Kategori: Kotawaringin Barat

  • Karhutla Kobar Hadapi Krisis Air, Perumdam Tirta Arut Turun Tangan Suplai ke Posko

    Karhutla Kobar Hadapi Krisis Air, Perumdam Tirta Arut Turun Tangan Suplai ke Posko

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak hanya berhadapan dengan luasnya area terbakar. Ketersediaan air juga menjadi tantangan yang harus diatasi di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

    Untuk membantu kebutuhan di lapangan, Perumdam Tirta Arut ikut turun tangan dengan mengirimkan pasokan air ke posko penanganan Karhutla di kawasan Kilometer 15. Dukungan ini diberikan sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam membantu penanganan bencana sekaligus pelayanan air bersih.

    Direktur Perumdam Tirta Arut, Sapriansyah, mengatakan pengantaran air ke posko tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama proses penanganan Karhutla berlangsung.

    “Pengantaran air bersih ke posko Karhutla KM 15 merupakan kontribusi Perumdam Tirta Arut untuk mendukung pelayanan air bersih,” ujar Sapriansyah, Jumat (4/9/2026).

    Menurut dia, kebutuhan air menjadi semakin penting ketika petugas harus bekerja di tengah kondisi lahan yang kering. Jarak lokasi kebakaran dari sumber air juga dapat menjadi kendala sehingga pasokan air perlu disiapkan secara berkelanjutan.

    Dukungan terhadap penanganan Karhutla tersebut berjalan beriringan dengan upaya Perumdam Tirta Arut membantu warga yang terdampak kekeringan. Sejumlah wilayah mengalami keterbatasan air bersih akibat kondisi kemarau.

    Di Riam Durian dan sekitarnya, Perumdam Tirta Arut telah menyiapkan penampungan air di lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Riam Durian. Penampungan ini menjadi solusi sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

    Sapriansyah menjelaskan, air baku yang dimanfaatkan untuk pelayanan tersebut berasal dari hasil perawatan berkala Intake Baru Kotawaringin Lama. Pemanfaatan sumber air itu dilakukan untuk menjaga pelayanan tetap berjalan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

    Bagi Perumdam Tirta Arut, dukungan air tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat dan petugas di lapangan.

    Di tengah kemarau dan ancaman Karhutla, ketersediaan air menjadi kebutuhan bersama. Perumdam Tirta Arut pun berkomitmen terus memberikan dukungan sesuai kapasitasnya, baik untuk membantu penanganan Karhutla maupun memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan di Kotawaringin Barat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Jaga Kobar Tetap ‘Biru’, Pemda Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla

    Jaga Kobar Tetap ‘Biru’, Pemda Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di tengah kondisi kemarau.

    Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan TNI/Polri, BPBD, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, PMI, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha terus diperkuat.

    Menurut Nurhidayah, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga Kotawaringin Barat tetap aman dan mengupayakan kondisi udara tetap baik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu dampak karhutla dan asap.

    “Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Semua unsur memiliki peran masing-masing untuk menjaga Kobar tetap aman,” ujar Nurhidayah, Jumat (4/9/2029).

    Ia menjelaskan, upaya penanganan dilakukan mulai dari pencegahan, pemantauan wilayah rawan, patroli hingga pemadaman ketika ditemukan titik api. Kecepatan penanganan menjadi penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

    Bagi pemerintah daerah, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan api dan lahan yang terbakar. Dampak asap juga harus diantisipasi karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan maupun pelayanan publik.

    Karena itu, Pemkab Kobar terus memperhatikan kondisi udara dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat. Termasuk dalam sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

    Nurhidayah menegaskan, apabila kondisi asap masih pekat dan kualitas udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar dapat dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan diliburkan, melainkan sebagai bentuk penyesuaian agar proses belajar tetap berlangsung sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

    “Pendidikan tetap berjalan. Kalau kondisi asap masih pekat dan tidak memungkinkan untuk tatap muka, bisa dilakukan PJJ. Jadi bukan diliburkan, tetapi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi,” katanya.

    Selain pendidikan, pemerintah juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan persoalan kesehatan masyarakat menjadi perhatian. Sinergi lintas sektor terus diperkuat agar dampak karhutla dapat ditekan dan masyarakat mendapatkan perlindungan yang diperlukan.

    Nurhidayah berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Dengan kolaborasi pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha dan seluruh unsur terkait, Kobar diharapkan tetap kondusif, aktivitas masyarakat berjalan dan daerah tetap “biru” di tengah ancaman karhutla.

  • Kemarau Bikin Warga Kobar Kekurangan Air, Perumdam Tirta Arut Buka Akses Gratis

    Kemarau Bikin Warga Kobar Kekurangan Air, Perumdam Tirta Arut Buka Akses Gratis

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemarau mulai membuat sebagian warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih. Mengantisipasi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Arut membuka akses pengambilan air bersih secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Direktur Perumdam Tirta Arut, Sapriansyah, mengatakan warga yang mengalami kesulitan air dapat mengambil air secara mandiri di unit atau instalasi Perumdam terdekat.

    Masyarakat cukup membawa wadah maupun kendaraan pengangkut air untuk mengisi sesuai kebutuhan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya Perumdam membantu warga, terutama yang berada di wilayah terdampak kekeringan.

    “Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa mengambil secara mandiri di unit Perumdam terdekat. Warga cukup membawa wadah atau kendaraan pengangkut air untuk mengisi sesuai keperluan yang dibutuhkan,” kata Sapriansyah, Kamis (3/9/2026).

    Sapriansyah menjelaskan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian air bersih secara langsung ke seluruh wilayah yang membutuhkan. Karena itu, masyarakat dipersilakan mengambil air di instalasi Perumdam yang lokasinya paling dekat.

    “Karena keterbatasan armada, silakan bagi warga yang membutuhkan air mengambil di instalasi Perumdam terdekat,” ujarnya.

    Potensi kekeringan di Kobar juga menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data indeks presipitasi, seluruh wilayah Kobar berpotensi mengalami kekeringan secara meteorologis.

    Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan potensi kekeringan tersebut terjadi karena parameter cuaca menunjukkan kondisi curah hujan yang rendah di wilayah Kobar.

    “Artinya berdasarkan parameter cuaca, berpotensi mengalami kekeringan karena curah hujan yang rendah,” kata Ni Kadek.

    Meski demikian, dampak kekeringan tidak selalu sama di setiap wilayah. Kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor di luar cuaca, seperti ketinggian wilayah, jarak dengan sungai, hingga kepadatan penduduk.

    “Potensi ini bisa berbeda karena di luar faktor cuaca, misalnya tinggi rendah tempat, jauh dekatnya tempat dengan sungai, padat atau tidaknya penduduk dan lain-lain,” jelasnya.

    Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, Perumdam Tirta Arut mengimbau warga yang mulai mengalami kesulitan air bersih memanfaatkan akses pengambilan air tersebut. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama menghadapi dampak kekeringan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Pasis Sesko TNI Turun ke Lapangan, Cek Karhutla di Kobar-Sukamara

    Pasis Sesko TNI Turun ke Lapangan, Cek Karhutla di Kobar-Sukamara

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI Angkatan LVI turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kabupaten Sukamara, Kamis (3/9/2026).

    Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mengecek kesiapan personel, peralatan, posko, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman Karhutla.

    Rombongan Pasis Sesko TNI dipimpin Kolonel Pnb Iwan Setiawan. Turut dalam rombongan Kolonel Inf Ruly Eko Suryawan, Kolonel Laut (P) Agus Yunianto dan Kolonel Inf Muhammad Hanafi.

    Rombongan tiba di Makodim 1014/Pbn, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, sekitar pukul 08.24 WIB. Setibanya di lokasi, rombongan langsung mengecek sejumlah peralatan penanganan Karhutla dan Posko Karhutla Kodim 1014/Pbn.

    Pengecekan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama jajaran Kodim 1014/Pbn untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi Karhutla serta langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan di wilayah Kobar dan Sukamara.

    Ketua Rombongan Pasis Sesko TNI Kolonel Pnb Iwan Setiawan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kesiapan satuan dan pemerintah daerah dalam menghadapi Karhutla.

    “Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kesiapan satuan dan pemerintah daerah dalam menghadapi Karhutla. Kami juga melihat koordinasi antarinstansi dalam melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujar Iwan.

    Usai dari Makodim, rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko Induk Karhutla di Kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat. Di lokasi tersebut, rombongan mengecek kesiapan posko sekaligus menerima penjelasan mengenai penanganan Karhutla di wilayah Kobar.

    Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Sukamara. Rombongan tiba di Desa Sungai Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, sekitar pukul 12.30 WIB dan melakukan peninjauan terhadap titik hotspot yang terpantau di wilayah tersebut.

    Sekitar pukul 13.05 WIB, rombongan kembali melakukan monitoring di Desa Pudu, Kecamatan Sukamara. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan serta upaya yang dilakukan dalam mencegah dan menangani potensi Karhutla.

    Iwan menegaskan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat dan instansi terkait menjadi kunci agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.

    “Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama, terutama dalam melakukan pencegahan sejak dini,” tegasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, rombongan didampingi jajaran Kodim 1014/Pbn, di antaranya Kasdim 1014/Pbn Mayor Inf Sumarna, Plh Pasi Intel Kapten Inf Benny Wicaksono, Pjs Pasiops Kapten Inf Suwaryo, Pjs Pasiter Kapten Czi Yunus, serta sejumlah Danramil, Babinsa dan personel terkait.

    Turut hadir Kadis Damkar Kobar Dwi Agus Suhartono, S.E., M.Acc., serta Plt Kabid Darlog BPBD Kobar Andhan Santana, S.T., M.M. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari monitoring Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI untuk melihat secara langsung kondisi penanganan Karhutla sekaligus memperkuat pemahaman terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan.

  • PT GSIP-AMR Ikhtiar Bersama Hadapi Kemarau, Ikuti Salat Istisqa di Pangkalan Lada

    PT GSIP-AMR Ikhtiar Bersama Hadapi Kemarau, Ikuti Salat Istisqa di Pangkalan Lada

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – PT GSIP-AMR turut melakukan ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau yang melanda wilayah Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Salah satunya dengan mengikuti Salat Istisqa yang digelar Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lada di halaman Kantor Kecamatan Pangkalan Lada, Senin (1/9).

    Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar hujan segera turun. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan diikuti unsur pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, serta sejumlah pihak terkait.

    Kehadiran PT GSIP-AMR dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun kepedulian dan sinergi bersama pemerintah serta masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak musim kemarau.

    Camat Pangkalan Lada, Dwita Setyawati Arma, mengatakan Salat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan bersama di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Semoga dengan kita melaksanakan Salat Istisqa dan memanjatkan doa, Allah SWT mengabulkan harapan kita bersama agar hujan segera turun. Ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar kita melalui jalur langit,” ujar Dwita.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT GSIP-AMR yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Salat Istisqa dapat berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Pangkalan Lada.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan PT GSIP-AMR yang telah membantu terselenggaranya Salat Istisqa,” katanya.

    Tak hanya melalui doa, PT GSIP-AMR juga mengambil langkah nyata dalam membantu menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Perusahaan menyiagakan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar).

    Personel dan sarana tersebut disiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kesiapsiagaan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dan masyarakat agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas.

    Dalam beberapa waktu terakhir, tim PT GSIP-AMR turut dikerahkan membantu penanganan kebakaran di sejumlah wilayah sekitar, di antaranya Desa Makarti Jaya, Pangkalan Dewa, dan Pandu Sanjaya.

    Perwakilan manajemen PT GSIP-AMR, Sulthon Saladin, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau maupun ancaman karhutla.

    “PT GSIP-AMR berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga dalam menghadapi kondisi karhutla,” kata Sulthon.

    Menurutnya, perusahaan akan berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dimiliki, termasuk melalui pengerahan personel dan sarana apabila dibutuhkan dalam penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional.

    “Kami berupaya selalu siap memberikan dukungan melalui pengerahan tim dan sarana yang kami miliki apabila dibutuhkan dalam penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

    Salat Istisqa pun menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bersama-sama memanjatkan doa dan memperkuat kepedulian menghadapi kemarau. PT GSIP-AMR berharap ikhtiar tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan sekaligus membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

    Dengan doa yang dipanjatkan dan kesiapsiagaan di lapangan, sinergi antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, serta unsur lainnya diharapkan terus terjaga. Semua pihak berharap hujan segera turun sehingga kekeringan berakhir dan risiko karhutla di wilayah Pangkalan Lada dan sekitarnya dapat ditekan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kotawaringin Barat Dikepung 2.001 Hotspot, 1.824 Hektar Lahan Terbakar

    Kotawaringin Barat Dikepung 2.001 Hotspot, 1.824 Hektar Lahan Terbakar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kotawaringin Barat (Kobar) belum sepenuhnya lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang 2026, ribuan titik panas terpantau di wilayah Kobar dengan luasan lahan yang terbakar mencapai ribuan hektare.

    Berdasarkan rekapitulasi data SiPongi Kementerian Kehutanan RI, tercatat sebanyak 2.001 hotspot terdeteksi di enam kecamatan di Kabupaten Kobar. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya tekanan karhutla yang terjadi selama periode pemantauan tahun ini.

    Hotspot paling banyak ditemukan di Kecamatan Arut Selatan, yakni mencapai 1.307 titik. Kecamatan Kumai berada di urutan berikutnya dengan 377 hotspot, disusul Kotawaringin Lama 119 titik, Arut Utara 117 titik, Pangkalan Banteng 65 titik, dan Pangkalan Lada 16 titik.

    Besarnya jumlah titik panas tersebut juga diikuti dampak terhadap lahan. Rekapitulasi BPBD Kobar mencatat total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.824,98 hektare sepanjang 2026.

    Dari total tersebut, Arut Selatan menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar, yakni 942,69 hektare. Kemudian Kumai dengan 724,43 hektare, Pangkalan Banteng 81,75 hektare, Kotawaringin Lama 32,10 hektare, Arut Utara 30,50 hektare, dan Pangkalan Lada 13,51 hektare.

    Untuk merespons kejadian tersebut, BPBD Kobar telah melakukan 294 kali penanganan karhutla. Penanganan dilakukan di sejumlah wilayah berdasarkan laporan kejadian dan kondisi titik api yang ditemukan di lapangan.

    Namun, kondisi terkini mulai menunjukkan perkembangan positif. BPBD Kobar menyebut aktivitas titik api sudah mulai landai dan secara umum tidak lagi ditemukan titik panas baru yang membutuhkan penanganan besar.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan petugas kini masih memantau beberapa lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian. Salah satunya berada di kawasan KM 15 Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dan Desa Tanjung Putri.

    “Secara umum titik baru sudah tidak ada. Fokus di KM 15 Pangkalan Bun-Kolam dan Desa Tanjung Putri. Tanjung Putri juga mulai terkendali,” kata Andhan Santana, Kamis (3/9/2026).

    Meski kondisi mulai terkendali, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Terlebih, kondisi lahan yang masih kering dapat membuat api kembali menyala apabila terdapat sumber pemicu baru.

    Rekapitulasi tersebut menunjukkan sepanjang 2026 Kobar menghadapi 2.001 hotspot, 294 penanganan karhutla, serta 1.824,98 hektare lahan terbakar. Saat ini, BPBD terus memastikan lokasi yang masih menjadi fokus penanganan benar-benar aman dan tidak kembali meluas.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Video Dugaan Pelemparan Batu ke Kendaraan di Pangkalan Lada Viral, Polisi Buka Suara

    Video Dugaan Pelemparan Batu ke Kendaraan di Pangkalan Lada Viral, Polisi Buka Suara

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi yang diduga berkaitan dengan pelemparan batu terhadap kendaraan beredar di media sosial. Informasi tersebut menyebut lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Utama Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

    Video tersebut kemudian menjadi perhatian warga, terutama para pengendara yang kerap melintas di ruas jalan tersebut. Kekhawatiran muncul karena benda yang terlihat dalam video diduga merupakan batu yang berada di sekitar kendaraan.

    Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan peristiwa dalam video itu terjadi, termasuk lokasi tepat serta kronologi di baliknya. Hingga kini, informasi tersebut juga belum disertai laporan resmi dari masyarakat kepada kepolisian.

    Kapolsek Pangkalan Lada Polres Kotawaringin Barat AKP Suharto Sudarno mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mengenai dugaan kejadian tersebut.

    “Walaikumsalam, sampai saat ini di wilayah Pangkalan Lada gak ada masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut, aman aja,” kata Suharto saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

    Menurut Suharto, kondisi keamanan di wilayah hukum Polsek Pangkalan Lada saat ini masih berjalan normal. Tidak ada laporan warga terkait kendaraan yang diduga menjadi sasaran pelemparan sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

    Meski belum ada laporan, informasi yang beredar tetap menjadi perhatian. Terlebih, keamanan pengguna jalan merupakan hal penting yang perlu dijaga bersama, terutama pada ruas jalan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.

    Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui secara langsung adanya kejadian serupa agar segera menyampaikannya kepada petugas. Dengan adanya laporan, polisi dapat melakukan pengecekan di lapangan sekaligus memastikan kebenaran informasi yang beredar.

    Pengendara juga diingatkan tetap mengutamakan keselamatan saat melintas. Apabila menemukan situasi yang dianggap membahayakan, pengendara dapat mengambil langkah aman dan segera menghubungi pihak berwenang.

    Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Video yang beredar perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru dan keresahan di tengah warga.

    Untuk saat ini, berdasarkan keterangan Kapolsek Pangkalan Lada, belum terdapat laporan resmi terkait dugaan pelemparan batu tersebut. Situasi di wilayah Pangkalan Lada pun dipastikan masih aman dan kondusif.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kajari Kobar ke BPBD, Dukung Petugas Hadapi Karhutla dan Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

    Kajari Kobar ke BPBD, Dukung Petugas Hadapi Karhutla dan Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotawaringin Barat bersama jajaran turun langsung memberikan dukungan kepada para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat yang berada di garis depan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di Kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat. Kehadiran jajaran Kejaksaan Negeri Kobar menjadi bentuk perhatian sekaligus upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman Karhutla yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut.

    Dalam kunjungan itu, Kajari Kobar tidak hanya bertemu dengan jajaran BPBD, tetapi juga memimpin apel pagi yang digelar di halaman Kantor BPBD. Apel tersebut menjadi momentum untuk memberikan semangat dan dukungan moral kepada para petugas yang selama ini berjibaku menjalankan tugas penanggulangan bencana.

    Kajari Kobar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel BPBD yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, tugas yang dijalankan para petugas di lapangan membutuhkan dedikasi, keberanian, serta kesiapsiagaan tinggi.

    “Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat memberikan apresiasi kepada seluruh petugas BPBD yang telah bekerja keras dalam penanganan Karhutla,” demikian pesan yang disampaikan dalam apel tersebut.

    Selain memberikan dukungan moral, pihak Kejaksaan Negeri Kobar juga menyerahkan bantuan logistik untuk mendukung kebutuhan operasional tim BPBD. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas dalam menjalankan tugas, khususnya ketika harus turun langsung ke lokasi bencana.

    Dalam kesempatan tersebut, Kajari Kobar juga menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat untuk turut mendukung upaya penegakan hukum terhadap kasus-kasus Karhutla. Penanganan bencana, kata dia, tidak hanya membutuhkan langkah pemadaman dan pencegahan, tetapi juga upaya hukum apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

    Komitmen tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, aparat penegak hukum, dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi persoalan Karhutla. Dengan kolaborasi yang kuat, penanganan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari pencegahan, penanggulangan hingga penegakan hukum.

    Di sisi lain, Kajari Kobar mengingatkan seluruh petugas agar tidak mengabaikan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan. Kondisi lokasi Karhutla yang kerap sulit diprediksi membuat aspek keselamatan personel harus menjadi prioritas utama.

    “Keselamatan jiwa harus tetap menjadi yang utama dalam setiap pelaksanaan tugas penanganan bencana,” menjadi salah satu penekanan dalam apel pagi tersebut.

    Kunjungan jajaran Kejaksaan Negeri Kobar ke BPBD ini diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk dukungan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penguat semangat, soliditas, dan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kotawaringin Barat.

    Dengan dukungan lintas sektor dan komitmen bersama, upaya penanggulangan Karhutla diharapkan semakin maksimal. Para petugas di lapangan pun diharapkan tetap bersemangat menjalankan tugas, dengan mengedepankan keselamatan serta langkah pencegahan agar bencana serupa tidak semakin meluas.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Peduli Karhutla, DWP Kobar Salurkan Logistik untuk Dapur Umum Satgas

    Peduli Karhutla, DWP Kobar Salurkan Logistik untuk Dapur Umum Satgas

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menunjukkan kepeduliannya terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). DWP Kobar menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung operasional dapur umum bagi tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, Rabu (2/9/2026) sore.

    Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan kepada para relawan dan personel Satgas Karhutla yang tengah berjibaku menangani kebakaran di sejumlah wilayah Kobar.

    Ketua DWP Kabupaten Kobar, Ny. Eko Yulianti Rody Iskandar, mengatakan bantuan tersebut juga menjadi bentuk motivasi bagi para personel dan relawan yang telah mencurahkan tenaga serta pikiran dalam penanganan karhutla.

    “Ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kami kepada tim Satgas Karhutla serta para relawan yang sudah berkorban tenaga dan pikiran. Semoga karhutla di Kobar segera dapat teratasi,” ujarnya.

    Istri Sekretaris Daerah Kobar itu menjelaskan, bantuan yang disalurkan antara lain 10 dus susu Bear Brand, 30 kilogram ikan segar, buah-buahan, sayur-mayur, telur, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

    Menurutnya, keberadaan dapur umum memiliki peran penting dalam mendukung personel yang bertugas di lapangan. Mereka membutuhkan makanan bergizi dan minuman yang cukup agar tetap bugar selama menjalankan tugas.

    “Dapur umum ini bagian penting dalam proses penanganan karhutla. Tim Satgas yang bertugas di lapangan membutuhkan asupan makanan sehat dan minuman untuk menjaga stamina,” katanya.

    Eko juga mengapresiasi para relawan yang secara sukarela mengelola dapur umum, mulai dari menyiapkan bahan makanan hingga memasak dan menyediakan kebutuhan konsumsi bagi para petugas.

    “Tanpa adanya tim relawan, tentu dapur umum ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kami sangat mengapresiasi ketulusan mereka dalam membantu penanganan karhutla,” ucapnya.

    Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Satgas Karhutla dan relawan yang berada di garis depan dalam upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran.

    “Semoga bantuan yang kami berikan dapat memberikan manfaat bagi tim Satgas Karhutla. Kami berdoa semoga seluruh tim selalu dalam lindungan Allah SWT, dapat menjalankan tugas dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” tuturnya.

    Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi akibat karhutla, Eko juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

    Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika keluar rumah untuk mengurangi paparan asap, sekaligus lebih berhati-hati terhadap potensi munculnya titik api.

    “Kita saat ini memasuki puncak panas ekstrem. Kalau keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker. Kemudian, pastikan kompor sudah dalam keadaan mati ketika meninggalkan rumah,” ujarnya.

    Eko juga mengingatkan warga yang membakar sampah agar tidak meninggalkan api begitu saja. Api harus benar-benar dipastikan padam untuk mencegahnya merembet dan memicu kebakaran yang lebih luas.

    “Mari kita sama-sama waspada dan menjaga lingkungan. Kita juga memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan sehingga karhutla ini cepat berakhir,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Berjibaku Lawan Karhutla, Prajurit TNI AU Kembali Bangkit Usai Ditelepon Sang Putra

    Berjibaku Lawan Karhutla, Prajurit TNI AU Kembali Bangkit Usai Ditelepon Sang Putra

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah kepulan asap dan panas kobaran api, semangat seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU) kembali menyala. Letda Kal Alifian Hidayat, anggota Lanud Iskandar Pangkalan Bun, mendapat suntikan motivasi dari sebuah telepon sederhana dari sang putra.

    Hampir setiap hari, Hidayat bersama personel TNI AU Lanud Iskandar berjibaku di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Mereka turun langsung untuk mengendalikan api yang mengancam lahan dan lingkungan.

    Medan yang dihadapi para prajurit tidak mudah. Panas yang menyengat, asap yang pekat, serta kondisi lahan yang terbakar membuat proses pemadaman menguras tenaga. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan langkah mereka menjalankan tugas.

    Setelah cukup lama berada di lokasi, Hidayat mengambil waktu sejenak untuk beristirahat. Tubuh yang lelah perlu dipulihkan sebelum kembali berjibaku menghadapi api.

    Di tengah jeda itulah telepon dari sang putra datang. Percakapan singkat tersebut menjadi momen yang begitu berarti bagi Hidayat, di tengah situasi berat yang sedang dihadapinya.

    Suara sang buah hati dari kejauhan menjadi penyemangat. Rasa lelah yang sebelumnya terasa berat seolah terobati. Dukungan tersebut membuat Hidayat kembali menguatkan diri untuk melanjutkan tugas.

    Bagi seorang prajurit, keluarga menjadi sumber kekuatan yang tidak selalu terlihat. Ketika tugas membawa mereka jauh dari rumah, perhatian dan doa keluarga menjadi pengingat bahwa ada orang-orang tercinta yang menunggu mereka kembali dengan selamat.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, telepon dari sang putra memberikan motivasi tersendiri bagi Hidayat.

    “Jiwa seorang prajurit pantang menyerah. Letda Hidayat mendapatkan telepon dari putranya dan memberikan motivasi tersendiri,” kata Nugroho, Rabu (2/9/2026).

    Nugroho menegaskan, perjuangan prajurit dalam menangani karhutla bukan sekadar memadamkan kobaran api. Tugas tersebut merupakan bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan dan menjaga lingkungan.

    “Karhutla bukan hanya memadamkan api, tapi menyelamatkan jiwa manusia termasuk ciptaan Tuhan yang lainnya,” ujarnya.

    Setelah telepon itu berakhir, Hidayat kembali melanjutkan tugasnya. Di tengah panas dan asap, langkahnya kembali bergerak bersama rekan-rekannya. Sebuah telepon singkat dari sang putra menjadi pengingat bahwa di balik beratnya tugas seorang prajurit, selalu ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan untuk terus berjuang.

error: Content is protected !!