INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD 2027 dinaikkan menjadi Rp3 triliun.
Nilai itu lebih tinggi dibanding usulan pemerintah provinsi melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mematok target Rp2,8 triliun.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi mengatakan, penambahan target sekitar Rp200 miliar masih realistis dan bisa dicapai jika potensi pendapatan daerah dimaksimalkan.
“Kami mengusulkan target PAD menjadi Rp3 triliun. Kenaikannya tidak terlalu besar, sehingga kami optimistis pemerintah provinsi mampu mencapainya,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Junaidi menilai, peningkatan PAD penting untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Dengan pendapatan yang lebih besar, Kalteng diharapkan semakin mandiri dalam membiayai pembangunan tanpa terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Semakin besar PAD, semakin kuat kemampuan daerah membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggali potensi penerimaan, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah yang dinilai masih bisa ditingkatkan.
“Potensi pendapatan harus terus dioptimalkan. Kalau dikelola dengan baik, kami yakin target Rp3 triliun bisa tercapai,” pungkasnya.
Editor: Andrian