INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Perikanan di Sungai Arut, khususnya yang dikelola masyarakat Kelurahan Raja Seberang, menjadi salah satu tulang punggung pasokan ikan di Kotawaringin Barat. Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ini, Lurah Raja Seberang, Yaumil Bahsin, melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas kelompok perikanan di bantaran sungai.
Menurut Yaumil, langkah pemantauan mencakup pengecekan populasi ikan, baik dari segi jenis maupun jumlah. Hal ini bertujuan memastikan aktivitas penangkapan tidak menyebabkan penurunan stok ikan secara drastis. “Kami ingin ekosistem perikanan tetap terjaga agar kebermanfaatannya bisa dinikmati dalam jangka panjang,” ujarnya, Kamis (14/8).
Selain aspek lingkungan, pemantauan juga mengkaji dampak sosial-ekonomi. Pemerintah kelurahan menilai penting untuk memastikan kegiatan perikanan memberikan penghasilan layak bagi warga, sekaligus tidak mengganggu aspek pendidikan dan kesehatan mereka. Pemantauan juga difokuskan untuk mengantisipasi potensi konflik antar kelompok nelayan maupun dengan pihak luar.
Data menunjukkan, kelompok perikanan masyarakat Kelurahan Raja Seberang menjadi salah satu pemasok ikan terbesar di pasar-pasar Kotawaringin Barat. Peran vital ini membuat keberlangsungan usaha mereka menjadi perhatian utama pemerintah kelurahan.
Selain pengawasan, kegiatan ini juga dibarengi pendataan administrasi kependudukan bagi warga yang bermukim di bantaran Sungai Arut. Data tersebut akan menjadi dasar untuk memberikan akses program bantuan dan pembinaan secara tepat sasaran.
Yaumil menegaskan, pihaknya akan terus menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan kesejahteraan warga. “Sungai Arut bukan hanya sumber penghasilan, tapi juga bagian dari identitas masyarakat di sini,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian