INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Tengah memastikan penilaian Anugerah SIDARA Award 2025 dilakukan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis. Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kualitas pengelolaan data desa dan kelurahan di Kalimantan Tengah.
Penganugerahan SIDARA Award 2025 digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat malam, 5 Desember 2025.
Kepala Dinas PMD Kalimantan Tengah Aryawan mengatakan proses penilaian tidak dilakukan secara sembarangan. Sejumlah instrumen digunakan untuk mengukur kinerja produsen data maupun operator yang terlibat dalam penginputan data ke Sistem Data Sektoral atau SIDARA.
“Seluruh indikator tersebut tercantum dalam petunjuk teknis sehingga penilaian dilakukan secara terbuka,” kata Aryawan.
Indikator penilaian meliputi komitmen pimpinan, validitas dan kualitas data, ketepatan penyampaian data, digitalisasi informasi, responsivitas, komunikasi, hingga keaktifan peserta.
SIDARA Award 2025 diikuti 168 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas PMD kabupaten dan kota, operator SIDARA, serta pendamping desa.
Aryawan mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Produsen Data Terbaik dan Tim Operator Terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam menyediakan dan menginput data desa.
“Penghargaan ini menjadi bentuk penguatan komitmen bersama akan pentingnya data berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dinas PMD Provinsi Kalimantan Tengah juga meraih Juara II dalam kategori Organisasi Perangkat Daerah tingkat provinsi.
Selain mengumumkan hasil penilaian, Aryawan memaparkan perkembangan pengumpulan data desa dan kelurahan di Kalimantan Tengah. Hingga batas waktu pengumpulan data yang disepakati dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi, capaian secara keseluruhan mencapai 83,62 persen.
Dari 14 kabupaten dan kota, Barito Timur, Sukamara, dan Seruyan mencatatkan capaian 100 persen.
Barito Selatan mencapai 98,84 persen, Kotawaringin Barat 98,77 persen, Pulang Pisau 98,95 persen, Kapuas 96,26 persen, dan Barito Utara 93,55 persen.
Selanjutnya, Murung Raya mencatatkan capaian 82,76 persen, Katingan 81,82 persen, Gunung Mas 76,32 persen, Kotawaringin Timur 62,50 persen, dan Lamandau 57,65 persen.
Sementara itu, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan capaian pengumpulan data paling rendah, yakni 23,33 persen.
Dalam penilaian kategori Produsen Data Terbaik, Kabupaten Seruyan meraih Juara I. Kabupaten Pulang Pisau berada di posisi kedua, disusul Kabupaten Kapuas sebagai Juara III.
Kabupaten Katingan memperoleh penghargaan Harapan I.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan capaian pengelolaan dan pengumpulan data antardaerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui SIDARA mendorong agar ketersediaan data desa terus diperbaiki karena menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit