Kategori: Artikel

  • Karhutla Merambah ke Sungai Cabang, Bupati Kobar Ajak Semua Pihak Jaga TNTP

    Karhutla Merambah ke Sungai Cabang, Bupati Kobar Ajak Semua Pihak Jaga TNTP

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius. Kini, titik kebakaran mulai terdeteksi di wilayah Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

    Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan bersama karena Sungai Cabang berada di wilayah selatan Kecamatan Kumai dan berbatasan langsung dengan kawasan TNTP. Jarak serta kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas untuk menjangkau lokasi.

    “Kami mendapat laporan di Sungai Cabang sudah mulai. Kita tidak mungkin menjangkau dengan cepat ke sana. Apalagi ini sudah masuk di dalam Taman Nasional Tanjung Puting,” kata Nurhidayah.

    Menurut Nurhidayah, kawasan TNTP memiliki nilai penting sehingga potensi meluasnya karhutla harus dicegah sedini mungkin. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari langkah penanganan yang paling efektif, termasuk dukungan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

    Ia mengapresiasi kerja seluruh personel Satgas Karhutla Kobar yang selama ini berjibaku menangani kebakaran di berbagai wilayah. Penanganan tersebut melibatkan TNI, Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat yang ikut memberikan dukungan di lapangan.

    Namun, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya sumber air yang semakin sulit diperoleh akibat kondisi sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Petugas bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air.

    Selain air, kebutuhan BBM juga menjadi persoalan dalam operasional pemadaman. Kendaraan dan peralatan yang digunakan Satgas membutuhkan pasokan BBM agar dapat terus bergerak menuju lokasi kebakaran yang memiliki jarak dan medan cukup berat.

    “Kondisi anggaran kita memang ada BTT, tetapi untuk menanggulangi dengan kondisi seperti ini sangat terbatas. Harapannya ada pihak-pihak yang mau membantu, baik berupa logistik maupun BBM,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

    Nurhidayah menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan Satgas. Ia mengajak perusahaan, masyarakat, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa untuk ikut mengambil peran dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran.

    Camat, lurah dan kepala desa di wilayah rawan juga diminta aktif turun ke masyarakat. Mereka diharapkan dapat memperkuat sosialisasi agar warga tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.

    Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang kering dan angin yang berubah-ubah membuat api kecil dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memunculkan titik api.

    Pemerintah Kobar kini terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan penanganan. Nurhidayah berharap bantuan seperti water bombing dapat digunakan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses, terutama di wilayah yang berdekatan dengan TNTP.

    “Kita terus ikhtiar dan berdoa semoga segera turun hujan. Tetapi yang paling penting, semua elemen harus bergerak bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kepentingan kita bersama untuk menjaga wilayah Kobar dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Api Karhutla Berkobar di Kotawaringin Lama, BGA Suntik BBM untuk Satgas

    Api Karhutla Berkobar di Kotawaringin Lama, BGA Suntik BBM untuk Satgas

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di tengah upaya Satgas Karhutla memadamkan api, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group turun tangan memberikan dukungan berupa bahan bakar minyak (BBM).

    Bantuan BBM tersebut disalurkan ke Posko Satgas Karhutla Kotawaringin Lama untuk menunjang kebutuhan operasional petugas di lapangan. Dukungan ini diharapkan membantu mobilitas personel dalam menjangkau lokasi kebakaran.

    Corporate Affair (CA) atau Humas Regional Kotawaringin BGA Group, Muhammad Jauhari, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap penanganan karhutla yang terjadi di wilayah Kotawaringin Lama.

    Menurut Jauhari, penanganan karhutla membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dan Satgas Karhutla tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi dengan perusahaan maupun masyarakat.

    “Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kami untuk membantu Satgas Karhutla dalam penanganan kebakaran di wilayah Kotawaringin Lama,” ujar Jauhari, Rabu (9/9/2026).

    BBM menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petugas karena mobilitas menuju lokasi kebakaran membutuhkan kendaraan operasional. Terlebih, kondisi medan di sejumlah titik kebakaran cukup sulit sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau sumber api.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat pergerakan Satgas Karhutla lebih maksimal. Petugas bisa lebih cepat menuju lokasi ketika mendapat laporan adanya titik kebakaran yang perlu segera ditangani.

    Jauhari menambahkan, persoalan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah serta membantu penanganan kebakaran.

    Selain membantu proses pemadaman, upaya pencegahan juga harus terus diperkuat. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering dan rawan terbakar.

    Dengan dukungan berbagai pihak, penanganan karhutla di Kotawaringin Lama diharapkan semakin optimal. Bantuan BGA menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung Satgas menghadapi kebakaran sekaligus menekan risiko meluasnya api ke wilayah lainnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Palangka Raya Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Pemicu dan Dampaknya untuk Karhutla

    Palangka Raya Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Pemicu dan Dampaknya untuk Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa sore, 8 September 2026. Fenomena tersebut terjadi di tengah periode musim kemarau.

    Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan Sidiq, mengatakan hujan yang turun masih tergolong normal meski saat ini wilayah Kalteng berada pada periode kemarau.

    Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan intensitas ringan hingga sedang terjadi di wilayah Kecamatan Bukit Batu bagian selatan, Jekan Raya dan Pahandut bagian utara.

    “Musim kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Tetap ada hujan, namun intensitasnya tidak sebesar dan kuantitasnya tidak sebanyak ketika musim hujan,” ujar Ihsan saat diwawancarai Intimnews, Selasa, 8 September 2026.

    Hujan yang mengguyur Palangka Raya hari ini juga terukur cukup signifikan di salah satu alat pengamatan BMKG. Data dari Automatic Rain Gauge (ARG) Jekan Raya mencatat curah hujan mencapai 26 milimeter.

    whatsapp image 2026 09 08 at 18.14.04
    Pantauan wilayah yang diguyur hujan dari citra radar cuaca BMKG. (Dok. untuk Intimnews)

    Menurut Ihsan, hujan tersebut dipengaruhi sejumlah kondisi atmosfer yang sedang terjadi di wilayah Kalteng. Salah satunya adalah aktifnya gelombang Rossby ekuatorial.

    Selain itu, BMKG juga memantau adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalteng yang turut mendukung terbentuknya awan hujan.

    Kondisi tersebut diperkuat dengan kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer lokal yang labil di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

    “Pada hari ini ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya hujan, seperti aktifnya gelombang Rossby ekuatorial, daerah belokan angin dan konvergensi yang juga terpantau di wilayah Kalimantan Tengah, didukung kelembapan udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang labil di beberapa wilayah,” jelasnya.

    Selain memberikan kesejukan, hujan yang turun juga berpotensi membantu mengurangi kondisi kering di permukaan tanah yang berkaitan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ihsan mengatakan, berdasarkan parameter cuaca yang digunakan untuk melihat potensi kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah sekitar 1-2 sentimeter, kondisi Kota Palangka Raya pada hari ini diprediksi masih dalam kategori aman.

    “Harapannya potensi hujan yang akan terjadi dapat mendinginkan kondisi lapisan atas permukaan tanahnya untuk hari ini,” katanya.

    Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya hilang.

    BMKG memprediksi lapisan permukaan atas tanah di wilayah Kota Palangka Raya pada hari berikutnya berada dalam kondisi sangat mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Untuk hari berikutnya wilayah Kota Palangka Raya lapisan permukaan atas tanahnya diprediksi sangat mudah terbakar, sehingga tetap perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap turunnya hujan hari ini sebagai tanda berakhirnya periode rawan karhutla. Kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dan permukaan tanah kembali mengering ketika hujan tidak berlanjut.

    Dengan demikian, hujan yang mengguyur Palangka Raya menjadi fenomena yang masih wajar terjadi selama musim kemarau. Namun, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan, terutama ketika kondisi permukaan tanah kembali memasuki kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

    Editor: Andrian

  • Dana Kebencanaan Kobar Terpangkas Rp4 Miliar, Pemkab Harus Perketat Penggunaan Anggaran

    Dana Kebencanaan Kobar Terpangkas Rp4 Miliar, Pemkab Harus Perketat Penggunaan Anggaran

    PANGKALAN BUN – Kebijakan efisiensi anggaran membuat ruang fiskal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, untuk penanganan bencana ikut menyempit. Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sebelumnya disiapkan Rp7 miliar kini dipangkas Rp4 miliar menjadi hanya Rp3 miliar dalam perubahan APBD 2026.

    Pemangkasan lebih dari separuh anggaran tersebut terjadi setelah transfer dari pemerintah pusat kepada daerah mengalami pengurangan. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus lebih cermat menentukan prioritas penggunaan dana, terutama ketika kebutuhan penanganan bencana dapat meningkat sewaktu-waktu.

    Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kobar Syahrudin mengatakan penyesuaian BTT tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Meski nilainya berkurang, dana tersebut tetap disiapkan untuk menghadapi kebutuhan kebencanaan di daerah.

    “BTT tahun 2026 ini sebesar Rp3 miliar. Kemudian saat ini proses pencairan dari usulan BPBD Kobar dan Dinsos Kobar sebesar Rp1 miliar,” kata Syahrudin, Sabtu (5/9/2026).

    Pencairan Rp1 miliar itu diajukan BPBD dan Dinas Sosial Kobar untuk mendukung penanganan bencana, termasuk karhutla yang masih menjadi salah satu persoalan serius di wilayah tersebut. Kebutuhan operasional pemadaman, patroli, personel dan logistik menjadi bagian yang harus diperhitungkan dengan anggaran yang kini lebih terbatas.

    Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kobar tidak bisa lagi mengandalkan BTT sebesar alokasi awal. Jika kebutuhan penanganan meningkat, pemerintah daerah harus mencari skema lain agar operasi tanggap darurat tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan belanja lainnya.

    Syahrudin mengatakan pemerintah masih memiliki opsi melakukan relokasi anggaran apabila BTT Rp3 miliar nantinya tidak mencukupi. Langkah tersebut akan dipertimbangkan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan.

    “Jika nanti memang tidak mencukupi, akan dilakukan relokasi lagi. Tapi mudah-mudahan tercukupi,” ujarnya.

    Efisiensi anggaran juga diimbangi dengan pengerahan personel lintas SKPD untuk memperkuat penanganan karhutla. Sesuai instruksi Bupati Kobar, masing-masing SKPD mengirimkan dua personel untuk bergabung dengan Tim Satgas Darurat Karhutla.

    Dari 36 SKPD yang ada di Kobar, sekitar 70 personel dapat diperbantukan setiap hari. Pengerahan tersebut menjadi bentuk gotong royong lintas perangkat daerah agar keterbatasan anggaran tidak mengurangi kekuatan penanganan di lapangan.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel melaporkan realisasi anggaran penanganan karhutla telah mencapai sekitar Rp733,4 juta. Untuk Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla, pagunya Rp551,8 juta dengan realisasi Rp441,4 juta, sedangkan Pemadaman Darat memiliki anggaran Rp273,5 juta dengan realisasi Rp212,8 juta. Adapun Pelatihan Relawan/Masyarakat Peduli Api (MPA) sebesar Rp79,2 juta telah terealisasi seluruhnya.

    Dengan BTT yang turun dari Rp7 miliar menjadi Rp3 miliar, Pemkab Kobar kini dituntut semakin ketat menentukan skala prioritas. Pemerintah berharap penanganan karhutla dan bencana lainnya tetap maksimal melalui efisiensi penggunaan anggaran, pengerahan personel, dukungan logistik, serta bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat bila kebutuhan di lapangan terus meningkat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Rekor Agustusan di Kobar! 500 Warga Cukur Gratis, KiM Property Bikin Perayaan 17-an Makin Nyentrik

    Rekor Agustusan di Kobar! 500 Warga Cukur Gratis, KiM Property Bikin Perayaan 17-an Makin Nyentrik

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menghadirkan cara yang tak biasa. Sebanyak 500 warga mendapat layanan potong rambut gratis dalam kegiatan yang diinisiasi KiM Property, Senin (17/8/2026).

    Kegiatan ini menjadi perhatian karena menghadirkan target cukur hingga 500 orang dalam satu momentum. Jika biasanya perayaan Agustusan identik dengan lomba rakyat, kali ini warga justru diajak duduk di kursi barbershop untuk merapikan rambut secara gratis.

    Konsep tersebut menjadi salah satu warna baru perayaan kemerdekaan di Kobar. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha barbershop lokal, terutama kalangan milenial yang sedang mengembangkan usahanya.

    Wakil Manajer KiM Property Wardiman mengatakan, kegiatan potong rambut gratis tersebut memang dirancang khusus untuk memeriahkan edisi 17-an. Pihaknya ingin menghadirkan kegiatan yang berbeda sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut mengambil bagian.

    “Ini bentuk kita sebagai support, terutama kepada teman-teman milenial yang sedang ada usaha di barbershop. Kita berikan fasilitas untuk memotong 500 orang, salah satunya Mas Agus dari Hanje X Barbershop,” kata Wardiman.

    Menurut Wardiman, angka 500 orang menjadi bagian penting dari konsep kegiatan tersebut. Ratusan warga diberikan kesempatan memperoleh layanan cukur tanpa biaya sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur dalam memperingati 81 tahun Indonesia merdeka.

    “Ada 500 orang potong rambut dan ini kita support khusus edisi 17-an. Kita mengusung tema Merdeka, Indonesia Merdeka,” ujarnya.

    Antusiasme warga pun terlihat dari masyarakat yang datang bersama keluarga. Salah satunya Riko yang membawa kedua anaknya untuk mengikuti cukur gratis karena rambut mereka sudah panjang dan memang waktunya untuk dipotong.

    Riko mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi konsep yang menurutnya berbeda dari kegiatan Agustusan pada umumnya dan baru pertama kali digelar dengan skala seperti itu di Kotawaringin Barat.

    “Terima kasih kepada panitia karena ini baru pertama kali diadakan di Kotawaringin Barat. Kebetulan rambut anak-anak saya sudah panjang dan sudah waktunya dipotong,” kata Riko.

    Sementara itu, Agus dari Hanje X Barbershop mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Melayani ratusan warga tentu menguras tenaga, tetapi pengalaman itu menjadi kebahagiaan tersendiri karena bisa ikut merayakan kemerdekaan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Ini yang pertama, capek tapi senang,” kata Agus. Rekor 500 warga cukur gratis tersebut pun menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan bisa dikemas dengan cara kreatif: masyarakat mendapat manfaat, pelaku usaha lokal mendapat dukungan, dan perayaan 17 Agustus di Kobar memiliki cerita yang berbeda.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Muhammad Syauqie Resmi Jadi Pendekar Madya Kehormatan Tapak Suci

    Muhammad Syauqie Resmi Jadi Pendekar Madya Kehormatan Tapak Suci

    INTIMNEWS.COM, SEMARANG – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, mendapat penghormatan dari Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Ia dikukuhkan sebagai Pendekar Madya Kehormatan Tapak Suci dalam rangkaian Mukhtamar XVI Tapak Suci di Semarang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

    Pengukuhan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Melalui keputusan itu, Syauqie memperoleh hak mengenakan atribut Pendekar Kehormatan serta menjalankan fungsi sebagai pendekar sesuai aturan yang berlaku di lingkungan Tapak Suci.

    Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi organisasi terhadap Syauqie sekaligus menandai keterlibatannya dalam mendukung pengembangan Tapak Suci yang merupakan perguruan seni bela diri di lingkungan Muhammadiyah.

    Surat keputusan pengukuhan ditandatangani Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. H.M. Afnan Hadikusumo, P.Br., bersama Sekretaris Umum H. Alfan Hasanudin, P.Br.

    Syauqie menyambut pengukuhan tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, gelar yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk ikut menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan di Tapak Suci.

    “Ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya. Tapak Suci bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, moral, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan generasi muda,” ujarnya.

    Politikus asal Kalimantan Tengah itu menilai keberadaan pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia perlu terus dijaga. Menurutnya, seni bela diri juga dapat menjadi sarana membangun mental dan karakter generasi muda.

    Karena itu, ia menyatakan siap memberikan dukungan terhadap pengembangan Tapak Suci dan olahraga pencak silat, khususnya dalam pembinaan generasi muda.

    “Saya berkomitmen mendukung pengembangan seni bela diri pencak silat, khususnya Tapak Suci, agar semakin dekat dengan generasi muda dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia,” tegasnya.

    Pengukuhan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Tapak Suci dan para tokoh yang memiliki perhatian terhadap pembinaan generasi muda, olahraga, serta pelestarian seni bela diri di Indonesia.

  • Lamandau ke Final Gubernur Cup, Selangkah Lagi Persembahkan Kado untuk Hari Jadi ke-24

    Lamandau ke Final Gubernur Cup, Selangkah Lagi Persembahkan Kado untuk Hari Jadi ke-24

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Momentum Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau mendapat warna tersendiri dari dunia olahraga. Tim sepak bola Kabupaten Lamandau berhasil melaju ke final Turnamen Piala Gubernur menuju Piala Pangdam XII/Tanjungpura Tambun Bungai Cup 2026.

    Lamandau memastikan tiket ke partai puncak setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan hasil sempurna. Tim asuhan Rejo Wahyu Suryanto sukses menaklukkan Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Murung Raya tanpa kebobolan.

    Perjalanan Lamandau dimulai dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Seruyan. Penampilan disiplin dan efektif membuat mereka mengamankan tiga poin dengan nyaman.

    Pada laga kedua, Lamandau kembali menunjukkan konsistensinya dengan mengalahkan Kotawaringin Timur 2-0. Hasil tersebut mengantarkan mereka melangkah ke babak semifinal.

    Di semifinal, Lamandau mendapat perlawanan sengit dari Murung Raya. Meski pertandingan berlangsung ketat, Lamandau mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan satu tempat di partai final.

    Pada laga puncak yang akan digelar di Stadion Sanaman Mantikei, Palangka Raya, Selasa (4/8/2026), Lamandau akan menghadapi Huma Betang FC. Pertandingan ini menjadi peluang bagi Lamandau untuk mempersembahkan gelar juara sebagai kado istimewa bagi Hari Jadi ke-24 kabupaten tersebut.

    Head Coach Lamandau, Rejo Wahyu Suryanto, mengatakan anak asuhnya mampu tampil lepas sepanjang turnamen. Menurutnya, mayoritas pemain merupakan putra daerah Lamandau yang dipadukan dengan sejumlah pemain yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

    “Alhamdulillah anak-anak bermain lepas. Mayoritas pemain lokal Lamandau, ditambah beberapa pemain yang kami siapkan untuk Porprov,” ujar Rejo.

    Ia menilai perpaduan pemain senior dan junior menjadi salah satu kekuatan utama tim. Kolaborasi tersebut membuat permainan Lamandau lebih solid dan mampu menghadapi setiap pertandingan dengan baik.

    “Kolaborasi pemain senior dan junior membuat permainan tim lebih cair dan saling melengkapi,” katanya.

    Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah membawa nama daerah hingga ke partai final. Ia optimistis tim mampu memberikan hasil terbaik dan meminta seluruh masyarakat Lamandau memberikan doa serta dukungan.

    “Kami percayakan sepenuhnya kepada jajaran pelatih. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Lamandau agar tim bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Rizky.

    Laga final tidak hanya menjadi kesempatan bagi Lamandau untuk meraih gelar juara. Kedua tim finalis juga dipastikan mewakili Kalimantan Tengah menghadapi dua tim terbaik dari Kalimantan Selatan pada babak selanjutnya. Bagi Lamandau, kemenangan di partai puncak akan menjadi hadiah istimewa sekaligus menambah kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • 13 Calon Bintara TNI AU Berebut Kesempatan Lanjut ke Seleksi Pusat

    13 Calon Bintara TNI AU Berebut Kesempatan Lanjut ke Seleksi Pusat

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sebanyak 13 calon siswa (Casis) Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Udara angkatan ke-58 Tahun 2026 berebut kesempatan untuk melanjutkan seleksi ke tingkat pusat.

    Kesempatan itu ditentukan melalui Sidang Pantukhir Daerah (Pantukhirda) yang digelar di aula Mako Lanud Iskandar Pangkalan Bun. Tahapan ini menjadi salah satu penentu dari para kasus setelah menjalani rangkaian seleksi sebelumnya.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto, memimpin langsung sidang tersebut. Sebanyak 13 Celcius mengikuti proses penilaian untuk menentukan koordinat yang dinilai memenuhi persyaratan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

    Sebelum mengikuti Pantukhirda, para case setelah melewati seleksi administrasi, kesehatan, kesemaptaan jasmani, psikologi serta sejumlah aspek penilaian lainnya. Seluruh tahapan menjadi bagian dari proses untuk mendapatkan calon prajurit terbaik.

    Nugroho mengingatkan bahwa Pantukhirda bukan akhir dari perjuangan. Bagi chassis yang dinyatakan lolos, persaingan di tingkat pusat justru akan semakin ketat karena harus berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

    “Pantukhir daerah ini bukan akhir dari perjuangan. Ke depan harus banyak tahapan yang harus dilalui, tantangan yang akan dihadapi semakin besar, dan persaingan akan semakin ketat,” ujar Nugroho, Senin (3/8/2026).

    Ia meminta para casis terus menjaga kondisi fisik dan mental. Disiplin, kesehatan dan semangat juga harus dipertahankan selama menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

    Proses Pantukhirda dilaksanakan secara objektif, transparan dan bersih sesuai ketentuan yang berlaku. Seleksi tersebut diharapkan mampu menjaring calon Bintara TNI angkatan udara yang memiliki kualitas dan integritas untuk mengemban tugas sebagai prajurit.

    Kini, ke-13 calon Bintara TNI AU tersebut menunggu hasil penentuan. Bagi mereka yang terpilih, tiket menuju seleksi tingkat pusat menjadi langkah berikutnya untuk mendekati cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Udara.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Arut Selatan Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Ditinggal Pergi, Rumah Warga Arut Selatan Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sebuah rumah milik Jamhuri di Jalan G.M Arsyad Gang Kopar 2, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, ludes terbakar pada Senin (3/8/2026). Rumah tersebut terbakar saat penghuninya sedang tidak berada di tempat.

    Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Tapi diketahui setelah laporan masuk ke Mako Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat melalui telepon dan WhatsApp.

    Regu 2 yang sedang bertugas langsung meluncur ke lokasi. Chord tugas tiba sekitar 5 menit setelah laporan diterima dan segera melakukan pemadaman untuk mencegah tapi menjalar ke bangunan lain.

    Empat Armada pemadam dikerahkan. Petugas membawa satu unit 04 suplay dan tiga unit Firedome bernomor 08,012, dan 015 untuk menangani kebakaran tersebut.

    Api membakar bangunan rumah hingga mengalami kerusakan berat. Setelah kobaran berhasil dikembalikan, petugas melakukan pendinginan serta pemeriksaan di sekitar bangunan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat Dwi Agus Suhartono, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

    “Informasi sementara diduga korsleting listrik dan kebetulan penghuninya sedang tidak berada di tempat,” ujar Dwi Agus.

    Menurut dia, kerugian akibat kebakaran sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun nilai tersebut masih harus dihitung dan diverifikasi melalui pemeriksaan lebih lanjut.

    Petugas damkar memastikan lokasi telah aman setelah proses pemadaman, pendinginan, dan pengecatan selesai. Regu 2 kemudian kembali ke makodangkat sekitar pukul 04.40 WIB.

    Investigasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan menghitung kerugian secara lebih akurat. Dalam penanganan kejadian ini. Damkar Kobar turut mendapat dukungan dari Polri, Tagana, dan Huma Singgah Itah. Tidak ada laporan korban jiwa.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Gangguan Pembangkit, PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir di Pangkalan Bun

    Gangguan Pembangkit, PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir di Pangkalan Bun

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun kembali menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah pada Jumat (24/7/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul gangguan pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), khususnya di sisi pembangkitan.

    Manajer PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun, Agung Darmawan, mengatakan gangguan pada pembangkit menyebabkan pasokan daya listrik menurun sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan di wilayah terdampak.

    Menurut Agung, pemadaman bergilir merupakan langkah yang harus dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan agar gangguan tidak meluas ke wilayah lainnya.

    “Kondisi ini terjadi sehubungan terjadinya gangguan di sisi sistem kelistrikan Kalselteng, khususnya pada sisi pembangkitan sehingga menurunnya supply daya mampu untuk melayani beban kebutuhan listrik pelanggan. Skema pemadaman ini kami buat agar kondisi sistem tetap terjaga sehingga tidak terjadi dampak pemadaman yang lebih meluas,” katanya, Jumat (24/7/2026).

    PLN memperkirakan pelanggan yang masuk dalam jadwal pemadaman akan mengalami penghentian pasokan listrik sekitar enam jam. Namun, waktu padam maupun menyala kembali dapat berubah sesuai kebutuhan operasi dan kondisi pembangkit.

    “Untuk estimasi sesuai pada pengumuman, pelanggan dimungkinkan merasakan padam lebih kurang enam jam. Namun untuk jam mulai padam dan nyala direntang jadwal tersebut menyesuaikan kebutuhan dan kondisi pembangkitan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, hingga saat ini PLN ULP Pangkalan Bun masih menunggu informasi terbaru dari PLN UID Kalselteng terkait perkembangan penanganan gangguan serta perkiraan normalisasi sistem kelistrikan.

    Berdasarkan pengumuman resmi, pemadaman dilakukan secara bergilir mulai pukul 04.00 WIB hingga 03.00 WIB keesokan harinya. Wilayah terdampak mencakup sejumlah desa di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Lada, Batu Ampar, sebagian Kabupaten Seruyan, serta sejumlah pelanggan industri dan ruas jalan utama.

    PLN mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas selama jadwal pemadaman berlangsung, mengamankan peralatan elektronik, serta memantau informasi resmi PLN terkait perkembangan kondisi sistem. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berharap pasokan listrik dapat kembali normal setelah gangguan pada sistem pembangkitan Kalselteng berhasil ditangani.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!