Kategori: Sekolahku

  • M. Baim Quiah, Bintang Muda ASIOP yang Tumbuh dari Tanah Kalimantan

    M. Baim Quiah, Bintang Muda ASIOP yang Tumbuh dari Tanah Kalimantan

    INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Nama Muhammad Baim Quiah kian bersinar di kancah sepak bola usia muda Indonesia. Penyerang muda ASIOP ini mencuri perhatian publik sepak bola setelah mencetak dua gol kemenangan dalam laga perempat final Liga TopSkor (LTS) Jakarta U-14 pada Sabtu, 15 Juni 2025, di Lapangan Sawangan, Depok.

    ASIOP menang 2-0 atas RMD, dan hasil itu membawa mereka melaju ke babak semifinal. Baim menjadi satu dari sedikit pemain yang masuk dalam daftar “Best XI” perempat final, sebagai penyerang terbaik yang mencetak kontribusi krusial bagi timnya.

    Di babak semifinal mendatang, ASIOP dijadwalkan menghadapi tim kuat Binna Banua, yang sebelumnya menang besar 9-0 atas Cibinong Raya.

    Di sisi lain, semifinal lainnya akan mempertemukan Nawesena melawan Bimba AIUEO. Para pemenang dari kedua laga ini akan bertarung di partai final, sedangkan tim yang kalah akan berebut posisi ketiga.

    Namun, pencapaian Baim hingga ke titik ini bukan datang secara instan. Ia memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia sembilan tahun di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dari lapangan-lapangan kecil di daerah, ia terus mengasah bakatnya dengan tekun.

    Baim dua kali dipercaya mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang nasional Festival Sepak Bola Usia Dini (FOSSBI): pertama di Malang pada 2023, dan kemudian di Bandung tahun 2024. Pengalaman internasional pun pernah ia cicipi saat membawa timnya meraih juara tiga pada Bangkok International Youth Cup 2024 di Thailand.

    Di tingkat lokal, ia juga menorehkan prestasi gemilang. Tahun ini, ia turut mengantarkan tim sekolahnya menjadi juara Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Bantul 2025.

    Langkah besar berikutnya datang saat ia mengikuti seleksi ASIOP Football Academy. Dari 78 peserta yang ikut seleksi, hanya tiga yang dinyatakan lolos, dan Baim termasuk salah satunya.

    “Baim punya ketekunan yang tidak semua anak seusianya miliki. Ia selalu belajar dari kekalahan dan cepat bangkit. Itu yang membuatnya istimewa,” ujar Ade M Lubis, pelatih ASIOP U-14 yang membina langsung perkembangan Baim di akademi.

    Meski kini berlatih di bawah naungan akademi ASIOP di Sentul, Bogor, Baim tetap menempuh pendidikan formalnya di SMP Budi Luhur, Yogyakarta. Ia menjalani rutinitas yang tidak ringan, membagi waktu antara latihan dan pelajaran sekolah dengan penuh disiplin.

    Di balik pencapaiannya, ada sosok ibu yang senantiasa mendukung. Siti Qomariah, ibunda Baim, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas perjalanan anaknya sejauh ini.

    “Saya selalu berdoa dan mendampingi setiap langkah Baim. Melihat dia bisa sejauh ini, tentu jadi kebanggaan besar bagi kami sekeluarga,” ujarnya haru.

    Perjalanan Baim di Liga TopSkor U-14 masih berlanjut. Laga semifinal menghadapi Binna Banua akhir pekan ini akan menjadi panggung ujian sekaligus peluang besar baginya untuk kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu talenta muda terbaik Tanah Air.

    Penulis: Maulana Kawit

  • Gocekan Maut Armaghan, Anak Katingan Masuk Best Eleven Liga Top Skor

    Gocekan Maut Armaghan, Anak Katingan Masuk Best Eleven Liga Top Skor

    JAKARTA – Armaghan Ramadhani kembali mencuri perhatian publik sepak bola usia muda. Pemain yang tergabung dalam Mess Diklat Class 2011 itu terpilih masuk dalam best eleven Liga Top Skor pekan ini.

    Penampilannya yang impresif tak lepas dari aksi gocekan dan dribbling tajam yang ditunjukkannya selama pertandingan. Kecepatan dan kelincahannya kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.

    Armaghan dikenal sebagai pemain yang bermain penuh semangat setiap kali diberi kepercayaan oleh pelatih. Di bawah asuhan Coach Chairul Andri, ia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

    Tak hanya unggul secara teknik, pemain asal Kalimantan ini juga dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Ia selalu tampil ngotot dan menunjukkan determinasi kuat sejak menit pertama.

    Kemampuannya dalam mengolah bola di lapangan menjadi senjata andalan tim dalam menembus pertahanan lawan. Beberapa kali, Armaghan sukses menciptakan peluang emas dari sektor sayap.

    Coach Chairul menyebut bahwa Ramadhani adalah salah satu talenta yang patut diperhitungkan di masa depan. “Ia punya karakter bermain yang kuat dan mental bertanding yang matang untuk usianya,” ujarnya.

    Bagi Armaghan, sepak bola bukan sekadar permainan. Ia menjadikannya sebagai jalan hidup, tempat ia menempa disiplin, fokus, dan tanggung jawab sejak usia dini.

    Meski meraih prestasi, Ramadhani tetap rendah hati. Ia tak ingin pencapaian ini membuatnya besar kepala. “Saya hanya ingin terus belajar dan menjadi lebih baik di setiap pertandingan,” katanya singkat.

    Ia juga tidak lupa untuk terus memegang pesan dari para pelatih dan orang tuanya agar tetap membumi. Menurutnya, kerja keras dan kedisiplinan adalah kunci untuk meraih cita-cita.

    Salah satu sosok penting di balik semangat Armaghan adalah sang ayah, Budy Hermanto. Kepada wartawan, Budy mengaku bangga atas pencapaian yang diraih putra keduanya itu.

    “Saya bersyukur melihat Armaghan bisa berkembang dengan baik. Harapan saya, dia terus menuntut ilmu, bersikap rendah hati, dan hasil akan mengikuti sesuai dengan latihannya,” kata Budy.

    screenshot 20250605 203357 instagram

    Armaghan merupakan anak kedua dari pasangan Budy Hermanto dan Siti Marhamah. Ia lahir dan besar di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, daerah yang masih jarang terdengar di peta sepak bola nasional.

    Sebagai perwakilan dari daerah, Armaghan membawa harapan besar bagi generasi muda Katingan. Ia membuktikan bahwa anak daerah juga bisa bersaing di kancah nasional bila diberi kesempatan dan dukungan.

    Kini, Armaghan terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Targetnya sederhana: tampil lebih baik dari kemarin.

    Penulis: Maulana Kawit

  • SDN 3 Parenggean Tuan Rumah O2SN dan FLS3N 2025, Ratusan Siswa Siap Bertanding

    SDN 3 Parenggean Tuan Rumah O2SN dan FLS3N 2025, Ratusan Siswa Siap Bertanding

    NTIMNEWS.COM, SAMPIT – Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Parenggean, Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan tahun 2025.

    Kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2025, di kompleks SD Negeri 3 Parenggean. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah guna menyukseskan agenda tahunan ini.

    Sebanyak 23 sekolah dasar dari seluruh Kecamatan Parenggean dipastikan turut berpartisipasi. Diperkirakan lebih dari 300 siswa akan tampil menunjukkan bakat terbaik mereka di bidang olahraga dan seni.

    Dalam O2SN, beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, pencak silat, karate, bola voli, renang, dan senam lantai. Setiap peserta telah menjalani seleksi ketat di tingkat sekolah masing-masing.

    Sementara itu, FLS3N menghadirkan kompetisi di bidang seni, antara lain lomba menyanyi solo, tari, kriya, pantomim, gambar ekspresi, menulis cerita pendek, serta mendongeng. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan kreativitas dan orisinalitas karya.

    Acara pembukaan akan dilakukan secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Disdik Kotim), Mahbub. Ia dijadwalkan memberikan sambutan serta membuka kompetisi secara simbolis.

    Kepala SD Negeri 3 Parenggean, Yeni Herlinawati, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Ia menilai kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi siswa untuk mengasah potensi mereka.

    “O2SN dan FLS3N bukan hanya soal kompetisi. Ini juga ajang pembentukan karakter, menanamkan nilai sportivitas, kerja keras, serta penghargaan terhadap budaya bangsa,” kata Yeni saat ditemui di sekolah, Jumat (25/4/2025).

    Menurut Yeni, partisipasi aktif dalam kegiatan semacam ini menjadi modal penting dalam membangun generasi yang berprestasi dan berdaya saing tinggi di masa depan. Ia berharap seluruh siswa dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka.

    Pihak sekolah bersama komite dan masyarakat sekitar turut mendukung penuh penyelenggaraan ini. Dukungan logistik, konsumsi, dan fasilitas lomba telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

    Selain sebagai ajang unjuk prestasi, O2SN dan FLS3N juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarsekolah di Kecamatan Parenggean. Kompetisi ini diharapkan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan sportivitas.

    Para juara dari setiap cabang lomba akan mewakili Kecamatan Parenggean ke tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari sana, para pemenang terbaik berpeluang melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.

    Kegiatan ini mengusung tema “Berprestasi dalam Olahraga dan Seni, Membangun Generasi Emas”. Tema tersebut mencerminkan harapan besar agar para peserta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerahnya.

    Antusiasme para siswa, guru, serta orang tua terlihat tinggi menjelang pelaksanaan. Banyak di antara mereka yang telah mempersiapkan diri dengan berlatih intensif selama beberapa bulan terakhir.

    Dengan dukungan berbagai pihak, SD Negeri 3 Parenggean optimistis dapat menyelenggarakan O2SN dan FLS3N tingkat kecamatan tahun 2025 ini dengan sukses dan lancar.

    Penulis: Rls

  • Mahasiswa PPG IAIN Palangka Raya Gelar Sidang Seminar PTK di SDN 3 Kasongan Lama

    Mahasiswa PPG IAIN Palangka Raya Gelar Sidang Seminar PTK di SDN 3 Kasongan Lama

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Rabiatul Hasanah, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, menggelar seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada Kamis 23 Januari 2025.

    Seminar ini menjadi bagian dari evaluasi akhir program PPG yang bertujuan mencetak guru profesional dan berkualitas.

    Dalam presentasinya, Rabiatul Hasanah mengangkat tema “Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Problem Based Learning pada Materi Teladan Mulia Asmaul Husna di Kelas IV.”

    Ia memaparkan bahwa metode Problem Based Learning (PBL) mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dengan mengutamakan pembelajaran berbasis masalah.

    “Metode ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep Asmaul Husna secara mendalam, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis dan menerapkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rabiatul di hadapan para guru-guru.

    Seminar ini turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN 3 Kasongan Lama, Ishajiripiansyah, yang mengapresiasi inovasi pembelajaran berbasis PBL.

    Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter siswa.

    “Kami sangat mendukung metode seperti ini. Problem Based Learning adalah salah satu cara efektif untuk membangun karakter siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkap Ishajiripiansyah.

    Seminar berlangsung dengan antusiasme tinggi, di mana peserta aktif berdiskusi dan memberikan masukan. Rabiatul juga menyampaikan harapannya agar metode ini dapat diterapkan secara luas di berbagai mata pelajaran, khususnya untuk pembelajaran berbasis nilai-nilai moral dan agama.

    Melalui seminar ini, IAIN Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

    Penulis: Kawit

     

  • Sarinah PPG IAIN Palangka Raya Gelar Seminar Penelitian di SDN 4 Kasongan Baru

    Sarinah PPG IAIN Palangka Raya Gelar Seminar Penelitian di SDN 4 Kasongan Baru

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN– Sarinah, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, menggelar seminar hasil penelitian tindakan kelas di SDN 4 Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Rabu 22 Januari 2025.

    Penelitian ini mengangkat judul “Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Model Problem Based Learning pada Materi Keragaman sebagai Sunatullah di Kelas IV SDN 4 Kasongan Baru.”

    Seminar ini dihadiri oleh para guru dan kepala sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Dalam pemaparannya, Sarinah menjelaskan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

    Sarinah menjelaskan bahwa metode Problem Based Learning menekankan pada pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan siswa. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam kelompok, serta menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan oleh guru.

    Penelitian ini dilakukan dalam beberapa siklus di kelas IV SDN 4 Kasongan Baru, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan hasil belajar siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

    “Kami melihat adanya peningkatan motivasi dan partisipasi aktif siswa saat metode ini diterapkan. Mereka lebih antusias dalam berdiskusi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang diberikan,” ujar Sarinah dalam seminar tersebut.

    Pihak SDN 4 Kasongan Baru mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Sarinah, mahasiswa PPG IAIN Palangka Raya.

    Kepala sekolah, Nelson, S.Pd, menyatakan bahwa penelitian ini memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

    “Kami sangat mendukung penelitian ini karena bisa menjadi referensi bagi para guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode yang tepat dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar,” ujar Nelson, S.Pd.

    Guru-guru yang hadir dalam seminar ini juga mengungkapkan ketertarikannya untuk menerapkan metode Problem Based Learning dalam pembelajaran sehari-hari.

    Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar mutu pendidikan semakin meningkat.

    Seminar ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Dengan adanya penelitian tindakan kelas seperti ini, diharapkan para pendidik semakin terbuka terhadap metode-metode baru yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

    Penulis: Maulana Kawit

  • SMAN 3 Palangka Raya Akan Kolaborasi dengan TNI Meningkatan Pendidikan Karakter

    SMAN 3 Palangka Raya Akan Kolaborasi dengan TNI Meningkatan Pendidikan Karakter

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pendidikan karakter menjadi semakin penting di era digital, seiring kemajuan teknologi mengubah cara belajar dan berinteraksi. Pada masa ini, nilai-nilai moral dan etika yang ditanamkan melalui pendidikan karakter memberikan landasan penting bagi peserta didik untuk membina hubungan baik dan berinteraksi secara etis.

    Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 3, Yeni Hariyati, dia mengatakan pihaknya dalam menumbuhkan karakter para siswa akan bekerjasama dengan TNI untuk peningkatan kualitas karakter peserta didik salah satu penilaian dalam kurikulum merdeka saat ini nilai bukan hanya dari akademisi mata pelajaran namun juga sikap.” kata Kepsek.

    Kepsek SMA 2 alumni Universitas Palangka Raya ini berhasil meluluskan semua peserta didiknya pada tahun ajaran 2023 -2024 sebanyak 130 orang yang mayoritas penduduk kota Palangka Raya.

    “Puji Tuhan pada tahun ini ada 130 Peserta Didik lulus semua dengan perolehan nilai 90 yang tertinggi dan 70 nilai terendah,” tuturnya. Selasa 22 Mei 2024.

    Yeni selaku Kepala Sekolah yang baru saja bertugas di SMA 2 Palangka Raya ini turut bangga karena Peserta Didik lulusan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi baik dari kerjasama dengan Universitas maupun minat Peserta Didik di luar daerah.

    “Saat ini Peserta Didik kita sudah melanjutkan ke jenjang lebih tinggi ada yang di kedokteran, Perawatan, TNI, Universitas dan Polisi, ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi di luar daerah bahkan program beasiswa yang dikeluarkan pihak Universitas,” tuturnya.

    Diketahui bahwa SMAN 3 Palangka Raya selain banyak menyabet raihan prestasi di perlombaan ekstrakurikuler Peserta Didiknya juga dididik kedisiplinan dan sikapnya yang mana pemupukan ini diharapkan mampu mencapai program Kementerian Pendidikan.

    Selain mencerdaskan kehidupan bangsa program Pendidikan Karakter Kurikulum Merdeka ini meliputi nilai-nilai Religius, Nasionalis, Gotong Royong, Integritas dan Mandiri yang diharapkan bisa melekat pada diri Peserta Didik melalui program Kemendikbud.

    Editor : Maulana Kawit

     

     

  • Fitria Ramadhan Suwakul Raih Juara Satu Lomba Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA se-Kotim

    Fitria Ramadhan Suwakul Raih Juara Satu Lomba Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA se-Kotim

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Fitria Ramadhan Suwakul Siswi SMK Negeri 1 Cempaga raih juara satu lomba pemilihan duta baca tingkat SMA sederajat se-Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selanjutnya akan mewakili Kotim di tingkat provinsi.

    Lomba pemilihan duta baca ini digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim pada Kamis 13 Juli 2023 kemarin. Lomba ini memang rutin setiap tahun digelar oleh dinas tersebut. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca generasi muda.

    “Pemenang yang kita bawa ke Palangka Raya adalah yang Juara I, akan kita lakukan pembinaan khusus selama sebulan lebih sebelum ke Palangka Raya untuk wakil Kotim. Ini benar-benar fokus bawa nama daerah,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasioan Kotim Rusnah, Jumat, 14 Juli 2023.

    Fitria Ramadhan Suwakul juga menampilkan beberapa bakatnya, salah satu kemampuan bahasa inggris dan bahasa daerah.

    Kata Rusnah, peserta selain memiliki karya tulis, mereka juga harus bisa membawa inovasi daerah, harus bisa mempertahankan paparannya. Dan juga harus memiliki bakat lainnya. 

    “Karena saat penilaian ada unjuk bakat. Ada yang menyanyi dan bakat lainnya, itu menjadi poin plus untuk tambahan nilainya yang mungkin nilai awalnya kurang. Menjadi Duta Baca itu paling tidak harus pintar dalam bahasa. Para finalis ini rata bicara dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ada juga yang menggunakan bahasa daerah, kami sangat menghargai itu,” jelasnya.

    Peserta yang mengikuti lomba ini melalui beberapa tahap seleksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi wawancara. Ada 10 lolos wawancara dan lima peserta yang maju ke babak final.

    Berdasarkan hasil perhitungan skor nilai dan hasil rapat pertimbangan dewan juri lomba pemilhan duta baca pelajar tingkat SMA ini menetapkan lima peserta tersebut atas predikat Juara 1,2, 3, serta Juara Harapan 1 dan 2.

    Kelima orang tersebut adalah, Juara 1 Fitria Ramadhan Suwakul (SMK Negeri 1 Cempaga), Juara 2 Adelia Ramadan SMAN 1 (Cempaga), Juara 3 Yavistha Febriana Pradini (SMAN 2 Sampit), Juara Harapan 1 Aulia Fahruna Fadya (SMAN 3 Sampit), Juara Harapan 2 Desy Rajiah SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. 

    Editor: Andrian

  • Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA, Lima Siswa Presentasikan Karya Inovasinya

    Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA, Lima Siswa Presentasikan Karya Inovasinya

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Sebanyak lima siswa mempresentasikan karya inovasi di lomba duta baca tingkat SMA se-Kabupaten Kotawaringin Timur terkait implemetasi program literasi yang ada di sekolah masing-masing.

    Kelima siswa ini, masing-masing Ftiria Ramadhani Suwakul SMK Negeri 1 Cempaga, Dessy Rajiah SMA Negeri 1 MHU, Yavistha Febriana Pradini SMA Negeri 2 Sampit, Aulia Fahruna Fadya SMA Negeri 3 Sampit dan Adelia Ramadani SMA Negeri 1 Cempaga.

    Lomba pemilihan duta baca pelajar ini rutin tiap tahun digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim untuk meyeleksi siswa sebagai perwakilan duta pelajar yang akan tampil di provinsi hingga tingkat nasional.

    “Program pemilihan duta baca tujuanya kita mencari tokoh yang ingin bergiat di kiterasi dia harus pintar dalam menulis buku, membuat buku dan pintar minimal dua bahasa,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim Rusnah, Kamis 13 Juli 2023.

    Selain kata Rusnah, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan minat baca para pelajar yang saat ini dinilai masih rendah khususnya di wilayah Kotim. Untuk itu, ia berharap kedepanya makin banyak siswa yang berpartisipasi di lomba tersebut.

    “Sebenarnya peserta ada 11 siswa. Setelah dilakukan wawancara lima orang lolos untuk mempersentasikan karyanya. Nanti Satu orang akan mewakili Kotim di lomba tingkat provinsi di September 2023 ini,” lanjutnya.

    Sementara salah satu suswa tampil tampil mempersentasikan kariya dengan judul “Meningkatkan minat baca siswa dengan program “sei” waju wajam dan taka di SMA Negeri 1 Cempaga.

    “Tiga program inovasi itu di implemetasikan di sekolah kami, setelah dilakukan evaluasi program yang kami buat ini berpengaruh dan meningkatkan minat baca di sekolah kami,” ujar Adelia Ramadani siswa SMA Negeri 1 Cempaga.

    Selain itu, dia menampilkan beberapa bakat-bakatnya di depan juri. Setelah tampil Adelia Ramadani mendapatkan komentar positif dari juri dengan bakat terutama dengan kemapuan bahasa inggris dan bahasa daerah yang ditunjukanya.

    Selain itu, Yavistha Febriana Pradini siswi SMA Negeri 2 Sampit utamanya yang pasti ingin mewakili Kotim di tingkat provinsi maupun nasional sebagai duta pelajar Kotim nantinya.

    “Motivasi saya ingin gencarkan meningkatkatakn minat baca untuk terealisasinya budaya baca dengan harapan agar budaya baca khususnya di Kotim meningkat,” demikian Yavistha Febriana Pradini. (**)

    Editor: Irga Fachreza

  • TK Melati Gelar Gebyar Merdeka, Ajang Anak Wujudkan Kreativitas

    TK Melati Gelar Gebyar Merdeka, Ajang Anak Wujudkan Kreativitas

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Taman Kanak-kanak atau TK Melati Yayasan Arhadin Desa Pelantaran Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur mengegelar Gebyar Merdeka Belajar dan Bermain sebagai salah satu Wujud Hasil Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Program Sekolah Penggerak.

    Kepala TK Melati Siti Sri Dewi mengatakan TK Melati merupakan salah satu dari Sembilan Sekolah Penggerak Angkatan ke 2 jenjang PAUD di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia mengungkapkan, kesiapan TK yang ia pimpin masuk sebagai sekolah penggerak bukan tanpa rencana melainkan berkat dukungan semua komponen pengajar di TK tersebut.

    “Sebelum mengikuti tahapan seleksi saya sebagai kepala sekolah berdiskusi dengan rekan sejawat, orang tua murid dan juga Yayasan. Kami bertanya kepada diri kami sendiri siapkah kita untuk berubah, tentunya kearah yang lebih baik,” ungkapnya saat membuka Gebyar Merdeka. Jumat 16 Juli 2023.

    Dia mengatakan, selain untuk meningkatkan layanan yang berkualitas, kegiatan Gebyar Merdeka juga sebagai ajang kreativitas bagi anak agar tumbuh kembangnya secara optimal. Dengan begitu, harapannya mereka siap memasuki jenjang yang lebih tinggi, yaitu ke Sekolah Dasar.

    “Selama ini kami belajar melalui PMM dengan pendampingan. Kami berusaha untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam pendampingan.  Secara umum, Program Sekolah Penggerak telah membuka hati kami tergerak untuk belajar lebih giat lagi, mulai dari Siswa, Guru, sampai Kepala Sekolah,” tambahnya.

    Menurutnya, acara ini juga dapat memotivasi dan memberikan kesempatan bagi anak usia dini dalam mengekspresikan kemampuannya. Ajang ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pendidikan usia dini, yakni sebelum masuk ke jenjang Pendidikan Dasar.

    “Melalui Pembelajaran yang berpusat pada murid, kita akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis data, Refleksi diri setiap hari sabtu sebagai wadah untuk kita saling memperbaiki yang kami rasa masih kurang, Semoga apa yang ditampilkan hari ini menjadi Inspirasi dan Motivasi bagi kita semua untuk bersama MengImplementasikan Kurikulum Merdeka Profil Pelajar Pancasila,” tukasnya.

    (Kawit)

     

  • Sudah Delapan Tahun Rusak, Jalan menuju SMAN 1 Tamban Catur Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Kapuas

    Sudah Delapan Tahun Rusak, Jalan menuju SMAN 1 Tamban Catur Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Kapuas

    INTIMNEWS.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten hingga Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) kembali mendapat sorotan terkait jalanan rusak. Kali ini, sorotan itu datang dari para siswa-siswi dan guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMAN) 1 Tamban Catur Desa Tamban Baru Tengah, KecamatanTamban Catur, Kabupaten Kapuas

    Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah dewan guru berkumpul dan untuk menyampaikan keluh kesah mereka terhadap jalan yang rusak menuju sekolah.

    Selama 8 tahun terakhir siswa siswi dan dewan guru SMAN 1 Tamban Catur harus merasakan sulitnya akses jalan utama untuk menuju sekolah mengalami kerusakan parah dan belum pernah dilakukan perbaikan, Mereka berharap pemerintah segera memberi reaksi dan dapat segera memperbaiki jalan yang rusak ini.

    Kepala Sekolah SMAN 1 Tamban Catur Sri Mengatakan kerusakan jalan ini terjadi mulai dari kantor kecamatan Padahal jalan ini merupakan akses utama Mereka

    “Sudah lebih dari delapan tahun jalan utama kami rusak. Belum tersentuh tangan pemerintah,” ujarnya, kamis  (25/05/2023).

     Di tengah semarak menyambut Hari Ulang Tahun Kalimatan Tengah, justru di Kabupaten Kapuas  ‘kebahagian’ belum sepenuhnya dirasakan pemuda penerus bangsa di Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas.

    Bagaimana tidak, buktinya jalan yang menjadi akses di lewati Sekolah menurut warga bertahun-tahun kondisinya tak kunjung ‘Merdeka’. Malah semakin memprihatinkan dan rusak parah. “Jalan ini sudah rusak sekitar 7 atau 8 tahun. Sampai ini belum pernah di perbaiki,” ungkap warga yang menolak namanya diberitakan.

    Soal kondisi itu, Sri mengatakan jalan menuju dua sekolah tersebut sudah rusak berat hampir 8 tahun. Guru beserta siswa hanya memperbaiki mandiri seadanya, namun tidak bertahan lama

    “Jalan semen cor sudah hancur dan kadang-kadang tergenang air saat hujan lama atau air pasang naik. Semoga pihak Pemerintah dapat  merealisasikan pembangunan infrastruktur akses jalan yang menuju sekolah ,” katanya.

    “Harapan kami diperbaiki, supaya kami bisa kerja maksimal mendidik SDM masa depan. Kami ngerasa tidak dihargai padahal ini untuk anak-anak di wilayah ini,” tutupnya.

    Editor: Andrian

error: Content is protected !!