INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak hanya menjadi momen nasional mengenang dasar negara, tetapi juga menjadi momentum refleksi terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, dr. Suyuti Syamsul menegaskan bahwa nilai gotong royong dalam Pancasila harus dijadikan kunci untuk mengatasi persoalan kesehatan yang ada.
Menurut dr. Suyuti, meski upaya pemerintah sudah maksimal, tingkat penyakit menular seperti tuberculosis dan demam berdarah masih menjadi beban kesehatan di beberapa wilayah di Kalteng. “Pencegahan dan penanganan penyakit ini tidak bisa berjalan sendiri. Butuh partisipasi aktif masyarakat, karena nilai gotong royong dalam Pancasila mengajarkan kita bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Selain penyakit menular, dr. Suyuti juga mengingatkan pentingnya mengatasi masalah penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi yang semakin meningkat akibat perubahan gaya hidup masyarakat modern. “Pancasila mengajarkan keadilan sosial. Artinya, kita harus memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan edukasi pola hidup sehat sampai ke pelosok,” tambahnya.
Salah satu fokus utama Dinas Kesehatan tahun ini adalah memperkuat program promotif dan preventif dengan melibatkan komunitas lokal secara intensif. “Misalnya, edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat, serta kampanye vaksinasi yang terus digalakkan untuk mencegah wabah,” jelas dr. Suyuti.
Dalam menghadapi pandemi Covid-19, dr. Suyuti menilai bahwa semangat Pancasila menjadi landasan penting untuk meningkatkan solidaritas sosial dan kedisiplinan masyarakat. “Kesadaran akan protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan wujud nyata kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, mengingat faktor kebersihan lingkungan sangat berperan dalam mengurangi risiko penyakit. “Gotong royong membersihkan lingkungan bukan hanya tradisi budaya, tapi juga bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang efektif,” tegasnya.
Dr. Suyuti menegaskan, upaya pemerintah daerah akan terus didukung dengan peningkatan infrastruktur kesehatan dan pelatihan tenaga medis agar pelayanan semakin prima dan merata. “Pancasila mengingatkan kita agar tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, dr. Suyuti mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama menguatkan semangat Pancasila dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. “Dengan persatuan dan gotong royong, kita wujudkan Kalimantan Tengah yang sehat, kuat, dan maju,” pungkasnya.
Editor: Andrian