Kategori: Kotawaringin Barat

  • Karhutla Kobar Mengusik Pariwisata, 60 Persen Turis Asing Tanyakan Keamanan ke Tanjung Puting

    Karhutla Kobar Mengusik Pariwisata, 60 Persen Turis Asing Tanyakan Keamanan ke Tanjung Puting

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai mengusik wisatawan mancanegara yang berencana berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kecamatan Kumai.

    Kekhawatiran wisatawan asing terutama berkaitan dengan keamanan perjalanan, kondisi udara, serta dampak asap terhadap kesehatan selama berada di kawasan wisata.

    Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan pertanyaan mengenai keamanan akibat karhutla cukup banyak disampaikan wisatawan. Bahkan, sekitar 50 hingga 60 persen wisatawan disebut mempertanyakan kondisi tersebut sebelum melakukan perjalanan.

    “Kalau wisatawan yang mempertanyakan keamanan terkait karhutla banyak, hampir 50 sampai 60 persen yang bertanya,” kata Alwan, Senin (24/8/2026).

    Menurut Alwan, para wisatawan ingin memastikan kondisi di lapangan sebelum berangkat. Mereka khawatir melihat adanya kebakaran hutan dan lahan serta mempertanyakan apakah kondisi tersebut aman bagi kesehatan selama mengikuti perjalanan wisata.

    Meski kekhawatiran meningkat, hingga Jumat (21/8/2026) belum ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke TNTP akibat karhutla.

    “Sampai hari Jumat kemarin masih belum ada pembatalan kunjungan,” ujarnya.

    Alwan menyebut kendala yang terjadi sejauh ini justru lebih banyak berkaitan dengan jadwal penerbangan. Pesawat yang mengalami keterlambatan membuat itinerary atau rangkaian perjalanan wisatawan ikut terganggu.

    Informasi mengenai banyaknya wisatawan yang mempertanyakan keamanan tersebut diperoleh melalui komunikasi dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat. Para agen perjalanan menjadi salah satu pihak yang menerima langsung pertanyaan wisatawan terkait kondisi karhutla.

    TNTP sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kobar yang memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Karena itu, kondisi karhutla menjadi perhatian agar tidak sampai mengganggu kenyamanan maupun kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.

    Meski demikian, sampai saat ini belum terjadi pembatalan kunjungan akibat karhutla. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, sementara informasi mengenai keamanan menjadi hal penting bagi wisatawan sebelum melakukan perjalanan ke Tanjung Puting.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Ketua KONI Kobar Perkuat Kolaborasi Sambut Porprov Kalteng 2026

    Ketua KONI Kobar Perkuat Kolaborasi Sambut Porprov Kalteng 2026

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Ketua KONI Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Fatmawati terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026. Kobar akan menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi yang dijadwalkan mulai 2 Oktober 2026.

    Fatmawati mengatakan KONI Kobar bersama pemerintah daerah terus mematangkan berbagai persiapan agar pelaksanaan Porprov berjalan sesuai harapan. Kolaborasi dengan seluruh pihak dinilai menjadi kunci menyukseskan agenda olahraga tersebut.

    “Kita kuatkan semua sektor, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan semuanya, termasuk dukungan masyarakat. Harapannya Porprov terlaksana dengan sukses dan bahagia,” kata Fatmawati, Senin (24/8/2026).

    Menurutnya, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menjadi tanggung jawab KONI. Seluruh elemen, mulai dari pengurus cabang olahraga, atlet, panitia, pemerintah daerah hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.

    Fatmawati berharap dukungan masyarakat semakin kuat menjelang pelaksanaan Porprov. Antusiasme warga dinilai akan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pertandingan yang meriah dan memberikan semangat kepada para atlet.

    Di sisi olahraga, KONI Kobar terus mendorong seluruh cabang olahraga mempersiapkan atlet secara maksimal. Kesempatan menjadi tuan rumah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi olahraga Kobar.

    Selain itu, Porprov juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng menjadi peluang bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya.

    “UMKM dan semuanya kita harapkan berjalan sesuai harapan. Kita ingin masyarakat juga merasakan manfaat dari Porprov ini,” ujarnya.

    Menurut Fatmawati, geliat ekonomi dapat terlihat dari aktivitas perdagangan, kuliner, jasa, transportasi, penginapan dan berbagai usaha masyarakat selama pelaksanaan Porprov.

    Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, KONI Kobar optimistis mampu menyukseskan Porprov Kalteng 2026 sebagai tuan rumah. Targetnya bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga memberikan kesan positif bagi seluruh kontingen dan masyarakat Kobar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • 527 Hotspot Mengepung Kobar, Bupati Nurhidayah Turun ke Tengah Karhutla

    527 Hotspot Mengepung Kobar, Bupati Nurhidayah Turun ke Tengah Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kobar Hj. Nurhidayah turun langsung ke lokasi karhutla di Desa Tanjung Terantang dan Desa Kumpai Batu Atas, Sabtu (22/8/2026), untuk memastikan penanganan api berjalan maksimal.

    Nurhidayah tidak hanya melihat kondisi dari jauh. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan kebakaran, mengecek upaya pemadaman, sekaligus memastikan petugas tidak menghadapi kendala yang dapat menghambat pengendalian api.

    “Kunjungan ini untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi penanganan karhutla di lapangan. Kita ingin memastikan upaya pemadaman terus berjalan dan mengetahui apa saja yang menjadi kendala tim di lapangan,” ujar Nurhidayah.

    Ia menilai karhutla harus ditangani secara cepat dan bersama-sama. Selain mengancam hutan dan lahan, kebakaran yang meluas juga berpotensi berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

    Nurhidayah mengapresiasi perjuangan personel gabungan yang masih terus berjibaku memadamkan api. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan kesiapsiagaan, kesabaran dan kerja sama kuat dari seluruh pihak.

    “Yang paling penting adalah sinergi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua elemen harus bersama-sama, saling mendukung dan membantu dalam penanganan karhutla,” katanya.

    Besarnya ancaman karhutla tergambar dari data BPBD Kobar per 20 Agustus 2026. Tercatat 527 hotspot, dengan 204 kejadian karhutla dan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 867,49 hektare.

    Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 283 titik dari 111 kejadian, dengan luas lahan terbakar sekitar 184,48 hektare. Sementara Kecamatan Kumai mencatat 131 hotspot dan 65 kejadian, dengan luas lahan terbakar terbesar mencapai sekitar 588,41 hektare.

    Hotspot juga tercatat di Arut Utara sebanyak 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik, dan Pangkalan Banteng 12 titik. Sedangkan Pangkalan Lada tercatat nihil hotspot, meski terdapat enam kejadian karhutla. Data tersebut belum mencakup seluruh kejadian terbaru yang masih dalam proses pendataan.

    Nurhidayah meminta masyarakat tidak menjadi pemicu munculnya titik api baru. Warga diminta tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Pemkab Kobar bersama TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam, relawan, dunia usaha dan masyarakat terus bergerak: api harus dikendalikan, warga harus dilindungi, dan hutan serta lahan Kobar harus diselamatkan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Demokrat Kobar Bersama Rakyat! Semarak HUT ke-25, Lomba Rakyat Turut Meriahkan Hari Kemerdekaan

    Demokrat Kobar Bersama Rakyat! Semarak HUT ke-25, Lomba Rakyat Turut Meriahkan Hari Kemerdekaan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – DPC Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) turun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai lomba rakyat, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Beragam perlombaan digelar untuk menciptakan suasana kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi kader Demokrat untuk membangun interaksi langsung dengan warga.

    Sekretaris DPC Partai Demokrat Kobar Rachmat Sonny mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan pada 24 Juli 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam satu paket peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

    “Ini kelanjutan daripada kegiatan tanggal 24 Juli 2026. Artinya ini satu paket dalam rangka memperingati ulang tahun ke-25 Partai Demokrat dan menyambut ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Rachmat Sonny, Minggu (23/8/2026).

    Dalam lomba rakyat tersebut, peserta dewasa mengikuti sejumlah perlombaan, seperti tarik tambang khusus emak-emak dengan peserta tiga orang dalam satu regu. Selain itu, ada lomba lari karung dan memasukkan paku ke dalam botol yang dapat diikuti emak-emak maupun bapak-bapak.

    Sementara untuk anak-anak, panitia menyiapkan lomba makan kerupuk, membawa kelereng menggunakan sendok sambil berjalan menuju titik yang ditentukan, serta lomba memasukkan air ke dalam botol.

    Menurut Rachmat, seluruh perlombaan digelar dengan suasana sederhana namun tetap mengedepankan kegembiraan dan kebersamaan. Para pemenang juga disiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat.

    “Pemenangnya akan kita berikan hadiah secara sederhana. Pelaksanaan peringatan ini memang kita gelar sesuai dengan kemampuan masing-masing pengurus di daerah,” ujarnya.

    Rachmat menyebut, 23 Agustus 2026 menjadi puncak kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Bagi Demokrat Kobar, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

    Sebelumnya, DPC Partai Demokrat Kobar juga telah melaksanakan program “Langit Biru” sekitar satu bulan lalu di Desa Kubu. Kegiatan tersebut diisi dengan kerja bakti bersama masyarakat di kawasan destinasi wisata Pantai Kubu.

    “Kita ingin kegiatan ini menjadi bentuk interaksi langsung dengan masyarakat. Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan Langit Biru di Desa Kubu dengan kegiatan kerja bakti,” tutur Rachmat.

    Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Demokrat Kobar menegaskan peringatan HUT ke-25 partai tidak hanya dilakukan melalui seremoni internal, tetapi juga dengan turun langsung bersama masyarakat. Semangat kebersamaan itu sekaligus menjadi bagian dari menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • MTQH ke-56 Kobar Dibuka, 189 Peserta Berebut Tiket Wakili Daerah ke Tingkat Provinsi

    MTQH ke-56 Kobar Dibuka, 189 Peserta Berebut Tiket Wakili Daerah ke Tingkat Provinsi

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-56 tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi dibuka, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 189 peserta bersama 133 official dari enam kecamatan ambil bagian dalam ajang yang berlangsung hingga 24 Agustus 2026 tersebut.

    Pembukaan MTQH dilakukan Bupati Kobar Nurhidayah. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Membumikan Al-Qur’an, Menguatkan Generasi Qurani Menuju Kobar Makin Jaya.” MTQH diharapkan menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis.

    Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kobar, Suyanto, mengatakan pelaksanaan MTQH tahun ini digelar dengan konsep sederhana. Hal tersebut menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran serta situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar.

    “Walaupun sederhana tanpa mengurangi makna dan tujuan MTQH. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia. Ada hambatan karhutla dan efisiensi, tetapi dengan militansi tetap berusaha keras agar MTQH tetap terselenggara,” kata Suyanto.

    Menurutnya, MTQH bukan hanya ajang mencari peserta terbaik. Kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam sekaligus mendorong generasi muda untuk semakin mencintai, memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an serta hadis dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain itu, MTQH ke-56 menjadi bagian dari proses seleksi untuk mendapatkan kafilah terbaik yang akan mewakili Kobar pada MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2026 di Kasongan. Karena itu, peserta diharapkan tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan.

    Sejumlah cabang diperlombakan, mulai dari seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an satu juz dan tilawah, hafalan hadis 100 dan 500 hadis, fahmil Qur’an, syahril Qur’an hingga kaligrafi. Peserta berasal dari Arut Selatan 34 orang, Arut Utara 32 orang, Pangkalan Banteng 33 orang, serta Kumai, Kotawaringin Lama dan Pangkalan Lada masing-masing 30 orang.

    Bupati Kobar Nurhidayah menegaskan MTQH harus dimaknai lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, nilai utama kegiatan tersebut adalah bagaimana Al-Qur’an dan hadis semakin membumi serta menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.

    Nurhidayah juga meminta dewan hakim memberikan penilaian secara adil, objektif dan jujur. Ia berharap peserta terbaik tahun ini mampu membawa Kobar meraih prestasi lebih tinggi setelah pada MTQH sebelumnya belum berhasil menjadi juara umum.

    Pelaksanaan MTQH ke-56 Kobar tersebar di sejumlah venue, yakni Aula Universitas Antakusuma, Aula Kementerian Agama, Kantor Kementerian Haji, Gedung Pramuka dan Aula MTsN 1 Kobar. Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat generasi Qurani di Bumi Marunting Batu Aji.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Api Karhutla Kobar Tak Kenal Ampun, Puluhan Ular Ditemukan Hangus Terbakar

    Api Karhutla Kobar Tak Kenal Ampun, Puluhan Ular Ditemukan Hangus Terbakar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bukan hanya melahap vegetasi. Satwa liar yang berada di kawasan terdampak juga ikut menjadi korban ganasnya api.

    Danton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Sayit Abdul Badawi, mengatakan petugas menemukan puluhan ekor ular dalam kondisi hangus ketika melakukan penanganan karhutla di lapangan, Sabtu (22/8/2026).

    Temuan tersebut menjadi gambaran bagaimana dahsyatnya dampak karhutla terhadap ekosistem. Satwa yang tidak sempat menyelamatkan diri terjebak di tengah kepungan api dan asap.

    “Karhutla memang memanggang hewan di dalam hutan dan lahan. Saya melihat ada puluhan ular hangus,” ujar Sayit.

    Ia memperkirakan jumlah satwa yang menjadi korban sebenarnya bisa jauh lebih banyak. Petugas hanya menemukan hewan yang berada di lokasi yang dapat dijangkau saat proses pemadaman berlangsung.

    “Bisa lebih di daerah lain, bisa ratusan ular yang hangus. Bisa lebih juga. Kami menangani puluhan ekor ular, belum lagi yang tidak terlihat,” katanya.

    Menurut Sayit, kondisi ini menjadi perhatian serius karena karhutla berpotensi merusak habitat dan mengancam berbagai satwa liar yang selama ini hidup di kawasan hutan Kobar.

    Petugas juga mengkhawatirkan jika api merembet ke kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi. Salah satunya orangutan yang habitatnya harus dijaga dari ancaman kebakaran.

    “Yang kita khawatirkan seperti orangutan, jangan sampai kena habitatnya. Orangutan ini kita jaga betul,” tegasnya.

    Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, menyebut penanganan karhutla hingga kini masih terus dilakukan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data BPBD hingga 20 Agustus 2026, tercatat 204 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 867,49 hektare.

    Angka kejadian meningkat tajam dalam dua bulan terakhir. Pada Juli tercatat 62 kejadian, sedangkan Agustus hingga 20 Agustus sudah mencapai 94 kejadian. Sementara itu, pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 527 hotspot di Kobar, dengan 400 titik di antaranya muncul selama Agustus.

    “Ini belum kita lihat data terbaru karena kita masih di lapangan melakukan pemadaman,” kata Adnan.

    BPBD Kobar terus memperkuat pemadaman dan pemantauan untuk menekan meluasnya karhutla sekaligus mencegah semakin banyak satwa liar menjadi korban.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Hampir 2 Bulan Krisis Air, PMI Kobar Tiap Hari Turun Antar Air ke Warga Bungur

    Hampir 2 Bulan Krisis Air, PMI Kobar Tiap Hari Turun Antar Air ke Warga Bungur

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Krisis air bersih semakin terasa di wilayah Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Hampir dua bulan dilanda kekeringan, warga kini mengandalkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sabtu (22/8/2026), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat masih bergerak menyalurkan air bersih ke permukiman warga. Aksi kemanusiaan ini telah berlangsung hampir dua pekan sebagai respons atas kondisi sumber air yang terus menurun.

    Ketua Harian PMI Kobar, Safwan, mengatakan distribusi dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kemampuan armada dan tenaga yang tersedia. Untuk memperluas jangkauan pelayanan, tim PMI dibagi menjadi dua shift, pagi dan sore.

    “Kita upayakan dengan tenaga yang ada agar bisa tersalurkan ke warga, karena ini salah satu kebutuhan pokok warga Bungur,” ujar Safwan.

    Dalam operasi tersebut, PMI Kobar mendapat dukungan lintas instansi. Satu unit tangki dipinjamkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), sedangkan kebutuhan air diperoleh melalui PDAM dan BPBD Kobar.

    Safwan mengapresiasi dukungan tersebut karena tanpa kolaborasi, pendistribusian air ke masyarakat akan lebih sulit dilakukan. PMI juga terus berupaya agar bantuan tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi dapat menjangkau warga lain yang membutuhkan.

    Sehari sebelumnya, Jumat (21/8/2026), PMI Kobar menyalurkan 4.500 liter air bersih dalam lima rit di Jalan Pangkalan Bungur RT 27. Distribusi tersebut tercatat membantu 22 kepala keluarga atau sekitar 85 jiwa.

    Warga pun rela mengantre demi mendapatkan air. Yani (46), salah seorang warga Bungur, mengatakan bantuan PMI sangat meringankan beban masyarakat yang selama ini harus membeli air dari luar.

    “Alhamdulillah, kita rela antre. Kekeringan ini hampir dua bulan lebih dan kami harus merogoh kocek untuk membeli air di luar sana. Dengan adanya distribusi dari PMI, meringankanlah untuk kita ini,” ungkap Yani.

    PMI Kobar memastikan distribusi air bersih akan terus dimaksimalkan selama masyarakat masih membutuhkan. Warga yang memerlukan informasi maupun bantuan distribusi air dapat menghubungi Layanan Bantuan PMI Kobar di 0822-5403-3474 atau mendatangi Markas PMI Kobar di Jalan Sutan Syahrir No. 18.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian 

  • Alfath Ukir Sejarah di O2SN Nasional, Emas Pertama Kalteng Dipersembahkan dari Kobar

    Alfath Ukir Sejarah di O2SN Nasional, Emas Pertama Kalteng Dipersembahkan dari Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Prestasi membanggakan datang dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). M. Alfath, siswa MTsN 2 Kobar, sukses mengharumkan nama Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah meraih medali emas pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional jenjang SMP/MTs 2026.

    Alfath tampil sebagai wakil Kalteng pada cabang olahraga bulutangkis. Ia berhasil melewati ketatnya persaingan atlet pelajar dari berbagai daerah hingga mencapai partai puncak yang digelar Sabtu (22/8/2026).

    Pertandingan bulutangkis O2SN nasional berlangsung di Candra Wijaya International Badminton Center, Tangerang Selatan, Banten. Sementara rangkaian O2SN tingkat nasional digelar pada 17-22 Agustus 2026 di Jakarta.

    Medali emas yang diraih Alfath menjadi semakin istimewa karena tercatat sebagai emas pertama Kalteng sepanjang sejarah keikutsertaan pada O2SN nasional jenjang SMP/MTs.

    Keberhasilan tersebut sekaligus membawa nama Kobar menjadi bagian dari catatan sejarah olahraga pelajar Kalteng. Perjuangan Alfath menjadi bukti bahwa atlet muda dari daerah mampu bersaing dan tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Muhammad Alamsyah mengapresiasi capaian yang ditorehkan Alfath. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kobar sekaligus Kalteng.

    “Untuk pertama kalinya dalam keikutsertaan Kalteng di O2SN tingkat nasional jenjang SMP/MTs, berhasil meraih medali emas melalui M. Alfath,” kata Alamsyah.

    Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di Kobar untuk terus mengasah kemampuan, khususnya di bidang olahraga. Prestasi Alfath juga diharapkan menjadi pemicu semakin kuatnya pembinaan atlet usia dini.

    Alamsyah turut mengapresiasi perjuangan Alfath, pihak sekolah, pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.

    Dengan emas tersebut, Alfath tak hanya membawa pulang medali dari Jakarta. Ia juga membawa pulang sebuah sejarah baru: emas O2SN nasional pertama Kalteng untuk jenjang SMP/MTs lahir dari perjuangan siswa Kobar.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian

  • KONI Kobar Buka Buana Cup II, 25 Tim Muda Berebut Panggung Jadi Talenta Sepak Bola Masa Depan

    KONI Kobar Buka Buana Cup II, 25 Tim Muda Berebut Panggung Jadi Talenta Sepak Bola Masa Depan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sebanyak 25 tim sepak bola usia dini ambil bagian dalam Turnamen Buana Cup II yang digelar di Lapangan Sepak Bola Poyang Pocar, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (22/8/2026).

    Turnamen ini menjadi salah satu panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya talenta baru sepak bola Kobar.

    Turnamen tersebut dibuka Ketua Harian KONI Kobar H Arif Asrofi. Hadir pula Ketua Askab PSSI Kobar Muhammad Toha bersama panitia, para pelatih, orang tua, serta pemain yang mengikuti pertandingan.

    Peserta Buana Cup II berasal dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Seruyan dan Sedawak. Mereka bersaing dalam empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14 dan U-16.

    Ketua Harian KONI Kobar H Arif Asrofi mengatakan, kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam menemukan sekaligus membentuk calon atlet sepak bola masa depan. Menurutnya, bakat besar tidak selalu muncul secara instan, tetapi harus dicari dan dibina sejak usia muda.

    “Turnamen ini adalah ajang mencari talenta sepak bola. Dari kelompok usia seperti ini nantinya akan muncul bakat-bakat yang bisa membuat nama Kobar semakin berkibar, khususnya di cabang sepak bola,” kata Arif.

    Ia mengapresiasi penyelenggara dan para orang tua yang telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi.

    Menurut Arif, semakin sering pemain muda mengikuti pertandingan, semakin banyak pengalaman yang mereka dapatkan untuk mengembangkan kemampuan.

    Arif juga menilai agenda pertandingan secara rutin sangat dibutuhkan dalam pembinaan atlet. Latihan saja, kata dia, belum cukup karena pemain perlu menguji kemampuan secara langsung menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

    “Kelemahan kita salah satunya adalah agenda atau even pertandingan. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk mengukur kemampuan pemain yang kita bina,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Buana Cup II Matsudi mengatakan, turnamen tersebut diikuti 25 tim dari seluruh kategori usia. Penyelenggaraan dilakukan dengan semangat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat mereka di lapangan.

    Menurut Matsudi, kegiatan tersebut murni digerakkan oleh para orang tua dan tidak memiliki donatur. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghadirkan kompetisi bagi anak-anak.

    “Acara ini murni dari para orang tua, tidak ada donatur. Tujuan kami hanya agar anak-anak bisa menunjukkan bakatnya,” kata Matsudi.

    Buana Cup II diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan sepak bola usia dini di Kobar.

    Dari panggung inilah diharapkan muncul pemain-pemain muda yang kelak mampu memperkuat Kobar dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

    Penulis: Yusro

    Editor: Andrian

  • Asap Karhutla Menebal, Disdik Kobar Siapkan Skenario Belajar dari Rumah

    Asap Karhutla Menebal, Disdik Kobar Siapkan Skenario Belajar dari Rumah

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat (Disdikbud Kobar), Kalimantan Tengah, menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menyusul dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi kemarau yang berpotensi menurunkan kualitas udara.

    Langkah tersebut dituangkan melalui surat Disdikbud Kobar Nomor 824/1561/Sekr/Dikbud tentang Protokol Kesehatan dan Operasional Sekolah Dampak Kemarau dan Polusi Karhutla. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi satuan pendidikan PAUD, SD, hingga SMP dalam menghadapi kondisi udara yang memburuk.

    Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan mitigasi sejak beberapa hari lalu. Menurut dia, sekolah harus segera berkoordinasi dan mengambil langkah sesuai tingkat kedaruratan di wilayah masing-masing apabila kondisi semakin memburuk.

    “Sudah jauh-jauh hari kami buatkan edaran dan mitigasinya. Jika keadaan semakin memburuk, sekolah cukup melakukan koordinasi dan komunikasi serta segera mengambil langkah sesuai kondisi kedaruratan masing-masing wilayah,” kata Alamsyah.

    Dalam ketentuan tersebut, seluruh warga sekolah diwajibkan menggunakan masker, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Sekolah juga diminta menghentikan sementara kegiatan outdoor seperti upacara, olahraga dan ekstrakurikuler apabila kualitas udara mengalami penurunan.

    Penyesuaian juga dapat dilakukan terhadap kegiatan belajar mengajar ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. PAUD, SD kelas 1 sampai 6, serta SMP kelas 7 dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

    Sementara itu, pembelajaran tatap muka bagi siswa SMP kelas 8 dan 9 dapat tetap dilaksanakan dengan pengurangan jam belajar. Waktu masuk dapat dimulai pukul 07.30 WIB atau disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

    Setiap sekolah yang menerapkan PJJ atau melakukan penyesuaian jam belajar diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada Disdikbud Kobar. Sekolah juga diminta aktif memantau kualitas udara melalui situs resmi BMKG maupun IQAir sebagai dasar dalam menentukan langkah pembelajaran.

    Disdikbud mengingatkan siswa dan seluruh warga sekolah untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta memperbanyak minum air putih. Sekolah juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terdapat titik karhutla di sekitar lingkungan pendidikan.

    Jika terjadi kebakaran di sekitar sekolah, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kobar. Alamsyah menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil dalam menghadapi kabut asap harus menempatkan kesehatan dan keselamatan siswa serta warga sekolah sebagai prioritas utama.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!