisit anggaran sebesar Rp37.132.717.000. Untuk menutup defisit tersebut akan melalui pembiayaan netto yang bersumber dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya,” kata Erry.

    Setelah penyampaian hasil pembahasan, DPRD bersama Pemkab Kobar kemudian melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026. Kesepakatan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan tahapan penyusunan perubahan APBD 2026.

    Bupati Kobar Hj. Nurhidayah meminta seluruh kepala perangkat daerah memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan anggaran dengan meningkatkan kinerja, terutama dalam pencapaian target PAD. Ia menegaskan target pendapatan harus dikejar agar program dan belanja daerah yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.

    Nurhidayah juga meminta seluruh perangkat daerah tertib administrasi, memenuhi target kinerja, menyusun perubahan RKA-SKPD, serta melaksanakan anggaran secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Pelaksanaan program dan kegiatan juga harus disesuaikan dengan ketersediaan sumber pendanaan.

    Di akhir sambutannya, Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kobar atas kerja sama yang telah terjalin. Ia berharap komunikasi dan sinergi antara eksekutif dan legislatif terus diperkuat demi mendukung pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah yang lebih optimal.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Rumah Ketua RT 09 Pasir Panjang Terbakar, Dua Sepeda Motor Ludes

    Rumah Ketua RT 09 Pasir Panjang Terbakar, Dua Sepeda Motor Ludes

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah di Jalan Utama, Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (19/8/2026). Dua sepeda motor ikut ludes dalam peristiwa tersebut.

    Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di area parkiran atau teras rumah milik Yusransah, Ketua RT 09 Desa Pasir Panjang.

    Menurut keterangan pemilik rumah, api tiba-tiba muncul dari bagian parkiran. Percikan listrik kemudian menyambar sepeda motor yang berada di sekitar lokasi hingga api dengan cepat membesar.

    Kobaran api selanjutnya merambat ke bagian bangunan rumah. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan response time petugas sekitar lima menit. Penanganan dilakukan Regu 3 dengan mengerahkan sejumlah unit pemadam dan unit suplai.

    “Respons time sekitar lima menit. Personel langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan,” ujar Dwi Agus.

    Dalam proses pemadaman, petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Dukungan juga diberikan Huma Singgah Itah dalam penanganan kebakaran tersebut.

    Akibat kejadian itu, satu unit rumah mengalami kebakaran dan dua sepeda motor hangus dilalap api. Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

    Dwi Agus mengimbau masyarakat rutin memeriksa kabel dan jaringan listrik di rumah. Kabel yang rusak maupun sambungan listrik yang bermasalah dapat memicu korsleting dan berujung kebakaran.

    Dia juga meminta warga tidak sembarangan membakar sampah di sekitar rumah. Terlebih saat ini kondisi cuaca panas dan angin kencang. Dwi Agus menyebut dalam sehari terjadi dua kebakaran rumah dengan dugaan penyebab yang sama, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Ditinggal Pengajian, Rumah Warga di Kelurahan Baru Terbakar Usai Listrik Padam

    Ditinggal Pengajian, Rumah Warga di Kelurahan Baru Terbakar Usai Listrik Padam

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran menggegerkan warga RT 21, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (18/8/2026) malam. Satu rumah warga berbahan kayu hangus terbakar setelah api dengan cepat membesar.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

    Namun, api semakin sulit dikendalikan karena cepat membesar. Warga kemudian menghubungi Mako Damkar Kobar agar penanganan segera dilakukan.

    Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah diketahui sedang menghadiri pengajian di Masjid Al Jihad. Sementara anak perempuan pemilik rumah berada di dalam rumah seorang diri ketika kobaran api mulai muncul.

    Menurut informasi awal, kebakaran didahului padamnya aliran listrik secara tiba-tiba. Tak lama kemudian, muncul percikan api dari bagian atas plafon yang langsung menyambar bagian rumah lainnya.

    Rumah yang mayoritas konstruksinya berbahan kayu membuat api cepat menjalar. Dalam hitungan menit, kobaran api sudah menguasai hampir seluruh bangunan hingga penghuni tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

    Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar langsung mengerahkan lima unit armada ke lokasi. Pemadaman juga mendapat dukungan dari Balakar Huma Singgah Itah Mendawai serta relawan PMI Kotawaringin Barat.

    Relawan PMI Kobar Indra Alfian mengatakan petugas bersama relawan langsung berjibaku memadamkan api dan melakukan penyekatan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah api menjalar ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan kobaran api sempat semakin besar akibat tiupan angin. Berkat respons cepat petugas, api akhirnya berhasil dijinakkan dan tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.

    “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material masih dalam pendataan,” ujar Dwi.

    Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersisa, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!