Kategori: Kotawaringin Barat

  • Lahan Makin Kering, Karhutla Mengintai Kebun Sawit di Kobar

    Lahan Makin Kering, Karhutla Mengintai Kebun Sawit di Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kawasan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat kewaspadaan ekstra ketika musim kemarau datang.

    Forecaster On Duty BMKG Kotawaringin Barat, Atira Indiani Pangastuti, mengatakan kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Lahan, semak, dan material organik yang kehilangan kelembapan akan lebih mudah terbakar ketika terkena sumber api.

    Menurut Atira, fenomena El Nino tidak bisa disebut sebagai penyebab langsung karhutla. Namun, fenomena tersebut dapat membuat kondisi lingkungan menjadi lebih kering sehingga risiko kebakaran meningkat, terutama di wilayah yang memang memiliki kerawanan karhutla.

    “El Nino bukan berarti secara langsung menyebabkan terjadinya kebakaran, tetapi lebih berperan dalam menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya dan meluasnya kebakaran,” ujar Atira, Sabtu (28/8/2026).

    Dia menjelaskan El Nino berkaitan dengan perubahan pola sirkulasi atmosfer dan berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi itu dapat membuat pasokan uap air dan frekuensi hujan menurun sehingga curah hujan lebih rendah dari kondisi normal.

    Saat lahan semakin kering, potensi api untuk cepat menyebar juga meningkat. Terlebih jika kebakaran terjadi di sekitar perkebunan dengan banyak vegetasi kering dan ditambah hembusan angin yang dapat membantu mempercepat penjalaran api.

    Kawasan gambut menjadi perhatian khusus karena memiliki karakteristik yang berbeda. Api yang terlihat sudah padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan dan merambat di lapisan gambut bawah tanah.

    Selain faktor cuaca, aktivitas manusia juga menjadi salah satu risiko. Pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas apabila api tidak dikendalikan dengan baik.

    Atira menilai kewaspadaan harus ditingkatkan selama periode kering. Pencegahan, pengawasan kawasan rawan, serta penanganan sumber api sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi karhutla besar.

    Masyarakat dan pengelola perkebunan diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan. Dengan kondisi cuaca yang kering, satu sumber api kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar jika tidak segera ditangani.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • KONI Kobar Siapkan Dukungan BBM hingga Transportasi untuk Kontingen Porprov Kalteng

    KONI Kobar Siapkan Dukungan BBM hingga Transportasi untuk Kontingen Porprov Kalteng

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyiapkan sejumlah dukungan untuk memastikan kebutuhan kontingen yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 dapat terpenuhi selama berada di Kobar.

    Dukungan tersebut mencakup ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pelayanan kesehatan dan tenaga medis, hingga armada transportasi. Kesiapan berbagai kebutuhan pendukung ini menjadi bagian penting karena Kobar akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Porprov Kalteng 2026.

    Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Kobar Heri Wibowo mengatakan, persoalan ketersediaan BBM menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, kebutuhan BBM diperkirakan meningkat seiring kedatangan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng.

    Menurut Heri, KONI Kobar juga membuka kemungkinan adanya kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung kebutuhan BBM selama pelaksanaan Porprov. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah antisipasi agar ketersediaan BBM tetap terjaga.

    “Untuk BBM ini menjadi salah satu dukungan yang perlu kita pikirkan. Kemarin juga sempat dibahas mengenai kemungkinan membuka SPBU 24 jam selama pelaksanaan Porprov,” ujar Heri.

    Selain BBM, aspek pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Heri menjelaskan, dukungan pelayanan kesehatan dan tenaga medis di lokasi venue nantinya merupakan bagian dari tanggung jawab panitia besar Porprov yang berada di bawah koordinasi tingkat provinsi.

    Sementara itu, KONI Kabupaten Seruyan juga telah menyiapkan dukungan tenaga medis bagi kontingennya. Sebanyak 10 tenaga medis rencananya dibawa dan ditempatkan di lokasi penginapan kontingen untuk memberikan pelayanan apabila atlet maupun ofisial membutuhkan penanganan kesehatan.

    Dukungan lainnya berkaitan dengan transportasi. KONI Kobar siap membantu apabila armada yang dibawa kontingen mengalami kendala selama berada di wilayah Kobar.

    Heri mengatakan, bantuan transportasi tersebut dapat dilakukan melalui rekanan yang dimiliki KONI Kobar. Selain itu, KONI Kobar juga siap memberikan kontak penyedia jasa armada yang dapat disewa oleh kontingen apabila membutuhkan kendaraan tambahan.

    “Kami siap membantu. Kalau armada kontingen mengalami kendala, bisa melalui rekanan atau kami berikan kontak penyedia jasa armada yang bisa disewa,” kata Heri, Jumat (28/8/2026).

    Menurut Heri, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar kebutuhan kontingen selama Porprov dapat tertangani dengan baik. Dengan dukungan BBM, kesehatan, dan transportasi yang disiapkan sejak awal, KONI Kobar berharap seluruh kontingen dapat mengikuti pertandingan dengan nyaman dan fokus meraih prestasi.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Antrean BBM Berjam-jam Bikin Warga Kobar Resah, Gubernur Kalteng Turun dari Mobil Tegur SPBU

    Antrean BBM Berjam-jam Bikin Warga Kobar Resah, Gubernur Kalteng Turun dari Mobil Tegur SPBU

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat perhatian serius dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

    Saat melintas di wilayah Kobar, Jumat, Agustiar melihat antrean kendaraan yang mengular di salah satu SPBU. Ia kemudian menghentikan perjalanan dan turun langsung untuk melihat kondisi sekaligus mendengar keluhan warga.

    “Saya lewat melihat antrean begitu panjang, saya berhenti, ada apa ini. Saya tanya ke warga, mereka ada yang antre sampai dua jam,” kata Agustiar.

    Agustiar mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menerima berbagai masukan dari masyarakat yang harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan BBM.

    “Bermacam-macam masukan dari warga. Saya harap ini bisa segera teratasi,” ujarnya.

    Usai berbincang dengan warga, Agustiar langsung mengecek kondisi pelayanan BBM di salah satu SPBU yang berada di Jalan Pakunegara, Kecamatan Arut Selatan, Kobar.

    Di SPBU tersebut, Agustiar berdialog dengan petugas dan menyoroti kondisi pelayanan yang tengah menjadi perhatian masyarakat. Ia bahkan terlihat menegur petugas SPBU terkait situasi di lapangan.

    Menurut Agustiar, antrean panjang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Persoalan distribusi maupun pelayanan BBM harus segera dicari penyebabnya agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.

    Gubernur juga meminta masyarakat berani menyampaikan informasi jika menemukan dugaan penimbunan BBM. Ia menegaskan laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi BBM.

    “Apabila ada penimbun, sampaikan pada saya,” tegas Agustiar.

    Pemprov Kalteng sendiri terus menaruh perhatian terhadap persoalan distribusi BBM. Pengawasan hingga tingkat SPBU dinilai penting untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan mencegah terjadinya penyalahgunaan.

    Agustiar berharap persoalan antrean BBM di Kobar segera teratasi sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

  • Water Bombing 9 Kali Hantam Karhutla di Kobar, Danlanud Iskandar Ungkap Kunci Operasi

    Water Bombing 9 Kali Hantam Karhutla di Kobar, Danlanud Iskandar Ungkap Kunci Operasi

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Dalam operasi tersebut, helikopter melakukan sembilan kali penyiraman untuk menghantam titik-titik api dari udara.

    Karhutla terjadi di kawasan Kotawaringin Lama Km 15, Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Jumat (28/8/2026). Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

    Pemadaman melalui udara dilakukan karena lokasi kebakaran berada di medan yang sulit dijangkau. Kondisi lahan yang ekstrem serta minimnya sumber air membuat armada pemadam darat kesulitan mendekati titik api.

    Operasi water bombing berlangsung sekitar satu jam. Helikopter berulang kali menjatuhkan bom air ke kawasan yang terbakar untuk menekan kobaran dan mencegah api merembet ke vegetasi di sekitarnya.

    Di darat, personel Lanud Iskandar membantu mengarahkan operasi tersebut. Komunikasi antara petugas dan pilot dilakukan menggunakan VHF Radio Ground-to-Air agar sasaran penyiraman dapat ditentukan secara akurat.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan komunikasi yang cepat dan akurat menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan pemadaman dari udara.

    “Keandalan komunikasi radio antara tim darat dan pilot helikopter menjadi faktor penentu keberhasilan misi,” kata Nugroho, Jumat (28/8/2026).

    Menurut Nugroho, kondisi medan yang sulit membuat ketepatan informasi sangat penting. Setiap perubahan posisi dan perkembangan titik api harus segera disampaikan kepada pilot agar water bombing dapat diarahkan ke sasaran.

    “Kecepatan respons dan presisi informasi membuat titik-titik api utama dapat dilumpuhkan dengan cepat sebelum merembet lebih luas ke area vegetasi sekitarnya,” ujarnya.

    Dari sekitar 5 hektare lahan yang terbakar, sekitar 2 hektare telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

    Setelah pemadaman, proses pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi bara yang masih tersisa di dalam lahan. Petugas juga terus memantau kawasan tersebut guna mencegah munculnya kembali api.

    Nugroho menegaskan sinergi antara personel di darat dan pilot helikopter menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, khususnya di medan yang sulit dijangkau. Dengan komunikasi yang solid, operasi water bombing dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Warga Kobar Berebut Sembako Murah, Gubernur Kalteng Pangkas Harga hingga 50 Persen

    Warga Kobar Berebut Sembako Murah, Gubernur Kalteng Pangkas Harga hingga 50 Persen

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berbondong-bondong mendatangi pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng. Warga langsung memburu berbagai kebutuhan pokok setelah harga sembako dipangkas hingga 50 persen.

    Gerakan pangan murah tersebut digelar di Lapangan Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan Pemprov Kalteng melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

    Semula, potongan harga yang diberikan dalam kegiatan tersebut hanya sekitar 30 persen. Namun, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta agar diskon dinaikkan menjadi 50 persen.

    Permintaan tersebut langsung disambut antusias warga. Mereka berdesakan mendatangi meja-meja yang menyediakan sembako, mulai dari gula, minyak goreng, telur, bawang hingga beras.

    “Gerakan pangan murah ini merupakan bukti nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas kebutuhan masyarakat. Gerakan ini juga dalam upaya menekan inflasi,” kata Agustiar saat membuka kegiatan usai melaksanakan Salat Istisqa.

    Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga yang lebih ringan. Gula pasir dibanderol Rp 10 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 10 ribu per liter, telur Rp 40 ribu per rak isi 30 butir, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 35 ribu per kilogram.

    Untuk beras, jenis premium dijual Rp 59 ribu per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras SPHP Rp 58 ribu per 5 kilogram. Gas elpiji 3 kilogram juga tersedia dengan harga Rp 23 ribu per tabung.

    Tak hanya sembako, warga juga dapat membeli ikan segar, ayam beku dan sayur-mayur dengan harga di bawah pasaran. Tingginya antusiasme membuat kegiatan yang awalnya diperuntukkan bagi ASN golongan I dan II, PPPK serta tenaga kontrak akhirnya dibuka untuk masyarakat umum.

    Karena stok terbatas, petugas membatasi jumlah pembelian. Agustiar berharap gerakan pangan murah tersebut bisa membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah upaya pengendalian inflasi.

    Selain pasar murah, masyarakat juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Agustiar turut mengingatkan warga agar tidak membakar lahan di tengah kemarau ekstrem yang meningkatkan risiko Karhutla.

    “Jangan sampai muncul kabut asap. Ini sangat mengganggu aktivitas kita semua. Bukan saja kesehatan yang terganggu, perekonomian pun akan hancur jika kabut asap sudah parah,” ujarnya.

    Pemprov Kalteng juga telah menyediakan rumah oksigen yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila mengalami gangguan pernapasan akibat asap Karhutla. Warga diminta ikut menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran agar aktivitas sehari-hari tidak kembali terganggu.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Dampingi Gubernur Tinjau Karhutla, Danlanud Iskandar Siap Jibaku Lawan Api: Ini Jiwa Prajurit!

    Dampingi Gubernur Tinjau Karhutla, Danlanud Iskandar Siap Jibaku Lawan Api: Ini Jiwa Prajurit!

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api yang membakar lahan di tengah cuaca kering membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian. Di tengah kepungan api, prajurit TNI menunjukkan kesiapan untuk turun langsung berjibaku memadamkan kebakaran.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han, turut mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat meninjau lokasi karhutla di kawasan Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

    Kehadiran Danlanud Iskandar dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari sinergi jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menghadapi ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar.

    Nugroho menegaskan prajurit TNI tidak akan tinggal diam ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana. Dalam kondisi apa pun, personel siap dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

    “Kalau sudah tugas, kami siap berjibaku memadamkan karhutla. Ini jiwa prajurit,” tegas Nugroho.

    Menurutnya, medan karhutla bukan persoalan ringan. Kondisi lahan yang kering, asap tebal hingga perubahan arah angin dapat membuat api dengan cepat menjalar. Karena itu, setiap personel harus memiliki kesiapan fisik, mental dan kewaspadaan tinggi.

    Ia menekankan penanganan karhutla membutuhkan kekuatan bersama. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah serta masyarakat harus bergerak dalam satu irama agar api tidak semakin meluas.

    “Api ini tidak bisa dilawan sendiri. Semua harus bergerak bersama, saling mendukung dan saling menguatkan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

    Nugroho mengatakan jajaran TNI AU siap memberikan dukungan sesuai kemampuan dan tugas yang dimiliki. Prinsipnya, setiap sumber daya yang tersedia akan dimaksimalkan untuk membantu penanganan karhutla.

    Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan memadamkan api tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menghindari munculnya titik api baru.

    Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api, menurutnya, dapat menjadi ancaman ketika kondisi lingkungan sedang kering.

    Di sisi lain, Nugroho memastikan keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap operasi. Prajurit harus memahami medan dan kondisi di lapangan sebelum mengambil tindakan agar penanganan berjalan efektif dan aman.

    Bagi Nugroho, turun ke lapangan menghadapi karhutla bukan sekadar menjalankan tugas. Ada tanggung jawab sebagai prajurit untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

    “Ini jiwa prajurit. Ketika negara dan masyarakat membutuhkan, kami siap turun. Selama masih bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk membantu memadamkan api,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian

  • Karhutla dan Kekeringan Bersamaan, PMI Kobar Sudah 12 Hari Salurkan Air Bersih

    Karhutla dan Kekeringan Bersamaan, PMI Kobar Sudah 12 Hari Salurkan Air Bersih

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga di sejumlah wilayah terdampak kini menghadapi situasi yang tidak mudah. Belum selesai berhadapan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mereka harus menghadapi persoalan lain berupa kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih.

    Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat terus bergerak membantu masyarakat. Hingga Kamis (27/8/2026), penyaluran air bersih telah memasuki hari ke-12 dan masih dilakukan ke wilayah yang membutuhkan.

    Untuk distribusi kali ini, PMI memfokuskan bantuan ke kawasan Tatas dan Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Warga di dua kawasan tersebut mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Ketua PMI Kobar dr H Erry Eryansyah mengatakan kondisi yang dirasakan warga cukup memprihatinkan. Keterbatasan air bahkan membuat ada warga yang harus menahan kebutuhan mandi hingga dua hari.

    “Sudah hari ke-12 kami menyalurkan air bersih. Saat ini kami meng-cover dua daerah tersebut karena warga di sana mengeluhkan kekeringan dan kekurangan air,” ujar Erry, Kamis (27/8/2026).

    Menurut Erry, air yang disalurkan tidak hanya digunakan untuk mandi. Warga juga dapat memanfaatkannya untuk memasak serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

    “Air bukan hanya untuk mandi, warga juga bisa memanfaatkannya untuk memasak. Dampak kekeringan sangat terasa oleh warga,” katanya.

    Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena terjadi bersamaan dengan dampak Karhutla. Kabut asap yang pekat membuat ruang gerak masyarakat terbatas, sementara kebutuhan air bersih justru semakin meningkat.

    Fenomena El Nino dan kondisi cuaca yang kering turut menjadi perhatian. Periode tanpa hujan yang berlangsung lebih panjang dapat membuat sumber air semakin terbatas dan meningkatkan kebutuhan pasokan air bagi masyarakat.

    PMI Kobar memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan. Wilayah yang mengalami kesulitan air akan menjadi prioritas agar bantuan dapat diterima warga yang paling membutuhkan.

    Di tengah kepungan asap dan kekeringan, pasokan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga. PMI berharap distribusi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi kembali membaik.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian

  • 6.073 Kasus ISPA Tercatat di Kobar, Dinkes Minta Warga Waspada

    6.073 Kasus ISPA Tercatat di Kobar, Dinkes Minta Warga Waspada

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mencapai 6.073 kasus yang tercatat di lima puskesmas. Angka tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Kepala Dinkes Kobar Hardino mengatakan, perkembangan kasus ISPA terus dipantau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Dari pemantauan tersebut, peningkatan kasus mulai terlihat sejak minggu ke-28 hingga minggu ke-32.

    “Kasus tertinggi tercatat pada minggu ke-32, sekitar 515 kasus. Kondisi ini perlu diwaspadai karena terjadi peningkatan secara berturut-turut dalam beberapa minggu terakhir,” kata Hardino, Kamis (27/8/2026).

    Berdasarkan rekapitulasi Dinkes Kobar, PKM Sungai Rangit menjadi fasilitas kesehatan dengan catatan kasus ISPA tertinggi, yakni 1.933 kasus atau 16,43 persen.

    Selanjutnya, PKM Madurejo mencatat 1.169 kasus atau 9,94 persen. Kemudian PKM Kumai sebanyak 1.152 kasus atau 9,79 persen, PKM Karang Mulya 914 kasus atau 7,77 persen, dan PKM Mendawai sebanyak 905 kasus atau 7,69 persen.

    Jika digabungkan, lima puskesmas tersebut mencatat 6.073 kasus ISPA. Dinkes menilai angka tersebut perlu menjadi perhatian serius karena peningkatan kasus terjadi bersamaan dengan memburuknya kondisi lingkungan akibat asap Karhutla di sejumlah wilayah Kobar.

    Hardino menyebut pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap jumlah kasus, tetapi juga berdasarkan wilayah dan kelompok umur. Kasus pneumonia serta kondisi lingkungan turut menjadi perhatian untuk mengetahui apakah terjadi pola peningkatan penyakit yang berkaitan dengan kualitas udara.

    “Kami perlu memperkuat pemantauan mingguan dan melihat hubungan peningkatan kasus dengan kualitas udara maupun kejadian Karhutla. Kalau peningkatan terus berlanjut, perlu dilakukan verifikasi lapangan dan analisis epidemiologi lebih lanjut,” ujarnya.

    Dinkes Kobar juga memastikan fasilitas kesehatan tetap disiapkan menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Ketersediaan obat, bahan medis habis pakai hingga oksigen menjadi bagian dari kesiapsiagaan pelayanan.

    Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga dengan penyakit kronis, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika asap semakin pekat. Warga juga diimbau menggunakan masker, menutup pintu dan jendela serta segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas, napas cepat, demam tinggi atau kondisi kesehatan memburuk.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Asap Karhutla Menebal, Dinkes Kobar Siagakan Ruang Oksigen di Semua Puskesmas

    Asap Karhutla Menebal, Dinkes Kobar Siagakan Ruang Oksigen di Semua Puskesmas

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah.

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan Ruang Oksigen di seluruh Puskesmas di Kabupaten Kobar. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai pertolongan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

    Kepala Dinkes Kobar Hardino mengatakan, kesiapan seluruh Puskesmas dilakukan setelah adanya arahan dari Dinkes Provinsi Kalteng untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya keluhan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

    “Seluruh Puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah menyiapkan Ruang Oksigen. Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Hardino, Kamis (27/8/2026).

    Menurut dia, Ruang Oksigen telah dilengkapi fasilitas pendukung, seperti ruangan yang dibuat nyaman dan sejuk dengan AC atau kipas angin, tempat tidur beserta bantal dan selimut, tabung oksigen, serta petugas kesehatan yang siap memberikan pelayanan.

    Hardino menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut diperlukan karena paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama ketika masyarakat terpapar dalam waktu lama.

    Selain mengoptimalkan layanan di Puskesmas, Dinkes Kobar juga kembali menyiapkan Ruang Oksigen di kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun. Layanan tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh pertolongan ketika mengalami keluhan akibat paparan asap.

    “Kami ingin memastikan pelayanan mudah dijangkau. Selain di seluruh Puskesmas, kami siapkan kembali di Bundaran Pancasila sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

    Dinkes Kobar juga terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dan berkoordinasi dengan Puskesmas serta lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus merespons apabila terjadi peningkatan kasus gangguan pernapasan.

    Kelompok rentan seperti bayi dan balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit kronis atau gangguan pernapasan diminta lebih waspada saat kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.

    Hardino mengingatkan warga yang mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya agar tidak menunggu kondisi memburuk. Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

    Penyiapan Ruang Oksigen di seluruh Puskesmas dan Bundaran Pancasila diharapkan menjadi langkah cepat Dinkes Kobar dalam melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Alarm Udara Kobar Menyala! PM2.5 Pangkalan Bun Melonjak ke Level Berbahaya

    Alarm Udara Kobar Menyala! PM2.5 Pangkalan Bun Melonjak ke Level Berbahaya

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Alarm kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyala. Pantauan BMKG pada Kamis (27/8/2026) pagi menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pangkalan Bun menembus 267,2 µg/m³ dan masuk kategori Berbahaya.

    Data tersebut tercatat pada pukul 08.00 WIB. Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat halus di udara dapat terhirup dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

    Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena terjadi lonjakan dalam waktu singkat. Pada pukul 07.14 WIB, konsentrasi PM2.5 masih tercatat 58,3 µg/m³ dengan kategori Tidak Sehat.

    Hanya dalam waktu sekitar satu jam, konsentrasi PM2.5 melonjak lebih dari empat kali lipat hingga mencapai 267,2 µg/m³. Perubahan tajam ini menjadi sinyal agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi udara pagi ini.

    Berdasarkan grafik riwayat pemantauan PM2.5 pada 27 Agustus 2026, kondisi udara dipantau berdasarkan beberapa tingkatan, mulai dari Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya.

    Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Iskandar Kelas III Kotawaringin Barat, Atira Indiani Pangastuti, S.Tr.Met, mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara tersebut.

    “Kami mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan tubuh,” ujar Atira, Kamis (27/8/2026).

    Masyarakat yang harus keluar rumah diminta menggunakan masker. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kualitas udara berada pada kategori Berbahaya.

    BMKG meminta masyarakat aktif memantau perkembangan indeks kualitas udara Kobar dan sekitarnya melalui informasi resmi. Mengingat konsentrasi PM2.5 dapat berubah dengan cepat, pembaruan informasi menjadi penting sebelum warga melakukan aktivitas di luar rumah.

    Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak lengah, dengan mengutamakan kesehatan dan mengikuti perkembangan kualitas udara dari BMKG.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!