website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Tegaskan Siap Hadapi Karhutla Selama Musim Kemarau

BPBD Provinsi Kalteng saat menggelar Rapat Evaluasi Mingguan Posko dan Pos Lapangan secara daring. (MMC Kalteng)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, dalam rapat daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu, 2 Juli 2025. Rapat tersebut membahas evaluasi dan pemantauan penanganan karhutla secara nasional.

Ahmad Toyib menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng sudah bergerak cepat sejak awal Juni, meskipun belum menetapkan status siaga darurat. “Kita tidak menunggu status siaga. Posko dan pos lapangan sudah aktif sejak awal Juni. Kami lakukan patroli rutin dan edukasi ke masyarakat,” jelasnya.

Hingga akhir Juni 2025, tercatat 84 kejadian karhutla di Kalteng dengan luas lahan terdampak sekitar 55,90 hektare. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemprov telah menyiagakan 77 Pos Lapangan (Poslap) di 52 kecamatan prioritas. Sebanyak 697 personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga disiagakan.

Pasang Iklan

Dukungan alat dan perlengkapan juga terus diperkuat. Pemprov Kalteng menerima bantuan dari BNPB berupa alat pelindung diri (APD), pompa air, selang, tenda posko, alat komunikasi, dan tangki air portabel. Selain itu, dua helikopter juga dikerahkan khusus untuk patroli udara dan pemadaman api lewat teknik water bombing.

“Kita juga sudah serahkan alat pemadam portabel dan APD ke 77 kelompok MPA saat apel siaga bulan Mei lalu,” kata Toyib. Ia menegaskan, “Kebanggaan kami bukan ketika berhasil padamkan api, tapi ketika wilayah tetap aman dan tidak terbakar.”

Selain penanganan di darat, BNPB juga menyiapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk wilayah Kalteng jika diperlukan. Ini dilakukan sebagai upaya tambahan mencegah munculnya titik api di daerah rawan.

Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto mengapresiasi langkah cepat Kalteng. Ia menyebut penurunan luas karhutla secara nasional sebesar 88 persen sebagai hasil kerja sama semua pihak, termasuk di daerah.

“Sinergi antara pusat dan daerah sangat penting. Penanganan karhutla bukan hanya soal alat, tapi juga kesiapan dan kerja sama. Kami akan terus dampingi daerah,” ujar Suharyanto.

Pemprov Kalteng terus mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran. Edukasi ke warga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Pasang Iklan

Langkah antisipasi ini sejalan dengan visi Pemprov Kalteng dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan keselamatan masyarakat selama musim kemarau. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi yang baik, risiko karhutla di Kalteng bisa ditekan semaksimal mungkin.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran