website murah
website murah
website murah
website murah
website murah

Sejumlah Penyakit Jadi Ancaman Saat Musim Pancaroba

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi. (Jimmy)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Mengingat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berada di wilayah hutan hujan tropis, yang hanya ada dua musim yang silih berganti tiap tahunnya, yakni musim kemarau dan musim penghujan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Umar Kaderi, fenomena alam ini memang wajar adanya, namun bagi manusia perubahan suhu yang signifikan membuat tubuh manusia tidak mampu menyesuaikan dengan baik yang berujung terserang penyakit. Peralihan musim ini sendiri lebih dikenal dengan sebutan pancaroba.

“Pertama, Kami mengharapkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah terjadinya penyakit yang bisa menyakiti masyarakat. Kedua, masyarakat harus bersikap siap siaga dengan adanya kasus yang terdeteksi dini sehingga bisa memanfaatkan fasilitas Kesehatan (Faskes), yang ada untuk melakukan pengobatan atau hal lainnya,” pesannya, Sabtu 25 Juni 2022.

Dikatakan pria yang akrab disapa Umar ini, contoh penyakit yang kerap terjadi saat musim pancaroba ialah Demam berdarah (DBD), ISPA, flu, diare, tifus, dan penyakit lain akibat virus, seperti cacar air dan campak.

Pasang Iklan

“Yang penting masyarakat bisa deteksi dini, begitu merasa ada sakit masyarakat langsung bisa memanfaatkan Faskes sehingga penyakitnya tidak bisa berkembang lebih parah lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa saat ini pihak tetap melaksanakan pelayanan seperti biasa. Seperti unit kesehatan masyarakat (UKM), dan juga pelayanan upaya kesehatan perorangan (UKP).

“Kita ada pengobatan di puskesmas-puskesmas, selama ini memang rutinitas yang terus kami laksanakan untuk kebutuhan kesehatan masyrakat, jadi kita berharap nantinya faskes kita yang ada di lapangan entah di kecamatan dan di desa-desa itu. Artinya dengan tenaga-tenaga itu bisa memberikan pelayanan kesehatan yang bai kepada masyrakat,” katanya.

Dilain sisi Kepala Dinas Kesehatan ini juga mengungkapkan saat ini pasien covid-19 maupun isolasi mandiri sudah tidak ada, maka dengan demikian artinya posisi kita saat sekarang dalam keadaan melandai-landai. “Mudahan-mudahan tidak ada kasus lagi, apalagi vaksinasi yang gencar kita laksanakan kemarin telah melampaui standar nasional,” timpal Umar.

Ia menambahkan dengan sudah berangsur hilangnya pandemi covid-19 dan kebiasaan pengunaan masker jangan sampai tidak diberlakukan lagi oleh masyarakat.

“Selama pandemi covid-19 belum di cabut oleh pemerintah pusat, sepanjang itulah kita berharap dengan masyarakat agar selalu tetap menerapkan pola hidup yang sehat. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan dan lain sebagainya, kemudian tetap berperilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Pasang Iklan

“Kalau pun ada imbaun presiden kita bisa melepaskan masker di ruangan terbuka, tapi kita harapkan masyarakat yang memang sakit tetap menggunakan masker agar sakitnya tidak tertular ke yang lain,” demikian Umar Kaderi.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan