Kategori: PEMKAB KOTIM

Halaman Kerjasama Pemkab Kotim dan Intimnews.com

  • Biaya Operasi Kaki Bocah Asal Seranau Ditanggung Pemerintah

    Biaya Operasi Kaki Bocah Asal Seranau Ditanggung Pemerintah

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Guntur (13), warga Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang kaki kanannya membutuhkan biaya untuk operasi, kini dikabarkan mendapat biaya yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

    Camat Seranau, H Dedi Purwanto mengkonfirmasi bahwa yang bersangkutan telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit untuk mendapatka perawatan.

    “Guntur sudah dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan menggunakan ambulance dengan didampingi pihak keluarga. Biayannya ditanggung oleh pemerintah daerah,” ungkap Dedi, Selasa, 12 Januari 2022.

    Menurut informasi, Guntur telah mengalami sakit pada kakinya sejak Agustus tahun lalu akibat terjatuh. Namun karena biaya pengobatan tidak mampu dipenuhi oleh pihak keluarga. Sehingga ia tidak mendapatkan perawatan medis.

    Kabar Guntur untuk mendapatkan biaya mengobatan telah beredar di sosial media. Sehingga mengundang antusias masyarakat setempat untuk membantu biaya operasinya.

    Editor: Andrian

  • Harga Ayam Potong di Sampit Melonjak

    Harga Ayam Potong di Sampit Melonjak

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Sejak tahun baru 2022, harga ayam potong di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melonjak. Hal itu disebutkan oleh Indrayani, seorang pedagang ayam potong di Pasar PPM Sampit.

    “Sudah hampir seminggu harga ayam potong naik jadi 45 ribu rupiah per potongnya,” kata Indrayani, Selasa, 12 Januari 2022.

    Sebelumnya, menurut perempuan itu, harga ayam potong berkisar 37 ribu per kilogramnya. Melonjaknya harga itu telah berlangsung sejak satu minggu terakhir.

    Dirinya berharap, dengan melonjaknya harga ayam potong tidak menyurutkan minat beli oleh masyarakat. Ditambah lagi, saat ini menurutnya keadaan perekonomian baru saja berangsur pulih dari imbas Covid-19.

    Sementara itu, masyarakat Sampit, Edy berharap peran serta pemerintah daerah dalam kestabilan harga kebutuhan pokok termasuk ayam potong dapat diintervensi. Sehingga tetap menjaga daya beli masyarakat.

    Editor: Andrian

  • Melihat Aktivitas Produktif Warga Pal 12 Sampit yang Kini Berubah Haluan

    Melihat Aktivitas Produktif Warga Pal 12 Sampit yang Kini Berubah Haluan

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Eks Lokalisasi Pal 12 Jalan Jenderal Sudirman KM 12 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah ditutup pada 2017 silam. Meurut keterangan dari Lurah Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, sebelum ditutup ada 80 Kepala Keluarga yang menggantungkan nasibnya.

    Namun kini, hanya tersisa kurang lebih sekitar 20 Kepala Keluarga yang masih bertahan menempati tempat tinggal mereka. Karena menurut Rudi bahwa mereka memang merupakan warga setempat.

    Penutupan lokalisasi itu ternyata juga berdampak pada ekonomi warga setempat. Sehingga mereka kehilangan mata pencaharian. Rudi menyebut bahwa kini warga yang tersisa berangsur beralih pekerjaan.

    “Saat ini ada sejumlah warga dibawah binaan kelurahan dan Dinas Pertanian yang membentuk kelompok tani. Sehingga mereka memiliki pekerjaan yang produktif dan jauh dari kesan negatif seperti dulu,” kata Rudi

    Dirinya menceritakan bahwa sudah ada dua kelompok tani yang terbentuk dengan luas lahan lebih dari lima hektare. Lokasinya tepat berada di lingkungan eks lokalisasi itu, yaitu di RT 08 RW 03.

    Kelompok tani itu bernama Margo Mulyo dan Yoyo Pahari yang kini memiliki lahan produktif pertanian. Masing-masing dari kelompok tami memiliki kurang lebih 20 anggota aktif. Sehingga mereka mampu menghasilkan hasil pertanian puluhan ton setiap bulannya.

    “Di lahan ini kami menanam cabai, timun, tomat, kacang panjang dan buah melon. Semuanya subur dan kita menyuplai ke pasar di Sampit,” kata Wawan ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Selasa, 11 Januari 2022

    Menurut Wawan setelah ditutupnya eks lokalisasi pada 2017 lalu, ia bersama teman-temannya yang juga warga setempat berurunan dengan dana seadanya menggarap lahan dan membuat kelompok tani. Hal itu mereka siasati untuk menanggung perekonomian keluarga.

    Sebelumnya, mereka adalah warga yang menikmati dampak ekonomi dari kegiatan prostitusi. Namun kini mereka berubah haluan dengan melakukan pekerjaan produktif yang tidak terlarang.

    Meski demikian, masih ada sejumlah warga setempat yang belum memiliki pekerjaan. Serta mengharapkan perhatian dari pemerintah setempat.

    Editor: Andrian

  • Dinsos Kotim Masih Tunggu Intruksi Bantuan Pusat Tahun Ini

    Dinsos Kotim Masih Tunggu Intruksi Bantuan Pusat Tahun Ini

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunggu intruksi pemerintah pusat alias Kementerian Sosial terkait bantuan sosial pada tahun 2022. Hal itu disebutkan oleh Plt Kepala Dinsos Kotim, Wiyono, Selasa 11 Januari 2022.

    Menurutnya, hingga saat ini belum ada bantuan atau tindak lanjut dari kementerian. Namun biasanya sehabis bulan Januari sesuai rapat koordinasi bersama pihak kementerian paling lambat awal bulan Februari akan ada tindak lanjut.

    Diperkirakan bantuan yang bisa serupa dengan sebelumnya yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako itu baru disalurkan pada akhir Februari hingga awal Maret 2022.

    “Sekitar Maret nanti, tapi kita tunggu saja kalau sudah ada pasti nanti segera disalurkan. Karena bantuan itu merupakan salah satu langkah Pemerintah Pusat untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM unggul,” jelasnya.

    Sementara untuk tahun 2021, Wiyono menyebut untuk jumlah penerima bantuan dari Kemensos di Kotim untuk PKH sebanyak 44.933 KPM dengan total dana uang disalurkan sebesar Rp 28.571.125.000. Sedangkan untuk penerima BPNT sebanyak 186.331 KPM dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp 37.266.200.

    “Kalau bantuan sosial tunai (BST) itu khusus untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Kotim sebanyak 27149 KPM dengan total anggaran Rp 1.240.200,00. Jadi total anggaran yang dikeluarkan dari Kementerian tahun 2021 sebanyak Rp 67.077.525,” sebutnya.

    Diketahui bahwa program bansos yang dikelola Kemensos terdiri dari bansos reguler dan bansos khusus. Bansos reguler dirancang untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan kemiskinan.

    Bansos reguler yang dimaksud adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.

    Untuk PKH dan BPNT terus berjalan baik ada atau tidak ada pandemi. Karena memang dimaksudkan untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM unggul.

    Sementara bansos khusus memiliki karakteristik berbeda. Bansos khusus eksisting yang dikelola Kemensos adalah Bantuan Sosial Tunai.

    “Sembako untuk kebakaran, itu untuk personal, kalau yang massal tidak. Biasanya ada penambahan, tetapi nanti tergantung. Kendala sinergitas antara program pusat dan daerah. 1 orang kita kembalikan ke jawa, awal tahun Januari tadi,” ujar Wiyono.

    Dikatakan bahwa yang paling utama dari kepolisian, menyatakan bahwa orang itu terlantar. “Kita juga memfasilitasi vaksin dan makan selama di sini,” tutur Wiyono.

    “Biasanya menunggu di kantor dinsos rumah singgah sementara menunggu jadwal keberangkatan. Kita juga melakukan tracking ke tujuan, kita telusuri melalui KTP dan dinsos yang bersangkutan di daerah,” terangnya.

    Setelah itu nantinya akan disambut oleh dinsos terkait. Serta juga mendapatkan uang saku, antar kabupaten provinsi dua juta. ” Kita  pernah menemukan orang yang tiga kali dipulangkan,” ucap Wiyono.

    Harapan di 2022 ini adalah agar pelayanan sosial cepat sampai kepada masyarakat.

    Editor: Andrian

  • Lurah Pasir Putih Bantah Kabar Masih Ada Praktek Esek-esek di Pal 12

    Lurah Pasir Putih Bantah Kabar Masih Ada Praktek Esek-esek di Pal 12

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan merespons dengan sigap terkait kabar bahwa pada kawasan Eks Lokalisasi KM 12 atau pal 12 di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit masih ada praktek terlarang. Kabar itu langsung ia tindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak ke kawasan itu. Selasa, 11 Januari 2022

    Dari hasil penelusurannya bersama staf kelurahan beserta ketua RT 08, pihaknya mengklaim tidak menemukan hal-hal yang terlarang, alias tidak ada praktek prostitusi lagi di tempat itu. Karena telah ditutup secara resmi oleh pemerintah daerah.

    “Kami telah melakukan pemantauan dan sosialisasi secara berkala kepada warga pal 12 ini. Kalaupun ada mungkin bukan di kawasan ini, hanya saja stigma negatif masih melekat di sini,” beber Rudi.

    Ia menegaskan kepada warga bahwa jangan ada lagi praktek yang dilarang oleh pemerintah. Menurut Rudi saat ini warga yang masih menempati kawasan eks lokalisasi sudah berangsur beralih mata pencaharian, namun tidak sedikit pula pengangguran.

    “Saat ini warga mayoritas sudah menjadi petani, bangunan juga banyak kosong dan hanya ada beberapa rumah warga yang memang penduduk di sini masih bertempat tinggal,” ungkap Rudi.

    Editor: Andrian

  • Warga Eks Lokalisasi Pal 12 Sampit Tagih Janji Pemerintah

    Warga Eks Lokalisasi Pal 12 Sampit Tagih Janji Pemerintah

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Di balik penutupan kawasan eks lokalisasi KM 12 Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, atau yang kerap disebut pal 12, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ternyata menyimpan berbagai problematika, salah satunya adalah lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

    Menurut Kristian Edi, warga pal 12 RT 08 RW 03. Semenjak ditutupnya dan hilangnya praktik esel-esek di kawasan itu. Ia bersama keluarga kehilangan mata pencaharian sejak 2017 yang ditutupnya tempat tersebut oleh pemerintah kala itu.

    Dirinya mengaku, ia bersama sang istri telah puluhan tahun menempati rumah di kawasan itu dengan mengandalkan jasa pencucian pakaian dan warung kecil. Selain itu, menurut Edi, pada saat mengajukan bantuan modal usaha dengan jaminan surat tanah mereka, di kawasan tersebut ditolak oleh pihak perbankan.

    “Kami sejak tahun 1995 di sini mas. Dulu masih ramai pengunjung sehingga pendapatan kami masih ada. Namun sekarang saat ditutup, kami hanya jadi pengangguran. Dulu dijanjikan akan diberi modal dan dicarikan lapangan pekerjaan oleh pemerintah,” beber Edi, Selasa, 11 Januari 2022.

    Namun hingga kini, menurut Edi hal itu hanya janji yang tak kunjung ditepati. Sehingga ia bersama warga lainnya semoat beralih pekerjaan sebagai pelangsir. Namun pekerjaannya itu tidak berlangsung lama karena pelangsiran BBM juga dilarang.

    “Saat ini kami hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Tidak ada cara lain bertahan, semoga pemerintah daerah ingat dengan janjinya. Karena kami penduduk di sini, sementara kami juga punya anak yang masih sekolah,” ungkapnya

    Lurah Pasir Putih, Rudi Setiawan juga mendorong pemerintah untuk memperhatikan kawasan itu agar dapat membangun ekonomi warga setempat. Dirinya berharap pemerintah setempat dapat memikirkan masa depan kawasan eks lokalisasi itu.

    “Saya berharap kawasan eks lokalisasi ini dijadikan tempat yang bermanfaat. Agar tidak ada stigma negatif, misalnya seperti eks lokalisasi Doli di Surabaya dijadikan ruang terbuka hijau,” teran Rudi

    Saat ini, menurut Rudi, hanya ada sekitar 20 Kepala Keluarga yang bertempat tinggal. Sebelumnya, ada sekitar 80 Kepala Keluarga saat lokalisasi masih berjalan.

    Editor: Andrian

  • Ini Tiga Inovasi Pemkab Kotim untuk Capai Target PAD 2022

    Ini Tiga Inovasi Pemkab Kotim untuk Capai Target PAD 2022

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2022 ditargetkan tercapai. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Halikinnor, menurutnya untuk mencapai target PAD harus ada inovasi.

    “Kita sudah menganggarkan beberapa sektor untuk meningkatkan ekonomi. Termasuk pemerintah juga akan melibatkan perbankan. Salah satunya adalah inovasi untuk meningkatkan PAD dari pajak daerah, agar target kita tercapai,” beber Halikinnor, Selasa, 11 Januari 2022

    Lebih lanjut dirinya membeberkan bahwa salah satu inovasi yang akan digunakan mencapai target PAD yakni ada tiga inovasi dengan menggandeng tiga perbankan di Kotim.

    Inovasi itu terkait dengan pembayaran pajak yang bisa dilakukan secara online. Dengan inovasi itupula Pemkab Kotim masuk daftar, bahkan satu-satunya di Kalimantan yang termasuk 50 Kabupaten atau Kota di Indonesia ditunjuk sebagai smart city pembayaran pajak dapat dilakukan atau Kota Cerdas.

    Halikin mengaku bangga atas capaian pemerintah daerah tersebut. Sementara itu Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim Ramadansyah yang menerima penghargaan atas kinerja, capaian dan inovasi dalam peningkatan PAD juga mengatakan hal senada.

    Tiga inovasi tersebut yakni melakukan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan dengan tujuan secara online melalui anjungan tunai mandiri (ATM) atau mobile baking.

    Inovasi berikutnya yakni smart teks Kotim dimana dalam aplikasi itu ada layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Aplikasi ini dapat di download di play store. Pada aplikasi itu wajib pajak bebas memilih perbankan yang akan digunakan.

    Terakhir, adalah inovasi dengan melakukan jemput bola pelayanan pajak daerah yaitu mobil layanan pajak daerah keliling. Pihaknya telah bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim sehingga pada mobil itu dapat mengurus administrasi pertanahan.

    “Inovasi tersebut sudah kami uji cobakan, dan efeknya begitu terasa, ada peningkatan,” terangnya.

    Ramadansyah menambahkan, setelah dievaluasi dari hasil uji coba tersebut, ternyata dari penerimaan bulan terakhir 2021, contohnya pada PBB targetnya adalah Rp 8,5 milar, namun tembus Rp 9,3 miliar.

    Dengan inovasi yang memberikan kemudahan kepada para wajib pajak makan pihaknya optimis dapat mencapai target PAD di tahun 2022 ini.

    “Target yang telah ditetapkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk total pajak daerah, yaitu Rp 184.619.561.000,” sebutnya.

    Editor: Andrian

  • Tarian Kolosal Warnai Apel HUT Kotim ke-69

    Tarian Kolosal Warnai Apel HUT Kotim ke-69

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Apel Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke 69 tahun dimeriahkan dengan cara berbeda. Hal itu disisipkannya tarian kolosal menjelang apel yang digelar di Stadion 29 November Sampit.

    Tarian kolosal yang melibatkan puluhan orang itu mampu memukau tamu dan undangan sekaligus Bupati dan Wakil Bupati Kotim dengan para Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda).

    Tarian tersebut dipersembahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim dengan menghadirkan Daniel Nuhan, seniman Kalimantan Tengah.

    Semangat persatuan dan gotong royong untuk membangun Kotawaringin Timur Harati menjadi tema ulang tahun Kotim ke 69. Apel dilangsungkan sejak pukul 7.30 WIB hingga 09.30 WIB dengan dilanjutkan acara ramah tamah.

    Sebelumnya, rombongan Bupati Halikinnot dan Wakil Bupati Irawati bersama Forkopimda disambut oleh Lawang Sekepng sebelum memasuki tribun. Dalam amanatnya, Halikinnor menyampaikan seluruh capaian pada masa kepemimpinanya sejak 2020 lalu.

    “Pada usia ke 69 tahun tentu sudah menjadi usia yang cukup tua bagi Kotim Bumi Habaring Hurung. Untuk itu sembagat persatuan dan gotong royong untuk membangun Kotim yang harati harus kita wujudkan,” kata Halikin.

    Penulis: Jimmy
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!